Kamis, 30 April 2015

#MaluSamaKambing

April 30, 2015 0 Comments
Ini adalah hari terakhir di Bulan April.
Beberapa jam lagi sudah memasuki Bulan Mei.
Yaa, that's my month :-)
Hari ini sebenarnya tidak ada yang sangat ingin kutulis.
Tapi ya anggap saja ini tulisan terakhir di Bulan April.

Kan, aku benar-benar tidak tahu harus menulis apa.
Kuliahku? | Berjalan seperti biasa
UTS?
Ah ya, UTS.
Tadi di jam pertama aku melaksanakan UTS Statistik.
Aku benar-benar kesal jika mengingat kejadian hari ini.
Aku salah dalam membuat strategi.
Dan itu benar-benar membuatku sangaaaaat menyesalll.

Seharusnya tadi aku kerjakan dulu soal yang memiliki bobot nilai paling besar.
Ya, seharusnya begitu.
Tapi aku malah mengerjakannya urut dari nomor satu.
Ah, padahal tadi aku sudah berpikir begitu.
Berpikir akan mengerjakan soal dengan bobot nilai paling besar terlebih dahulu.
90 menitku tak cukup untuk mengerjakan empat soal.
As always, aku tak pandai mengatur waktu.

Aku tak akan menggerutu dengan alasan “Waktunya kurang Bu.”
Tidak!
Empat soal dalam waktu 90 menit harusnya bisa.
Sangat bisa.
Aku saja yang tidak pandai mengatur strategi.
Ditambah suara-suara ghaib teman-temanku yang selalu kasak-kusuk :D
Konsentrasiku buyar.

UAS di semester lalu aku mengikuti saran dosenku.
Menggunakan headset saat mengerjakan.
Dan, itu ampuh sekali untuk membuatku tetap fokus tanpa terganggu.
Yaa walaupun teman-teman kesal karena aku mendadak tuli.
Hahaha maafkan yaa :D

Tak apalah, penyesalan selalu belakangan.
Hanya Kambing saja yang nyeselnya di depan.
Manusia mah memang begitu.
Keseringan nyesel di belakang.
#MaluSamaKambing

Oke, welcome May. Please be nice :-)

Selasa, 28 April 2015

Banyak Jalan Menuju Istanbul

April 28, 2015 0 Comments

Sudah empat hari terhitung sejak hari Jum'at.
Belum ada kabar sama sekali.
Aku segera menyimpulkan bahwa lamaranku ditolak.
Berbagai alasan memenuhi otakku.
Aku ingat bahwa aku mencantumkan status aktifku sebagai mahasiswi.
Apa karena itu sehingga belum ada panggilan interview hingga saat ini?
Ah, bisa saja ada yang lebih memenuhi kualifikasi daripada aku.
Anggap saja pekerjaan itu belum rezekiku.
Atau ini jawaban dari Tuhan perkara galau²ku tempo hari.
Antara kerja dan organisasi, disitu saya kadang merasa galau :-D

Jum'at lalu aku mengajukan lamaran ke sebuah Radio di Bayuwangi.
Tepatnya mengisi bagian Administrasi di Tabloidnya.
Sejak melihat iklan lowongan di hari Kamis aku segera menyiapkan semuanya.
Aku sudah membayangkan akan menjadi bagian dari Radio tersebut.
Radio gaes. Tempat yang selalu aku impikan untuk bekerja.
Memang bukan sebagai announcer.
Tapi setidaknya memulai dulu dari bawah.
Hari ini jadi admin, siapa tahu besok manager radio khilaf menyuruhku siaran hahaha :-D

Ya bagaimana lagi.
Empat hari tidak ada kabar.
Aku simpulkan bahwa posisi itu sudah ada yang menempati.
Aplagi mereka membutuhkan dengan segera.
Empat hari menunggu kabar.
Empat hari ini aku tidak pernah jauh² dari Hp.
Empat hari sudah makan tak enak tidur pun tak nyenyak #halah
Menunggu kabar interview hingga empat hari lebih menyiksa rasanya daripada menunggu gebetan kamu putus dari pacarnya :-D #ngelantur

Terlepas dari itu semua setidaknya aku sudah berusaha.
Gagal di radio ini kan masih ada radio lainnya :-D
Banyak jalan menuju Istanbul.
RencanaNya pasti jauh lebih dahsyat :-D

Beginilah kalimat² para manusia yang baru saja gagal :-D
Tiba² bijak, adem, optimis.
Padahal mah hati teriris-iris :-D
Well, I fine any way. See? I laugh everyday :D

Sabtu, 25 April 2015

NGOPInet

April 25, 2015 2 Comments
Horeee akhirnya saat yang di nanti tiba.
Ketemu Bang Raditya Dikaa.
Iya, Bang Dika lagi ngisi acara di Pendopo Banyuwangi.
Hahaha ini acara keren pake banget lah pokoknya.

