Akan selalu ada masanya dimana kita benar-benar mengenal siapa diri kita sebenarnya. Apa yang kita senangi, apa yang kita tidak sukai, apa yang menjadi keunggulan kita, apa yang menjadi kelemahan kita. Apa yang selalu kita lakukan ketika stres. Apa hal-hal yang kita hindari untuk merasa aman dan nyaman.
Ada banyak hal yang aku pelajari selama ini. Salah satunya soal apa yang suka aku lakukan kepada orang lain. Aku menyadari salah satu bahasa kasihku yang aku suka berikan kepada orang lain adalah word of affirmation, pujian melalui kata-kata. Tidak jarang tanpa aku sadari kata-kata itu meluncur begitu saja tanpa peduli soal dampaknya.
Tapi, yang aneh justru aku tidak cukup senang ketika mendapat hal serupa dari orang lain. Bahasa kasihku dari orang lain bukan pujian melalui kata-kata. Meskipun aku akan selalu berterima kasih atas pujian-pujian tersebut. Alih-alih pujian aku lebih suka act of service.
Bagi orang lain mungkin hal sepele, tapi bagiku tidak. Aku menyadari hal ini ketika banyak momen dimana aku mendapat act of service. Dan ketika mendapatkan hal itu ternyata cukup membuatku penuh kupu-kupu. Terlepas dari jenis kelaminnya, mau dia laki-laki atau perempuan, aku akan sangat menghargainya.
Dulu, aku pernah memandu sebuah acara. Di acara itu ada stage manager yang bertanggungjawab untuk mengkoordinasikan semua aspek dari produksi panggung, termasuk juga kapan MC harus in dan out. Ada momen ketika aku dan partner MC-ku selesai segmen pertama, kami langsung ke backstage. Di situ stage manager ini langsung membukakan botol minum dan menyodorkan kepadaku agar bisa segera dikonsumsi.
Nah, gesture kecil seperti ini ternyata membekas. Aku senang dan terkesan. Ada juga momen ketika aku pergi kondangan dengan teman. Gesture teman mengambilkan piring dan sendok kepadaku ketika kami hendak makan juga membuatku merasa happy. Dari sana aku menyadari bahwa aku senang menerima bahasa kasih yang satu ini. Meskipun mungkin si pemberi tidak menyadari hal kecil yang mereka berikan ini berdampak padaku.
Sama halnya dengan pujian yang aku berikan kepada orang lain semata ya karena memang itulah yang aku rasakan. Ada teman yang baru cukur rambut, aku tidak akan segan bilang "waaahhh bagusnya". Atau parfum yang mereka pakai wanginya aku suka, aku juga tidak akan segan memuji bau harum mereka.
Jadi, aku rasa penting buat kita memahami bagaimana diri kita sendiri terlebih dahulu sebelum akhirnya nanti kita akan mantap untuk berbagi hidup dengan manusia lainnya selamanya. Selamanya itu tidak sebentar, jadi pastikan kamu bersama orang yang tepat dan benar. Orang yang bisa memahamimu dan juga bisa memahami dirinya sendiri.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar