Sabtu, 31 Mei 2014

Selamat Hari Lahir

Mei 31, 2014 0 Comments
Assalamualaikum Wr. Wb...

Hari ini 31 Mei 2014, Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan untuk hidup di tahun ke 19 :)
Terimakasih Ya Allah, begitu banyak nikmat dan rezeki yang sudah Engkau kucurkan untuk hidupku dan keluargaku.

Terimakasih untuk mereka yang sudah ikhlas mendoakan saya, ini adalah doa kita semua. Semoga Allah senantiasa mendengarnya :)
Ada satu hal yang membuat saya menyesal di ulang tahun saya kali ini. Andai saja saya tidak menonaktifkan ponsel, mungkin dia jadi orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun. Tapi sudahlah, toh saya juga tahu bahwa dia sudah berusaha megucapka ulang tahun dini hari :)
Terimakasih, terimakasih sudah menjadi idola yang baik :)

Saya berada di antara mereka yang mencintai saya dan mereka yang juga membenci saya. Hidup bukannya selalu begitu Mey, selalu ada dua pilihan. Malam dan siang, baik dan buruk, begitu pula cinta dan benci. Ah, cinta dan benci. Mengingatkan saya pada salah satu lagu dari Band Indonesia.
Ya, hidup itu pilihan Mey. Memilih, selalu ada yang dipilih.

Seperti kemarin, ketika kamu dan Abah terlibat dalam pembicaraan ringan yang sebenarnya fine-fine saja. Tapi kamu belum siap dengan keadaannya :D
Tuhan kembali menguji keistiqomahanmu Mey. Dia menguji seberapa kuat kamu kuat, meguji seberapa sabar kamu sabar. Setan selalu begitu, menampakkan hal-hal baik lewat sesuatu yang terlihat baik.

Hari ini, kamu kembali memilih. Memilih untuk pergi bersama sahabat atau bersama sahabat. Loh? Dua-duanya kan sahabat. Lalu kenapa harus memilih? Pergi saja bersama mereka, toh sama-sama sahabat.
Beda perkara, mereka sama-sama sahabatmu. Tapi esensinya berbeda. Dan yang kamu pilih untuk pergi bersamamu adalah dia yang bla bla bla bla ....

Yasudahlah, terserah saja :)

Saya sudah lelah mengetik malam ini, jadi waktunya untuk going to bed and sleep :)
Ini foto-foto terbaik saya hari ini :*
Wassalamualaikum ^^














Senin, 19 Mei 2014

Peringatan HARKITNAS

Mei 19, 2014 0 Comments
Assalamu'alaikum^^

Long time no see yaa, hehehe ... Apa kabar readers? Semoga selalu sehat dan penuh berkah :) #bilang Aamiin dong! :D

Hari ini saya mau nulis tentang kegiatan BEM di kampus saya, di Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi, tercinta :D
Peringatan HARKITNAS yang diadakan BEM Untag berlangsung dari tanggal 17-20 Mei 2014. Nih, list kegiatannya :

Sabtu, 17 Mei 2014 (Lokasi : Pantai Cacalan, Sukowidi)
  • Sekolah Alam "Berbagi & Menginspirasi"
  • Pameran Potret Pendidikan
  • Malam akrab lintas fakultas UNTAG
Minggu, 18 Mei 2014 (Lokasi : Pantai Cacalan, Sukowidi)
  • Apel pagi
  • Baksos bersih pantai
  • Baksos penanaman pohon trembesi
Selasa, 20 Mei 2014
  • Upacara Hari Kebangkitan Nasional
  • Aksi simpatik Harkitnas
  • Panggung Seni Budaya
  • Pemutaran Film (Nonton Bareng)

That's all :)
Sampai tulisan ini di posting saya masih belum melaksanakan yang agenda hari Selasa, karena saya nulis ini hari Senin :D

Ada hal-hal menarik saat saya mengikuti agenda yang hari Sabtu. Kami berkumpul dalam satu lingkaran, ngobrol sana ngobrol sini, berbaur sama aktivis kampus.
Ada satu aktivis kampus yang dulu saya sebel banget, karena apa? Karena saya nggak pernah lihat dia senyum. Iya! Rasanya senyum itu mahal banget gitu, sampai-sampai nggak pernah saya lihat beliaunya senyum. Tapi kemarin Sabtu, saya lihat sisi lain seorang aktivis. Aktivis juga manusia kok. Bisa senyum, bisa ketawa, bisa ngelucu bahkan :D
Ternyata aktivis yang saya maksud itu jago ngelawak, ah :D

Yaa, persepsi saya yang dulu-dulu, yang mengira bahwa mereka-mereka itu terlalu serius, nggak pernah santai, nggak pernah senyum, galak, serem, suka marah, suka demo :D Semuanya berubah, bahkan ketika saya mengenal salah satu aktivis kampus melalui sosial media, saya jadi ilfeel :D
Karena semua sifat yang saya sebut di atas jadi luruh seketika -_-

Lepas dari itu semua, saya jadi merasa memiliki keluarga lagi. Keluarga kampus yang menyenangkan, dan saya memiliki lagi kakak atau abang yang lucu-lucu :D
Keinginan saya sih tetep, pingin punya Abang, ya walaupun mustahil untuk diwujudkan, karena saya anak pertama :(

Oke, ceritanya segitu aja. Jangan banyak-banyak, nanti bosen :D
Wassalamu'alaikum, see you again :)


I'm in red :)
Bibit pohon trembesi

Preparation :)

Me again :)



Rabu, 07 Mei 2014

Best Words Of Ney

Mei 07, 2014 2 Comments
Ney. Sebuah novel karya Hadi S. Khuli. Saya rekomendasikan novel ini untuk siapapun, di dalamnya kita belajar tentang keikhlasan, pengorbanan, persahabatan, serta kehidupan. Hadi S. Khuli sama halnya seperti Andrea Hirata maupun Ahmad Fuadi. Dia pandai memilih diksi sehingga novel ini menjadi bacaan ringan yang berbobot.