Judulnya NGOPInet.
Bukan sembarang ngopi loh.
Ngopinya ngopi yang luarrr biasahh :D #lebay
Ngobrolin Peristiwa Informasi & Tekhnologi.
Keren yaa kepanjangannya :D
Yaa walaupun lebih bagus "ngobrol" aja nggak pake ada "in"nya segala.
Ah, biar sajaa.

Acara dikemas dengan sangat ringan namun ngena.
Pengisi acara juga nggak hanya Raditya Dika.
Ada Eka Gustiwana.
Tau Eka Gustiwana kan?
Tau?
Nggak tau?
Ya udah.

Itu lho yang speech composer itu?
Yang suka ngedit-ngedit kalo orang pas lagi ngomong?
Dulu booming banget tuh videonya Bang Eka yang tentang Eyang Subur.
Sama yang tentang Om Jeremy Tetti.
Ada juga yang pas Pak Ahok lagi murka.
Itu kerennn banget :D
Nonton deh, disini

Ada juga tadi Mas Aris Sadewo.
Duh dia tadi jabatannya di Telkomsel apa yah?
Nggak fokus sih gara-gara ngeliatin Bang Dika mulu, haha
Tapi yang jelas tadi Mas Aris banyak kasih pengetahuan.
Pencerahan-pencerahan yang emang sedang dibutuhkan oleh kami netizen-netizen yang sedang dalam keterpurukan dan kegelapan, kan kan lebay.
Tadi Mas Aris juga ngasih lihat video-video tentang Internet.
Kegiatan mulai dari kita bangun tidur sampai tidur lagi.
Gila, ternyata nggak bisa lepas sama yang namanya handphone.
Bangun tidur yang dicari HP.
Ya kali kek, bangun tidur baca doa setelah tidur dulu.
Atau paling enggak napas dulu lah baru nyari-nyari HP.
Ck ck ck, jadi ngaca ke diri sendiri juga.
Aku juga bangun tidur yang dicari selalu HP.
Karena mau lihat udah jam berapa.
Hahahaha, alesan!

Enggak kok :D
Tapi emang bener, sekarang aja 2 dari 5 orang sudah punya yang namanya Gawai.
Tau Gawai?
Nggak tau?
Googling sana!

Ini menandakan bahwa masyarakat kita sudah hampir semua menggunakan Gawai.
Bahkan nih, anak SD aja udah pegang BB, yaa hape-hape canggih gitu lah.
Lha saya? Boro-boro.
Dulu pas SD mah make surat :D
Baru punya hape sendiri itu pas kelas tiga SMP kalo nggak salah.

Terlepas dari itu semua, tidak dipungkiri bahwa kemajuan Teknologi sangat cepat.
Anak SD sekarang sudah nggak sama lagi sama anak SD dulu.
Anak SMP juga.
Anak SMA apa lagi.
Udah denger tentang berita yang bikin heboh media massa belum?
Itu tuh yang tentang pesta bikini.
Yang melibatkan anak-anak unyu nan menggemaskan SMA?

SPLASH AFTER CLASS: Good Bye UN Pool Party

Nah nah nah. Gendeng tho?
Mbuh wis lah, lama-lama kok makin banyak orang keblinger bermunculan.
Kita ini sudah hampir masuk angin saja karena perkara-perkara ISIS itu.
Ini ada lagi pesta yang mbarat-mbarat.
Selesai UN ya sudah, Alhamdulillah.
Ndak perlu begitu-begitu.
Mending cari informasi pendaftaran kampus idaman.
Cari informasi beasiswa.
Cari informasi lowongan kerja,bagi sampeyan-sampeyan yang pingin kerja.
Atau yang jomblo bisa anteng dirumah nge-stalking twitter atau facebook mantan.
Ya pokoknya apalah gitu yang bermanfaat dan jauh dari mudharat.

Oke, saya bisa panjang dengan analisis bodoh saya jika tidak berhenti :D

Kembali ke NGOPInet.
Sampai mana saya tadi?
*scroll ke atas*

Ooo iya!
Gawai ya?

