Selasa, 24 September 2013

Partisipasi Pemuda Dalam Pembangunan (Kabupaten Banyuwangi)

September 24, 2013 0 Comments
Baik buruknya suatu bangsa dilihat dari kualitas pemudanya. Tergantung pada karakter dan moral pemudanya. Sampai-sampai untuk menggambarkan betapa berharganya pemuda sebagai aset suatu bangsa, Presiden Soekarno pernah mengatakan “Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncangkan dunia”. Pemuda adalah simbol kekuatan, masa depan dan harapan suatu bangsa.
Pemuda memiliki tipe pemikiran yang kritis dan kreatif. Mahasiswa yang merupakan bagian dari pemuda tentu tak lepas dari sifat ini. Kita bisa melihat bahwa perubahan-perubahan besar banyak dilakukan oleh para pemuda. Seperti halnya sumpah pemuda, kebangkitan nasional bahkan reformasi. Semua itu tak luput dari peran pemuda. Pemuda adalah identitas suatu bangsa, merupakan penerus generasi terdahulu untuk mewujudkan cita-cita suatu bangsa. Pemuda lah yang menjadi harapan dalam setiap kemajuan bangsa. Kaum muda memiliki daya berfikir yang khas. Mereka menggunakan idealismenya untuk melakukan perubahan-perubahan dalam suatu bangsa atau dalam lingkungan masyarakat. Kritis dalam melihat masalah-masalah dalam masyarakat dan mampu memberikan solusi yang tak jarang tidak terpikirkan oleh generasi-generasi yang lebih tua. Banyak terobosan baru yang mereka buat karena pemuda memiliki cara pikir yang berbeda.
Pemuda/mahasiswa dahulu berbeda dengan mahasiswa saat ini. Dari cara berpikir, pergaulan/gaya hidup dan cara mereka menyelesaikan masalah. Pemuda zaman dahulu lebih berfikir secara rasional dan jauh ke depan. Dalam arti, mereka tidak asal dalam berpikir maupun bertindak. Mereka akan merumuskan secara matang dengan memperhatikan dampak-dampak yang akan timbul dalam berbagai aspek. Dahulu Mahasiswa sangat dekat dengan masyarakat. Mereka terjun dalam masyarakat dan merangkul mereka. Bertanya tentang masalah apa yang sedang dihadapi masyarakat saat itu. Mencoba memberikan kesempatan pada masyarakat untuk mengeluarkan unek-uneknya. Dan disinilah peran mahasiswa sesungguhnya. Menjadi agent of change dan social control. Mengisi kekosongan dalam tubuh masyarakat, yaitu peranan dalam kepemimpinan dan kepeloporan dalam melakukan perubahan sosial bagi masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik.
Jauh berbeda dengan mahasiswa zaman sekarang. Mereka lebih menjadi mahasiswa yang pasif. Datang ke kampus, duduk, belajar kemudian pulang. Begitu seterusnya, mereka juga jarang masuk ke dalam organisasi-organisasi di kampus. Peran pemuda saat ini dalam sosialisasi bermasyarakat menurun drastis. Mereka lebih mengutamakan kesenangan untuk dirinya sendiri dan lebih sering bermain-main dengan kelompoknya. Masih terkesan acuh dengan masalah-masalah sosial di lingkungannya. Seakan tidak perduli dengan fenomena-fenomena sosial yang terjadi di sekitar mereka. Pemuda saat ini telah terpengaruh ke dalam pergaulan bebas, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkotika bahkan kemajuan teknologi yang seharusnya bisa memfasilitasi mereka untuk menambah wawasan atau bertukar informasi justru disalahgunakan. Mereka menggunakan internet tidak pada porsinya. Padahal