FEELING IS HEALING
Rasanya aku sudah menuliskan ini dimana-mana. Bahwa Desy adalah satu-satunya teman SD yang sampai saat ini masih rajin hangout bareng. Setelah lulus kuliah kami justru jadi semakin dekat. Ada saja celetukan perempuan itu yang membuatku tertawa. Desy ini tipe perempuan yang mudah mengekspresikan apapun yang dia rasakan.
Kemarin kami ke Seling. Tidak ada jadwal pasti untuk hangout sebetulnya, karena kami sama-sama tipe manusia mager. Kalau enggak janjian dulu, jarang kami mau keluar dadakan.
Seperti biasa, tidak banyak yang kami bahas. Pertemuanku dengan Desy bisa dibilang sebagai stress release. Hal-hal remeh temeh yang justru sering kami bahas. Dan, dia ini selalu akan mengungkit apa yang aku posting di twitterku. Adaaaaa aja bahan untuk menginterogasiku.
Seperti satu twit yang aku buat beberapa waktu lalu, yang tentu saja akhirnya membuatku mengingat lagi waktu dulu. Aku menceritakan sedikit bab patah hati yang pernah aku lalui. Des, gini gini aku juga pernah patah hati keleus.
"Tapi awakmu koyok gak pernah sedih, Mey."
Tuh, kan. Masih ingat yang aku bilang tadi? Soal Desy itu tipe manusia yang mudah mengekspresikan dirinya? Salah satunya ya hal-hal seperti itu. Hahaha.
Entah kenapa kemarin-kemarin aku sedang ingin nostalgia dengan membuka folder lama. Mulai dari foto sampai dokumen. Aku membukanya satu per satu. Kebanyakan adalah cerita-cerita pendek yang tidak pernah aku selesaikan. Hingga kemudian ada satu file berjudul HBD yang membuatku penasaran.
Ternyata isinya adalah tulisan hadiah ulangtahunku waktu itu. Membaca tulisan itu lagi saat ini membuatku tersenyum. Iya, ya, urusan hati ini ya ternyata seperti itu saja. Aku bisa membaca tulisan itu lagi dengan perasaan lega, tidak lagi sesak.
Bagaimana kita mau sembuh jika tidak berhadapan dengan luka itu sendiri? Tidak berusaha mengobati, justru malah membiarkannya. Sakit sudah jelas, tapi kan aku mau sembuh. Aku mau produktif lagi tanpa harus terganggu rasa sakit yang membuatku sekarat.
Kalau kata Marshanda, feeling is healing. Merasakan, menghadapi, itulah upaya yang mesti dilakukan kalau ingin sembuh. Sembuh dan siap merasakan jatuh-jatuh yang lainnya. Toh, kalaupun jatuh kita masih bisa bangkit lagi.