Gimana? Sudah googling?
Masih belum???
Ndablek -_-

Jadi Mas Aris juga menampilkan video tentang bahaya bersosial media.
Kita tahu bahwa sosial media memiliki dua impact.
Apapun itu sih sebenarnya. Tidak hanya sosial media.
Ada efek positif dan efek negatif.
Pernah dengar ada perempuan diculik karena Facebook?

Sudah dengar pasti, kan?

Itu salah satu dari dampak negatif apabila kita tidak ber-Internet secara bijak.
Terlalu rajin mengupdate status, kegiatan, foto-foto selfie, apalagi dalam tanda kutip yang itu semua tidak terlalu penting.
Status diperbarui setiap semenit sekali. Gila aja?
Nyampah di halaman orang itu mah.
Dan selalu berhati-hatilah dengan GPS yang sedang On di Gawai kita.
GPS akurat sekali dalam mendeteksi keberadaan seseorang.
Jadi kita bisa tahu jodoh kita seseorang sedang dimana.
Sekali lagi, bijaklah dalam menggunakan Internet.
Jangan sering sharing.
Ingat gaes, jangan sering sharing.

Sesi Mas Aris tadi sedikit membuka cakrawala saya tentang ber-Internet yang bijak.
Sudah tidak terhitung berapa kali tadi saya manggut-manggut takjub mendengar penjelasan Mas Aris.
Lebih takjub lagi ketika melihat Bang Eka Gustiwana yang jauh lebih cakep aslinya ternyata daripada yang di tivi, #ngelantur

Bang Dika.
Udah kayak film-film Hero.
Yang jagoan selalu di akhir.
Bang Dika juga begitu.
Kebagian ngomong pas sesi terakhir.

Tapi memang dasar kawula muda masa kini.
Baruuu aja dia berdiri, belum megang mic padahal.
Udah pada jejeritan nggak jelas, termasuk saya
Semua langsung ngangkat Gawai-gawai canggih mereka.
Lampu blitz dari Gawai pada nyala semua.

Bapak Bupati ketje sampai bilang,
"Hebat sekali Mas Radit ini, tadi ketika saya bicara semuanya duduk anteng. Sekarang pas Mas Radit didepan semuanya sudah pada angkat-angkat Handphone."
Ya pokoknya begitu lah intinya.
Hahaha ya kali Pak, ini itu Raditya Dika Pak.
Artis yang followernya udah sepuluh juta lebih :D

Dia belum ngomong apa-apa aja kita semua udah ketawa nggak jelas.
Apapun acaranya kalo ada Bang Dika bawaannya ngelawak terus.
Berasa dia lagi stand up comedy :D

Bang Dika itu mulai karir dari blog.
Dia blogger yang aktif.
Karena katanya dia dulu suka nulis Diary pas SD.
Kebayang? Iya, Diary.

Sayang, pas sesi tanya jawab aku nggak kebagian.
Padahal nih udah teriak-teriak cantik sambil ngacung-ngacungin tangan persis lagi demo.
Tetep aja nggak dilirik, sempet ngeliat sih tapi ya gitu terabaikan.
Udah hopeless banget lah, nggak bakal bisa juga mau foto bareng.
Padahal udah pengorbanan banget buat dateng ke NGOPInet hari ini.
Ngorbanin helm si Donat yang ilang di ambil orang.
Moga-moga tuh maling jomblo seumur hidup.
Eh, Astaghfirullah.

Pesen yang bisa diambil dari Bang Dika tadi bahwa menulis itu nggak tergantung sama mood.
Yang namanya mood itu nggak ada, kata dia.
Semua tergantung kita.
Terus apa lagi ya tadi?
Laah malah nge-blank.
Banyakan ngelawak sih tadi.

Sebenernya nggak afdol banget dateng ke acara Raditya Dika tapi nggak bisa foto bareng.
Heran ya sama artis. Segitu susahnya.
Tab-nya Donat juga rasanya jadi useless banget.
Tapi nggak ding, masih bisa ngerekam kok tadi :D

Seperti kata pepatah.
Tak ada rotan akar pun jadi.
Tak ada Raditya Dika, MC dan Crew pun jadi, hahaha
Ini seriusan.
Jadi tadi pas baru duduk di Pendopo aku sama Donat cuman ngeliatin crew yang kecenya ugal-ugalan itu.
Nggak apa-apa deh nggak bisa foto sama Bang Dika, tapi setidaknya pulang ke rumah ada hasil lah. Walaupun foto bareng MC dan Crewnya aja. Nanti bisa minta tolong ke Mas Agus Mulyadi untuk ngeditin fotoku bareng Bang Dika. Mau ya Mas?

