Kamis, 30 November 2017

Konferensi Karnivora Indonesia 2017

November 30, 2017 0 Comments
Berakhir sudah seluruh rangkaian acara Konferensi Karnivora Indonesia (KKI) tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Forum HarimauKita (FHK) di Hotel Ketapang Indah Banyuwangi. Saya bersyukur bisa menjadi orang yang turut terlibat dalam menyukseskan acara tersebut. Menjadi bagian dari forum yang luar biasa keceeeee, subhanallah. Tempat berkumpulnya orang-orang luar biasa yang concern terhadap dunia konservasi, ilmu biologi serta kehutanan. Saya tidak sangka jika acara tersebut akan mendatangkan beragam profesional dari berbagai daerah.

Baik, saya akan cerita bagaimana awalnya hingga saya bisa memandu acara mereka. Duh, nyebut diri sendiri sebagai orang yang memandu acara aja aku nderedeg, gaes.

Jumat sore (24/11) menjelang maghrib, saya dapat WA dari Bunda Anggie. FYI, waktu itu saya lagi di rias karena pukul 18.00 akan melaksanakan akad nikah yudisium. Sudah barang tentu saya tidak ngutek-ngutek hp. Waktu itu hp saya tinggal di kamar. Nah, ketika sudah selesai dandan dan selesai selfie-selfie dengan MUA yang notabene adik sepupu sendiri dan Bapak, barulah saya sempat cek ponsel.

Saya buka pesan dari Bunda Anggie. Bunda kirim file buku program berbentuk pdf. Lalu ada keterangan di pesan berikutnya, “Mey bisa ngemc itu?”

Waktu itu saya lagi nggak bisa mikir jernih, gaes. Saya langsung balas WA Bunda, “Bundaaa, maaf, habis dandan.” Bunda balas dengan, “Iyaaa, bunda lupa kalo hari ini Mey yudisium.”

Eh, perlu nggak sih saya jelaskan secara detail isi pesan WA kami? Wkwkwk. Ya pokoknya inti pesannya begitu. Akhirnya kami bertemu di kampus. Saya dekati Bunda dan ngobrol masalah ngemc itu. Entah karena suasana yang kurang kondusif atau bagaimana, tapi yang jelas obrolan kami kurang intens. Saya juga masih belum mengiyakan tawaran ngemc itu.

Selesai acara yudisium saya juga tidak ngobrol masalah itu dengan Bunda. Akhirnya saya kembali ke rumah. Malam harinya, ada WA masuk atas nama Mbak Laksmi. Mbak Laksmi memperkenalkan diri bahwa beliau dari Forum HarimauKita, dan sedang mencari MC untuk acara Hari Senin (27/11) hingga Rabu (29/11). Saya yang lagi lembur bikin seserahan untuk lamaran langsung pecah konsentrasi. Antara nge-wrapping ama ngebales WA, bayangin dah tuh ribetnya.

Mbak Laksmi menjelaskan secara singkat detail acara, hingga akhirnya menanyakan apa saya bisa? Ya jelas bisa, wong di rumah juga nggak ngapa-ngapain. Kan udah officially pengangguran. Heuheuheu. Mbak Laksmi juga bilang, “Mbak Mey biasanya berapa kalo ngemc? Budgetnya?” saya ngikik baca bagian itu. Ya karena selama ini nggak pernah di tanya tentang begituan. Saya langsung laporan ke Ibu saya, you know what? Ibu saya juga ngikik. Akhirnya saya dan Mbak Laksmi sepakat untuk bertemu Hari Minggu (26/11). Bayangin, gaes, acaranya Senin, ketemu ama panitianya Minggu. Bayangiiiiin ...

Minggu pagi, sekitar pukul 10 saya bertemu panitia inti KKI yang jumlahnya hanya 5 orang di Ketapang Indah. Ya, hanya 5 orang. Lima orang anak muda luar biasa yang saya temui hari itu. Mbak Laksmi, Mbak Areth, Mas Ardi, Mas Tomy dan Mas Yanuar. Kesan pertama bertemu mereka: oke, mereka asyik. Setelah kenalan dan basa-basi, akhirnya saya tahu bahwa domisili FHK ini di Bogor. Pantesan cara ngomong mereka kayak Bibeh. Spontan saya langsung ingat perempuan jadi-jadian asal Rogojampi itu. Eh, Rogojampi atau Blimbingsari?