dulu pemuda lah yang berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan-kegiatan di masyarakat seperti acara keagamaan, peringatan Hari Kemerdekaan, kerja bakti, dan lain-lain. Seandainya saja pemuda generasi terdahulu masih hidup pasti mereka sedih melihat pemuda-pemuda sekarang ini yang lebih mementingkan kesenangan pribadi. Generasi yang menjadi harapan mereka untuk melanjutkan perjuangan, tidak lagi memiliki semangat nasionalisme. Kesan mahasiswa zaman sekarang di mata masyarakat hanyalah anarkis, demo dan kekerasan. Kita harus bisa mengubah pemikiran masyarakat tentang mahasiswa masa kini.
Pemuda/mahasiswa dapat memulai aksinya berdasarkan dari masalah-masalah yang ada pada suatu daerah, maupun potensi besar yang belum teroptimalkan secara maksimal yang bahkan bisa menjadi senjata untuk daerah tersebut. Baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, pangan, pertanian, sosial, budaya maupun pemerintahan. Dalam bidang sosial politik pun keberadaan pemuda menjadi pusat perhatian dan ajang perebutan simpati. Ide-ide yang disuarakan oleh kaum muda sering dianggap sebagai suara rakyat. Hal itu dikarenakan ide-ide kaum muda selalu mencerminkan isi hati dari rakyat bawah.
Dalam kesempatan ini, saya akan mengulas tentang Pemuda-pemuda dan cara mereka untuk ikut berperan dalam pembangunan di Kabupaten Banyuwangi. Banyuwangi mempunyai banyak potensi, baik itu sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Hal ini lah yang perlu di kelola dengan baik, pengelolaan yang baik membutuhkan peran serta pemuda Banyuwangi.
Contoh dalam bidang ekonomi misalnya, kita tahu bahwa di Songgon adalah daerah penghasil buah Durian. Selama ini kita hanya menikmati buahnya begitu saja, padahal jika di manfaatkan lebih baik lagi, bagian-bagian dari buah Durian itu dapat di manfaatkan. Berdasarkan permasalahan tersebut Mahasiswa yang baik akan dapat mengubah permasalahan seperti itu menjadi potensi yang besar. Dia akan melakukan riset untuk menciptakan produk baru dengan menggunakan bahan baku durian. Sehingga durian itu dapat bermanfaat secara optimal. Biji buahnya dapat di manfaatkan kembali menjadi kripik dan kulit durian itu sendiri bisa digunakan untuk kerajinan. Sehingga hal ini dapat membuka peluang usaha baru yang nantinya menyerap tenaga kerja dan dengan begitu pengangguran dapat dikurangi.
Contoh lain, pada suatu daerah yang memiliki masalah pada banyaknya sampah padat dan cair yang tidak tertangani dan akhirnya menumpuk di beberapa tempat. Hal semacam ini tentu akan mengganggu pemandangan, menimbulkan bau yang tidak sedap, mengganggu kesehatan, menjadi ancaman banjir apabila menyumbat beberapa saluran air. Mahasiswa atau kelompok mahasiswa dapat memberikan solusi dengan memberdayakan masyarakat untuk menangani atau mengolah sampah organik. Dampak yang akan terlihat tentu berkurangnya volume sampah secara signifikan. Merubah sampah organik menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan, ataupun mengolahnya menjadi biogas yang memiliki kegunaan dan bernilai jual. Hal ini juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang sampah.
Pemuda/mahasiswa juga dapat berperan dalam membangun Kabupaten Banyuwangi menjadi kabupaten yang lebih baik dimulai dari pendidikan anak-anak Banyuwangi. Seperti yang kita tahu, masih banyak sekali anak-anak di Banyuwangi ini yang belum bisa mengenyam pendidikan. Mereka terbelenggu pada keadaan ekonomi keluarga yang memaksa mereka menghabiskan masa kanak-kanaknya dengan bekerja membantu orang tua. Mahasiswa dapat memberikan kontribusi mereka pada hal ini, dengan mengunjungi kecamatan-kecamatan yang masih tertinggal. Memberikan pengetahuan-pengetahuan kepada anak-anak yang tidak bersekolah atau putus sekolah. Menyumbangkan buku-buku bekas yang layak pakai. Setidaknya jangan sampai ada anak yang masih buta huruf. Kita juga tahu bahwa Banyuwangi sudah mulai membangun Sekolah Pilot Negeri di kawasan Bandara Banyuwangi. Hal ini menandakan pembangunan di Banyuwangi sudah mulai meningkat. Dengan didirikannya sekolah ini diharapkan banyak pemuda Banyuwangi yang belajar di dalamnya akan menjadi Pilot yang berkualitas. Yang berarti, mereka para kaum muda memberikan partisipasinya untuk membangun kualitas Sumber Daya Manusia di Banyuwangi.
Mungkin hal-hal seperti itulah yang dapat dilakukan oleh pemuda untuk menjadikan Banyuwangi atau daerah-daerah lain menjadi lebih baik, lebih produktif dan lebih makmur. Banyuwangi yang notabene sebagai The Sunrise of Java harus bisa menginspirasi atau harus bisa menjadi teladan yang baik bagi kabupaten-kabupaten yang lain. Jangan biarkan Banyuwangi di pandang remeh dan di anggap enteng. Kita tunjukkan kualitas Kabupaten Banyuwangi dengan menjadi pemuda yang berkelakuan baik, menjadi pemuda yang aktif dalam beraspirasi, menjadi pemuda yang taat akan aturan dan norma yang berlaku dalam masyarakat, menjadi pemuda yang membekali diri mereka dengan iman yang dipercaya masing-masing. Pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang mampu melahirkan pemimpin yang melebihi kemampuannya.
Sebagai pemuda kita harus sadar negara ini membutuhkan ksatria untuk mewujudkan kesejahteraan di lingkungan masyarakat. Mungkin di mata kita pemerintah sendiri tidak cukup baik mengusahakan kesejahteraan bangsa ini, tapi kita tinggal di negeri ini. Baik buruknya negeri ini secara langsung maupun tidak pasti akan berdampak dengan kehidupan kita di negeri ini. Jadi jangan hanya bisa mengkritik, menyalahkan, menghina atau mencela saja. Itu semua tidak bisa membangun negeri kita, terjun dan belajar langsung dari kehidupan di sekitar kita. Jadilah pemuda yang perduli terhadap bangsa dan lingkungan sekitar dan jadilah pemuda yang senantiasa melandasi diri dengan Pancasila. Jangan menjadi pemuda yang NATO (No Action Talk Only). Pemuda diharapkan mampu bertanggung jawab dalam membina kesatuan dan persatuan NKRI, serta mampu mengamalkan nila-nilai yang ada dalam Pancasila agar terciptanya kedamaian, kesejahteraan umum serta kerukunan antar bangsa.
Sejarah tidak berhenti pada satu generasi. Sejarah akan terus menghadirkan tokoh dan pemimpinnya. Sejarah pula yang akan membuktikan apakah seorang pemimpin akan tercatat dengan menggunakan tinta emas atau tinta hitam yang penuh bercak. Lawan penindasan dan eksploitasi, sudah saatnya kaum muda memimpin dan menyelamatkan bangsa.