Nah, sudah jadi kebiasaan saya, kalau baca buku atau novel atau apapun lah, lalu di dalamnya ada kalimat atau kata-kata yang bagus dan menarik pasti lembar yang bersangkutan akan saya lipat :D Dan novel Ney sudah banyak lipatan-lipatan yang menunggu untuk di publish :D
Dan, ini rahasia yaa .. Sejauh ini "NEY" sudah membuat saya menangis tiga kali, ya, tiga kali.

"Shalat tidak bisa mendatangkan uang, tetapi dengan shalat kita bisa memilih cara yang halal untuk mendapatkan rezeki. Shalat tidak bisa membuat mahasiswa dapat nilai A misalnya, namun shalat bisa menenangkan pikiran supaya bisa konsentrasi belajar. Intinya, shalat seperti memandikan batin kita. Segar. Asal, dilakukan dengan ikhlas dan yakin." - 19

"Manusia menjadi bagian dari rantai makanan yang menciptakan keseimbangan ekologi dunia. Makan, minum, tidur, menutup aurat, dan bertempat tinggal adalah bagian-bagian yang wajib demi tetapnya kehidupan. Mengingkari itu semua, sama saja membantah darah kita merah, usia kita bertambah, mendustai proses kodrati bahwa kita berasal dari setetes air hina yang disematkan dalam dinding rahim bunda." - 24

"Orang dewasa terlalu cepat menjadi tua sebab tidak tahu caranya menikmati hidup ini. Orang tua merasa paling pandai sebab ia sudah lupa betapa indahnya masa kecil." - 34

"Setiap anak memiliki impian. Hanya kadang, mereka tidak berani mengungkapkan. Jika pun diungkapkan, tidak ada yang mau mendengarkannya sepenuh hati, termasuk orang tua kita sendiri. Lama-lama, impian itu kering dan mati." - 74

"Tidak mudah memahami takdir Tuhan, bahkan ketika iman kita bisa setegar karang, sekukuh gunung." - 105

"Tuhan ada di mana-mana, tapi hanya jiwa yang terbuka yang bisa menerima kehadiran-Nya. Hanya pintu yang terbuka yang yang bisa menerima tamu." - 138

"Selalu begitu. Kesedihan tak hanya meremas perasaan, tapi juga menggasak cairan." - 169

"Cinta mematikan waktu. Duka mengabadikan waktu." - 173

"Sebelum tahu sinya, jangan pernah mencela bungkusnya." - 192

"Jangan tanyakan alasannya, sebab menolak dan menerima adalah hakku sebagai perempuan yang dijamin oleh Allah dan Rasul-Nya." - 229

"Bila kamu melihat ada orang ditolak masuk rumah seseorang, belum tentu jika kamu yang datang juga akan ditolak. Mungkin orang itu ditolak karena ia salah alamat, orang asing, atau tuan rumah tidak kenal. Banyak sebabnya." - 282

"Tidak ada bayi yang tidak siap ketika dilahirkan ke dunia. Apa pun bentuk kesiapannya, kau hanya perlu tahu bahwa kamu sanggup dan mampu. Kau cuma butuh orang yang bisa mengerti dan memahami bahwa kau bisa melewati semua titian takdir ini. Tersenyumlah, Hidup terlalu mahal untuk ditukar dengan sepotong kesedihan." - 314

"Usahamu seperti melempari tembok dengan air. Basah memang, tapi sesaat. Begitu panas, kering kembali. Belum ada tanda-tanda meyerah. Namun juga, sama sekali tidak tampak tembok itu retak apalagi ambruk. Masih kukuh berdiri." - 317

"Tongkat penyangga membantu orang patah kaki untuk berjalan. Tapi begtu sembuh, tongkat itu tak dibutuhkan. Mungkin disimpan dan cukup dijadikan kenangan." - 319

"Engkau Sang Pemilik Cinta yang sesungguhnya, tumbuhkan benih cinta dihatiku sebagaimana Engkau pernah menumbuhkan cintaku padanya dan ajari aku untuk mencintainya dengan cara yang Kau ajarkan pada Khadijah untuk mencintai Rasulullah." - 320

"Sejarah selalu dipahami terlambat. Kita tidak pernah bisa mendahului esok hari." - 347

"Kita boleh berharap awan menjadi hujan, cengkir menjadi kelapa. Tapi jangan lupa, yang menurunkan hujan dan mengubah cengkir jadi kelapa adalah Allah, bukan keinginan dan harapan kita." - 405

"Allah tahu manusia kuat, juga sabar. Tapi, Dia menunggu bukti seberapa kuat manusia kuat, seberapa sabar manusia sabar." - 452

"Cinta. Kata yang satu ini laksana pisau bedah di tangan balita. Melukai siapa saja dan apa saja, juga pemegangnya. Serupa perempuan-perempuan bangsawan melihat Yusuf melintas bak peragawan. Tak ada beda antara tangan dan mangga." - 454

Oke, itu kalimat-kalimat terbaik dalam novel "Ney" versi saya. Hehehe :D
Di lain kesempatan saya akan publish juga kalimat-kalimat indah dari berbagai novel yang saya baca. Terimakasih ^^