Mbak Laksmi cerita secara singkat bagaimana nanti acara KKI ini dikemas dan siapa-siapa saja tamu kehormatan yang akan hadir. Mbak Laksmi menyebutkan salah satu tamu yang hadir adalah Pak Dirjen. Saya yang masih nggak ngeh cuma bisa O aja ya kan. Jujur, hingga hari itu saya masih belum bisa kebayang acaranya bakal gimana. Sampai akhirnya saya di briefing di venue. Mas Ardi, yang saya tebak adalah sutradara dalam acara ini segera mengambil alih. Kami duduk bareng sambil melototin laptop yang di layarnya terpampang rundown acara. Mas Ardi menjelaskan apa-apa saja yang akan terjadi besok. Sebenarnya semua sudah ada di buku program, mulai dari nama-nama pembicara utama, nama moderator, KKI itu apa, tujuan diselenggarakan KKI, hingga sponsor-sponsor yang nanti akan di ad lips.

Tapi, Mas Ardi menjelaskan kembali dengan gayanya yang sumpah lucu. Blio tuh nggak nyungkani. Tidak membuat saya merasa tertekan dengan kalimat-kalimat “Pokoknya besok harus perfect ya”, “Jangan sampai ada salah ucap”, “Ini acara penting loh” dan lain sebagainya. “Kita enjoy aja besok, semi formal kok ini.” katanya.

Oh, ya, gaes. Dilihat-lihat Mas Ardi itu mirip geraldytan. Iya, Geraldy yang tingkahnya mirip set di uyahi, selebgram pencinta K-Pop. Skip.

D-Day pun tiba. Konferensi Karnivora Indonesia 2017 dibuka langsung oleh Bapak Ir. Bambang Sukendro, MM, selaku kepala Balai Taman Nasional Baluran. Pembukaan hingga masuk ke sesi oral berjalan lancar. Saya yang awalnya gugup sekali, akhirnya bisa membawa diri dengan baik. Acara ini semi formal, jadi saya harus sedikit improvisasi di beberapa bagian. Selebihnya saya mengandalkan suara dan penampilan yang baik.

KKI berlangsung selama tiga hari. Tiga hari itu pula saya mendapat banyak pelajaran baru tentang dunia konservasi, tentang mamalia karnivora, tentang apa itu camera trap, tentang teknik-teknik penelitian yang mereka gunakan, dan saya banyak menemui orang-orang luar biasa di konferensi ini.

KKI 2017 ini menghadirkan enam orang pembicara utama, antara lain:
1. Prof. Dr. Gono Semiadi. Beliau merupakan Guru Besar Penelitian Mamalia dan Pengelolaan Satwa Liar yang saat ini bekerja di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Profil selengkapnya sila searching sendiri di Google, ya? Beliau memaparkan mengenai “Kondisi terkini karnivora Indonesia: Penelitian dan status konservasinya”.

2. Dr. Tonny Soehartono. Beliau merupakan Presiden Direktur dari PT. Restorasi Ekosistem Indonesia (REKI). Dr. Tonny memaparkan mengenai “Pembelajaran strategi intervensi konservasi mamalia karnivora di Indonesia”.

3. Dwi Nugroho Adhiasto, M.A, adalah Wildlife Trade Program Manager dari Wildlife Conservation Society Indonesia Program (WCS-IP). Beliau memaparkan mengenai “Memahami dan mencegah perburuan dan peredaran ilegal harimau sumatera di kawasan konservasi, Indonesia”.

4. drh. Erni Suyanti. Dokter Hewan yang ada di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu. Beliau menjadi Kick Andy Heroes 2017. Saat KKI 2017 lalu, beliau memaparkan mengenai “Interaksi mamalia karnivor: Strategi, tantangan dan solusinya”.

5. Ir. Wiratno, M.Sc. Beliau merupakan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Beliau memaparkan tentang “Kebijakan Pemerintah: Perlibatan Masyarakat dalam Upaya Konservasi Mamalia Karnivora”. Bagian beliau saya suka takut salah sebut dari "Wiratno" jadi "Wiranto".

6. Samedi, PhD. Direktur Program Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera. Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI). Beliau memaparkan mengenai “Persepsi lembaga donor dalam strategi konservasi mamalia karnivora skala lanskap”.

Itulah keenam orang hebat yang turut hadir dalam KKI 2017 di Hotel Ketapang Indah. Selain enam pembicara tersebut, hadir pula presentator sesi oral dari berbagai kalangan. Meliputi mahasiswa, praktisi, aktivis konservasi, juga dalam KKI lalu hadir pula Eka dan Jamal, dua siswa asal Sumatera yang memenangkan karya tulis dalam World Tiger Day.

