Jumat, 30 Desember 2016
Senin, 12 Desember 2016
Janu's Wedding
Kamis, 01 Desember 2016
Hari Aids Sedunia 2016
Minggu, 20 November 2016
Mini Reuni
Seperti yang telah disepakati kemarin, hari ini saya dan Lutfi hang out bareng. Sekedar menyegarkan pikiran dan temu kangen.
Sebenarnya rumah saya dan Lutfi tidak terlalu jauh. Tidak sampai lima menit jika ditempuh menggunakan motor. Namun, jarang sekali kami mengunjungi satu sama lain. Ah, manusia macam apa kami ini.
Sore ini kami keluar tanpa tujuan hingga motor berhenti di lampu merah perliman. Di lampu merah itulah akhirnya kami sepakat untuk pergi ke Taman Blambangan.
Sampai di sekitaran Telkom, secara tidak sengaja saya ngecek ponsel. Ada pemberitahuan BBM. Missed BBM Call dari Inda. Di atasnya ada pesan dari dia: Mbel. Dimana? Hayuk nongkrong. Aku otw ke bwi ini.
Saya langsung membalas untuk menunggunya di Blambangan bersama Lutfi.
Sembari menunggu Inda datang, saya dan Lutfi jalan-jalan di sekitar taman. Kami menuju panggung pertunjukan yang sedang penuh oleh orang-orang. Ada gladi resik. Saya kurang paham acara apa yang akan dilaksanakan. Hanya saja Lutfi bilang itu adalah kelanjutan acara semalam. Oh, mungkin festival pesisir selatan itu. Mungkin.
Dari pengisi-pengisi acara yang sedang GR, ada satu lagu yang dibawakan dengan musik yang sangat unik menurut saya. Semacam perpaduan musik melayu, india, dan musik-musik khas Indonesia Timur. Saya tidak tahu liriknya, tapi yang jelas musiknya membuat siapa saja ingin goyang.
Setelah hiburan gratis yang saya dan Lutfi dapatkan, Inda datang. Kami bertiga saling melepas rindu. Setelah cekrak-cekrek kesana kemari, kami jama'ah maghrib di MAB.
Dari MAB, seperti yang sudah saya dan Lutfi rencanakan, kami menuju Mie Pitik Mbok Gendhis. Yang tidak lain dan tidak bukan CEO nya adalah kawan kami sendiri. Jadi, sekali temu kangen, empat orang terobati. Hehehe.
Saat kami tiba, seperti yang sudah kami duga, Mila tengah sibuk dengan oven dan teman-temannya. Sempat juga kami mencicipi Ogura-nya yang tengah jadi primadona warga. Yah, meskipun itu Ogura produk gagal, tapi rasa dan teksturnya warbiyaaaaaaza. Tiga Ogura sukses hijrah ke perut saya. Hahaha.
Selesai makan kami menuju Boom. Target kami berikutnya yakni tahu walek. Kami beli dua bungkus dan memakannya di dekat pantai. Kenapa harus ke Boom? Karena Bunda kami (Inda) sedang ngidam, pingin semilir anginnya pantai.
Sambil menikmati tahu walek, yang sebenarnya tidak terasa begitu nikmat (karena kami kekenyangan Mie Pitik) keluarlah segala keluh kesah yang ada. Malam ini saya akhirnya jadi tahu, ternyata teman tomboy saya satu itu baru saja putus cinta. Hubungan mereka hanya bertahan dua bulan lebih. Alasannya? Ah, itu dokumen negara. Sangat rahasia. Hahaha.
Dan Inda. Sejak kejadian bioskop lalu, ini pertama kalinya saya bertemu dengannya. Banyak cerita yang dia tumpahkan pada kami (Saya dan Lutfi). Tentang kondisi kesehatannya akhir-akhir ini. Hingga tentang kabar asmaranya.
Yang jelas, malam ini saya bersyukur masih dapat berkumpul dengan teman-teman lama. Di tengah kesibukan kerja mereka. Kami saling berbagi cerita dan juga mengenang masa-masa SMK.
Kadang pertemuan yang tidak direncanakan itu jadi lebih berkualitas. Cerito ngetan ngulon sampek elek. Suwun, rek.
Semangat menghadapi Senin yang padat.
Kepang Rambut
Setelah bertahun-tahun lamanya, akhirnya waktu itu tiba. Waktu dimana saya bisa ngepang rambut. Akhirnyaaa ...
Jadi, ceritanya semalam saya minta tolong ke Ibu untuk ngepang rambut saya. Dari jaman saya sekolah dulu (tk - smp) ibu adalah hair stylist andalan saya. Mulai dari kuncir tengah, kuncir semua, sampai pinti urang.
Saya juga selalu menikmati saat-saat dimana tangan ibu dengan cekatan mentreatment rambut saya. Penuh kasih dan sayang *eaaa
Dari kegiatan ngepang rambut itu pula, saya dan ibu biasanya terlibat curhat-curhat colongan, wkwkwk.
Lalu tiba-tiba saja, sebenarnya ini bukan pertama kalinya, ibu bilang "Belajaro ngepang, mosok gak iso-iso." Saya hanya bisa manyun dan ngangguk-ngangguk.
"Mbesok piye lek ngepang anak e, mosok nggak iso."
"Kan enek ibuk e." Saya jawab.
"Opo-opo kok ibuk e ae."
-_____-
Dan semalam, pertama kalinya saya belajar ngepang. Saya belajar ngepang rambut ibu saya, tentu dengan bimbingan beliau. Sebenarnya semalam itu kami banyak guyonnya daripada belajarnya. Apa'an, baru juga tahap pertama, ibu saya tiba-tiba ngikik nggak jelas. Saya kan jadinya juga ikut ketawa.
Rambut ibu saya juga pendek dan licin, jadi agak susah untuk dibentuk-bentuk. Tapi karena hanya ada dua perempuan di rumah kami, mau tidak mau ya hanya ibu saya yang bisa jadi objek percobaan. Ngepang rambut sendiri? Ya nggak mungkin juga.
Setelah instruksi-instruksi yang diberikan ibu, akhirnya saya bisa menyelesaikan langkah-langkah selanjutnya dengan "apa adanya".
Yah, meskipun baru belajar, tapi hasil kepangan saya lumayanlah. Lumayan berantakan, hahahaha.
Ibu bilang, "Nggak apa-apa, namanya juga belajar."
Yup, betul sekali. Masih harus banyak latihan agar hasil kepangan saya lebih sedap dipandang mata.
Dan juga, masih buaaaaaanyak hal-hal yang harus saya pelajari (untuk jadi orang tua) selain daripada ngepang rambut.
Minggu, 13 November 2016
"Ngambang" Ending
Cie, Nikah #2
| Donat, ente ngapain? wkwk |
Kamis, 10 November 2016
Welcome Skripsweet
![]() |
| @meyyshaan |
Selasa, 08 November 2016
Dear, Sutradara Drama Korea
![]() |
| @meyyshaan |





