NAMA ADALAH DOA
Hari ini aku dan ibu nonton live IG Tasmi’ Al-Qur’an Juz 30 kelasnya Ai. Karena hari ini giliran kelompoknya Ai tampil. Enggak sia-sia anak-anak madin sejak kelas 5, sekarang mereka sudah hapal juz 30 dengan baik.
Live IG dimulai jam tujuh pagi.
Aku dan ibu lumayan sedikit mellow pas ustazah mereka memberikan pengantar dan
nasihat, Bu Sarah namanya. Anak-anak memanggil beliau Umma Sarah.
Tapi, sebetulnya tulisan ini
bukan tentang Tasmi’ Al-Qur’an. Ketika nonton live mereka aku lihat satu akun
bergabung. Akun yang sudah bisa kutebak adalah akun ustazah Sarah. Nama akunnya
Sarah Iswandari. Aku klik akun tersebut dan muncul beberapa postingan terkait
kegiatan beliau di sekolah.
Aku bilang ke ibu soal nama
beliau yang mirip denganku. “Buk, Namanya umma sarah itu Sarah Iswandari.”
“Lek kakak e Isfandari yo, Isfan.
Beda satu huruf aja.”
Kemudian ibu bercerita soal
bagaimana dulu beliau bingung memberikan nama panggilan buatku. Hampir saja ibu
memangilku Fanda, tentu saja diambil dari Isfandari.
“Tapi kok mirip Panda, ojok wes,
engko malah digawe lok-lokan.” Tentu aku bersyukur ibuku berpikir jauh sebelum
memanggilku dengan nama Fanda itu. Karena kalau benar terjadi, kayaknya
sekarang namaku sudah diplesetkan ke Panda, alih-alih Fanda. Dan tentu saja
jokes yang keluar adalah “Gak makan nasi dong ya, makannya bambu.”
Aku dan imajinasiku ini astagaaa.
Entah kenapa aku suka membayangkan hal-hal yang bisa saja mungkin tidak
terjadi.
Aku langsung teringat cerita ibu
soal bapak yang dulu hampir saja menamaiku Hijriyanti. Untung saja, sekali lagi
ibu menyelamatkanku dari masa depan diolok-olok teman. Bukannya enggak bagus,
tapi bapakku tuh memang orangnya begitu. Apa yang dipikirin ya itu aja yang
dikeluarin.
Anyway, kasih nama anak tuh
memang harus dipikirin, ya. Selain karena nama adalah doa, nama ini bakal jadi
bulan-bulanan di masa depan atau enggak itu juga penting. Wkwkwk.
Yah, paling enggak kelak anak
bangga sama nama yang dikasih orangtuanya. Minimal enggak malu lah. Belum
menikah, belum punya anak, tapi aku sudah kepincut sama beberapa nama yang
kelak akan aku berikan pada anakku. Insyaallah. Duh, membayangkan aku memanggil
nama itu saja aku sudah berbinar-binar.