Semoga negara kita ini tetap bersatu seperti slogan budaya bangsa yang tersirat dalam Bhineka Tunggal Ika. Berkaryalah pemuda-pemudi Indonesia, majukan negara kita dengan inovasi-inovasi baru, dengan kreatif, percaya diri, jujur, dan berjiwa sosial membangun daerah dengan semangat juang tinggi dalam membangun bangsa. Jadilah Soekarno dan Moh Hatta berikutnya yang memiliki semangat juang tinggi dalam membangun bangsa.

Sabtu, 07 September 2013

Malam Inagurasi

September 07, 2013 0 Comments
Assalamu'alaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh :)

Maklum lagi seneng, jadi lengkap deh ucap salamnya.

Semalem itu acara Inagurasi di kampus :) Aku kira acaranya bakal biasa-biasa aja, yah paling juga band-band gitu. Tapi ternyata di luar perkiraan, seru banget acaranya. Apalagi di pandu sama MC yang notabene adalah penyiar Radio di Banyuwangi. Mereka berdua sumpah kocak abis :D

Banyak hal-hal menarik yang terjadi semalem. Salah satunya berhubungan sama namaku. Kok bisa??? #bisa donk, apa sih yang nggak bisa :D
Jadi gini nih ceritanya, aku punya 2 temen baru yang sama-sama dari Bali. Satunya namanya Mey dan yang satu namanya Diana. Nah loh, itu kan kalo digabungin jadi namaku?? #iyya, nggak percaya??
Namaku kan Mey Diana Isfandari :) jadi tinggal cari Isfandarinya aja deh, baru pas :) #nggak pake mantap tapi.

Enggg, apa lagi yaa yang mau di ceritain ??? #mikir =_____________=

Oh yaaaaa #tuing tuing tuing, lampu dop diatas kepala bersinar :D
Ini tentang vokalis kece nan badai :D
Haduuuh, udah keren, tinggi, ganteng, putih pula. Nikmat terindah yang Tuhan kasih semalem ya itu. Makhluk Tuhan paling kece :D #maaf agak lebay.

Aku sama temenku yang namanya Mey itu sampek kaya orang lupa diri. Dua Mey jingkrak2 nggak karuan di tengah2 lautan berwarna merah. Dan pada akhirnyaaa .... Mey lost her handphone !!! Iyaaaaaa, dia kehilangan handphonennya. Lucu banget liat dua Mey panik nggak jelas. Aku nggak berhenti-berhenti buat misscall-in nomernya Mey. Si Mey sendiri sibuk cari di dalem tasnya.

Singkat kata singkat cerita, handphonne si Mey ketemu. #durasi men, biar nggak bosen bacanya :D
Pokonya handphone Mey di pegang orang yang baik hati deh :)

Insiden handphone selesai :) :) :)

Mentor kelompokku juga baik-baik. Ada mbk Devi yang always keep smile. Dan mas Arif yang aku tau namanya justru pas acara Inagurasi hampir selesai #dasar junior kurang di hajarr nih :D
Pokoknya seneng deh semalem itu :)

Biar readers nggak penasaran sama acaranya, aku upload nih fotonya buat anda-anda semua :) Cekidott ^__^


Ini pas acara mau mulai, yang pake jas itu panitianya.
Mentorku yang paling depan sendiri #narsis yeee :)
Tuh, yang pake jilbab belakang sendiri yang namanya Mey.
Depan Mey namanya Mila. Yang terakhir aku deh :)


Ini nih mentorku yang namanya Mbak Devi, depan sendiri :)



Dua aja deh fotonya, soalnya yang lain agak blur :D

Oke, cerita hari ini itu aja. Senin besok masih ada Ospek Fakultas -_-
Semangaaat.

Wassalamu'alaikum :)

Selasa, 03 September 2013

Lirik Lagu "Kelopak Sakura" By Ades Saputra

September 03, 2013 0 Comments
Assalamu'alaikum sahabat-sahabat Mey dimanapun kalian berada :)

Kemarin Mey sempat chatting dengan teman SMK Mey, dia menuliskan beberapa bait lagu yang di adopsi dari lagu Jepang milik Idol Group AKB48, tau kan AKB48?