Saya merasa semakin tidak tahu apa-apa berada di tengah mereka. Sungguh ilmu itu sangat luas, manusia hanya titik kecil yang tidak seberapa dibandingnya.

Di area KKI saya juga menyaksikan peristiwa-peristiwa yang sungguh heart-warming. Ada pemandangan dua sejoli (Dr. Tonny Soehartono dan Prof. Ani Mardiastuti). Mereka adalah pasangan suami istri. Mereka berdua pokoknya subhanallah sekali, gaes. Bapak dan Ibu ini bersahaja, humble banget, ramah ke semua orang. Saya beruntung sekali bisa duduk satu meja dengan beliau berdua, selain dengan Mas Ardi dan Mbak Laksmi.

Pada satu kesempatan, saya tanya ke Ibu Ani, “Ibu, gimana rasanya punya suami yang concern ke urusan konservasi juga? Seru, ya, suami istri kerja bareng, menggeluti dunia yang sama.” Bu Ani tersenyum, “Nggak, ah, Mbak, biasa aja. Seru, sih, iya, kemana-mana bisa bareng Bapak.” Aaaaah, that’s too sweet, apalagi yang di pamerin adalah perempuan single macam eyke. Melelehlah aing dibuatnya.

Bapak (Dr. Tonny) juga orang yang tidak sungkan untuk menyapa orang terlebih dahulu. Ketika coffee break, saya sempat ditanya oleh beliau, “Kerja dimana, Mbak?” | “Saya kuliah, Pak. Desember besok wisuda.” | “Masih muda, ya?” (kami tertawa)

Bapak –meskipun saya baru tahu sekilas– adalah sosok yang baik, santun, sederhana. Mereka berdua adalah orang-orang hebat, orang-orang berilmu yang tidak sombong. Peribahasa padi makin berisi makin merunduk itu tepat sekali untuk Bapak, Ibu dan orang-orang yang kemarin hadir di KKI 2017. Karena mereka memang begitu adanya.

KKI 2017 adalah event profesional pertama saya. Semua berjalan sesuai rundown dan tepat waktu. Meskipun ada beberapa perubahan agenda, itu adalah hal yang wajar dalam sebuah acara. Dari KKI 2017 ini, saya belajar banyak hal. Disiplin kerja, kebersamaan, profesionalitas, mengatasi gugup dan banyak lagi.

Saya ucapkan terimakasih kepada Bunda Anggi, yang telah merekomendasikan saya kepada FHK. Terimakasih kepada super duper tim panitia. Lima orang anak muda yang menyelenggarakan event luar biasa sekelas KKI. Dari mereka saya belajar bahwa, sedikit orang kadang justru lebih well-prepared daripada melibatkan banyak orang tapi pas hari H keteteran. Terimakasih kepada Mas Ardi yang sudah selalu sabar saat saya banyak tanya. Selalu memberi masukan saat saya mulai pegang microfon. Terimakasih kepada Mbak Laksmi yang sudah menyiapkan segala yang saya butuhkan dengan telaten. Terimakasih kepada Mas Tommy yang sejak saya datang pertama kali blio selalu membuat saya nggak sungkan dengan banyak ketawa. Dikit-dikit ketawa, dikit-dikit ketawa, hambok yang banyak gitu lho, Maz. Terimakasih kepada Mbak Areth (ketua panitia KKI) yang selalu oke di segala keadaan. Oh ya, terimakasih juga karena telah menyebut nama saya saat ucapan terimakasih.

Jadi, gaes, selama pengalaman saya jadi MC, baru kali ini ada yang mengucapkan terimakasih karena telah memandu acara mereka dengan baik. Mbak Areth melakukan itu saat penutupan KKI 2017 kemarin. Saya terharu. Bukan hanya sekedar “Terimakasih kepada MC pada hari ini” melainkan “Terimakasih untuk MC kita, Mbak Mey”. Weeees, disitu perasaan saya bahagia, terharu, kabeh dadi siji. Terimakasih juga Mbak Areth atas kesempatan yang diberikan. Terimakasih juga pada Mas Yanuar, yang walaupun kita irit ngobrol, tapi kau selalu hadir menjadi sosok yang bisa di lihatin pas capek di sela-sela acara. Wkwkwk. Karena dalam sebuah event akan selalu ada Mas-Mas panitia yang enak dilihat.

Begitulah pengalaman seru saya bersama KKI 2017. Selama tiga hari itu saya merasakan jadi orang yang kerjanya eight to four. Pergi pagi pulang sore. Barakallah.


Mas Ardiiii
Mbak Areth, ketua panitia
Mbak Laksmi, executive officer at FHK