"Maaf cah ayu, aku sudah nggak ngedit-ngedit lagi."
Suara Mas Agus terdengar sayup-sayup.


Sooo crowd. Can you find me? :D

Karel Anderson. MC gokil :D

Selfie

Crew +detikinet 

Minggu, 19 April 2015

Just Green

April 19, 2015 0 Comments

Entah sejak kapan aku menyukai warna Hijau.
Dulu saat masih kecil aku sering mengisi biodata yang teman²ku beri
Biasalah jaman SD, kami saling mengisi biodata satu sama lain.
Apalagi waktu itu sedang trend yang namanya Buku Diary.

Dalam format biodata itu ada kolom "warna kesukaan" / "warna favorit".
Aku bahkan lupa apakah aku dulu mengisi warna Hijau ataukah warna lain.
Lucu saja, biasanya aku tidak pernah sesuka ini terhadap suatu hal.

Hijau.
Entahlah, aku hanya merasa warna ini sangat menyejukkan.
Aku teringat saat aku ulang tahun entah yang keberapa, ada teman yang memberiku kado sebuah buku harian, dan itu berwarna Hijau. Hijau muda.
And I loveeeee it so much :-)

Mungkin saja sejak saat itu aku jadi menyukai Hijau.
Hijau juga menurutku identik dengan alam, pohon² yang teduh, sawah yang terhampar.
Ah, aku terbayang hamparan sawah yang terbentang dibelakang rumah Embah yang sekarang sudah jadi perumahan.
Sayang sekali.

Hingga hari ini setiap aku melihat benda² berwarna hijau aku jadi childish sekali.
Bisa dipastikan aku akan bertingkah layaknya anak kecil :-D

Seperti dulu saat aku membeli sebuah Qur'an di Togamas. Aku memilih warna Hitam karena pilihan warnanya tersisa itu saja.
Esoknya ketika aku kembali ke Togamas untuk membeli buku, aku malah melihat Qur'an yang sama dengan warna Hijau yang indah sekali.
Huaaaaaa pingin rasanya pulang ke rumah lalu menukar Qur'an warna Hitam dengan warna Hijau.
Ada rasa sesal dan sesak.
Lebay kan? Memang.

Jas hujan, kotak makan, buku agenda, jepit rambut, pulpen, semuanya warna Hijau :-D
Tas ranselku saja yang tidak berwarna Hijau.
Agar jika kotor tidak terlalu terlihat hahaha :-D

Ya whatever that, I like Green.

Jumat, 17 April 2015

I'm Sorry

April 17, 2015 0 Comments

Aku tidak ingin ada pada situasi seperti ini. Aku mau kita baik-baik saja. Aku tidak ingin ada sesuatu. Aku mau semuanya hanya seperti ini.
Lihatlah, kau bahkan terlalu pengecut untuk mengatakannya. Kau buat seolah-olah ada orang lain yang menyimpan persaan terhadapku.
Padahal aku tahu bahwa kau sendirilah orangnya.
Ya, kau.

Kau tahu, bahkan aku sudah menganggapmu sebagai seorang saudara. Sebagai seorang sahabat. Kenapa hal seperti ini harus terjadi? Kenapa?

Aku selalu menahan diri untuk tidak berprasangka buruk. Aku selalu menarik diri dari perasaan-perasaan mengganjal ini. Tapi, sinyal yang kau berikan terlampau jelas. Sehingga aku tak bisa lagi membedakan.

Kenapa harus seperti ini?

Kau tahu sendiri.
Aku sudah menjadi kaku sekali setelah kejadian terdahulu. Aku bahkan tidak dapat melupakannya. Aku benci mengetahui sebuah fakta bahwa aku masih sangat membutuhkannya.
Cinta? Mungkin saja.

Kau tahu sendiri, kan?
Tembokku kian meninggi setelah kejadian tersebut. Aku yakin kau tidak akan sanggup melompatinya.
Aku bahkan sudah menceritakan padamu  perihal perasaanku padanya.

Bukan tidak mungkin suatu hari nanti, tapi tidak sekarang.
Whoever you are, I'm so sorry.