Lagu yang berbahasa Jepang itu kemudian di buat versi Bahasa Indonesia oleh Sister Group mereka yaitu JKT48. Judul lagunya Kelopak Sakura. Sumpah deh, lagu Kelopak Sakura ini bener-bener mengingatkan Mey atau temen-temen dengan kenangan-kenangan indah saat SMK. Bahkan Mey sampe nangis, mungkin sedikit lebay #tapi fakta berbicara :)

Temen Mey itu merekomendasikan lagu yang memang bagus banget. Akhirnya Mey pun download lagu Kelopak Sakura tapi yang versinya Andes Saputra. Versi ini pun liriknya sangat emosional dan nggak kalah bagus sama versi sebelumnya.


Ini dia lirik lagunya ----

Di dekat salah satu candela tergantung sebuah kalender
Menandakan waktu yang masih tersisa
Didalam kelas ku lihat semua teman-teman sekelasku
Entah mengapa mereka terlihat dewasa

Dengan masa depan masing-masing
Kita memulai perjalanan kita
Dan di punggung kita
Terkembang sayap harapan

Setiap kali bunga sakura bermekaran
Disuatu tempat lonceng harapan pun bergema
Selalu percaya hari esok
Kita melangkah dengan berani

Setiap kali bunga sakura bermekaran
Disuatu tempat seseorang tengah berdoa
Untuk datangnya hari esok
Yang kita gapai dengan usaha
Kita sendiri

Ada kalanya kita bertangkar dan menangis bersama
Namun sekarang kurindu semua itu
Di saat suka maupun duka
Kita tlah lalui bersama
Di setiap saatnya ku tak pernah sendiri

Di dalam foto kelulusan kita
Ku tunjukkan snyumanku
Namun disaat musim berganti, sayonara

Setiap kali air mata menetes keluar
Kuterus berjalan dan membiarkannya berjatuhan
Kutarik nafasku dalam-dalam
Dan melihat ke langit yang biru

Setiap kali air mata menetes keluar
Mengingatkanku akan setiap memori terindah
Dan juga impian di depan mataku
Dan bersama kita pasti bisa menggapainya

Semoga bisa membantu dan bermanfaat yaa :)

Wassalamu'alaikum ..

Senin, 02 September 2013

Harga Sepotong Roti

September 02, 2013 0 Comments

Assalamu'alaikum :)


Sudah lama ndak nulis lagi. Hari ini saya dapat ide untuk mem posting sebuah tulisan yang menurut saya bagus sekali. Berawal dari tugas sekolah adik saya, mau tidak mau saya dan adik diharuskan untuk membeli sebuah majalah. Majalah lama memang, tahun 2012, tapi kisah-kisah di dalamnya sangat inspiratif. Saya juga berfikir andai jika saya sudah punya anak kelak, setiap akan tidur pasti saya akan membacakan beberapa kisah-kisah yang membuat mereka lebih menghargai hidup :) Itu cita-cita :)


Yuk, daripada berlama-lama, kita langsung ke TKP *nah loh :D



Di sebuah toko roti berjajar berpuluh-puluh roti. Bentuknya beraneka macam, dan isinya pun beragam. Ada roti selai, roti daging, roti sosis, roti nanas dan masih banyak lagi. Melihat penampilannya saja, air liur kita bisa menetes.

Di salah satu sudut lemari kaca, tempat roti dipajang, terdengarlah obrolan
"Hai, Bolu, kapan kamu akan laku?" tanya Pie Apel yang berenda-renda tubuhnya, dengan nada menyindir. Bolu yang gendut dengan tubuh belang coklat hanya tersenyum.

"Kue murahan sepertimu, paling-paling hanya dibeli orang biasa." sindir Pie Apel. Bolu mengernyitkan dahinya. "Apa ada orang yang luar biasa?" godanya kemudian. Pie Apel terbelalak. "Ah, bodohnya kau ini. Tentu saja ada! Sstt... mereka itu orang-orang kaya dan berduit. Mereka sudah bosan dengan penampilan dan rasamu. Kalau aku...," Pie Apel mengangkat dagunya, "penampilanku pasti sesuai bagi mereka yang bercita rasa tinggi."

Bolu akan menyahut, namun dibatalkan. Dua orang Ibu masuk ke dalam toko. Yang satu bertubuh subur dan sederhana. Satunya lagi cantik, langsing dan kelihatan kaya. Ibu yang gemuk membeli Bolu dan Ibu yang langsing membeli Pie Apel. Ketika pembayaran di kasir, Pie Apel mencibir.
"Benar kan? Apa kataku tadi?"

Bolu diam saja. Ia telah berada di dalam kantung plastik. Bolu bertanya-tanya, akan dinikmati oleh siapa dirinya nanti. Tubuhnya bergoyang-goyang dalam kantung plastik.

Bolu tiba di sebuah rumah sederhana. Ia disambut oleh tiga anak kecil yang manis-manis. Mereka memperebutkan dirinya. Ah, mengapa Ibu itu hanya membeli sebuah roti?
"Tenang, jangan berebut begitu. Uang Ibu hanya cukup untuk membeli sepotong roti. Kita bagi sama-sama ya." Ibu itu menasihati ketiga anaknya. Lantas, beliau membagi Bolu menjadi tiga bagian sama besar. Masing-masing anak mendapat bagian. Bolu tersenyum bahagia. Ia senang karena anak-anak itu menyukainya. Dalam hati Bolu berkata, mudah-mudahan Ibu ini diberi banyak rezeki, agar bisa membelikan roti Bolu lagi untuk anak-anaknya.

Lain halnya dengan Pie Apel. Ia tidak dimasukkan dalam kantung plastik. Tapi dalam kardus kecil yang bagus. Kata si Penjual, agar tubuhnya tidak rusak tergesek plastik. Pie Apel girang bukan main. Ia membayangkan akan dinikmati oleh keluarga kaya.

Pie Apel dibawa Ibu langsing itu naik mobil mewah. Mereka tiba di sebuah rumah dengan pagar setinggi dua meter. Pie Apel diletakkan di atas meja makan berbahan kayu jati. Sampai sore, tak ada seorang pun yang menyentuhnya. Sampai akhirnya, seorang anak gadis dengan rambut di kuncir datang dan mengambilnya. Gadis itu menggigit sambil berjalan ke halaman.
"Uh, bosan! Aku bosan makan roti seperti ini terus." keluh gadis kecil. Ia melemparkan Pie Apel ke dalam keranjang sampah begitu saja.

Pie Apel terkejut. Ya Tuhan, belum pernah ia di perlakukan seperti ini sebelumnya. Pie Apel sedih. Ia pasrah ketika pembantu dirumah itu membuangnya ke tempat sampah, di pinggir jalan. Sebentar lagi dia akan diangkut oleh truk sampah.

Pie Apel masih memikirkan nasibnya yang malang. Tiba-tiba seorang pengemis datang, dan mengais-ngais tempat sampah itu. Pengemis menemukan dirinya. Setelah tubuhnya dibersihkan dari kotoran, pengemis itu membungkusnya dengan kertas koran. Pie Apel menutup hidungnya. Uh, bau pengemis ini lebih busuk dari bau tempat sampah tadi.

Pie Apel menurut saja dibawa pengemis itu ke suatu tempat. Ketika sampai, Pie Apel terkejut. Anak-anak kecil duduk berderet-deret di lorong pasar yang sempit, gelap dan bau. Tempat itu rupanya dijadikan tempat singgah para pengemis jika hari telah gelap.
Pie Apel diberikan kepada seorang anak kurus yang kumal. Dengan sigap anak itu melahapnya. Pie Apel tertegun. Kasihan... Dia begitu rakus menikmati dirinya. Pie Apel menjadi sadar. Buat apa dia menyombongkan dirinya di hadapan Bolu. Apalah arti dirinya jika tidak bisa membuat orang lain menyukainya.


Oleh      : BE. Priyanti
Sumber  : Majalah MENTARI Edisi 638 Juni 2012