Sabtu, 29 Agustus 2020

Be Kind to Your Mind

Agustus 29, 2020 0 Comments

Apa, sih, satu hal yang selalu bisa membuat mood kalian kembali lagi? Hal yang selalu works saat kalian sedang sedih, bad mood, atau nggak semangat. Aku kira masing-masing dari kalian punya satu hal yang kalau kalian lakukan akan mengembalikan gairah hidup.

Bisa nonton film favorit, mancing, karaokean, masak, beres-beres rumah, traveling, atau menyendiri aja untuk sementara waktu.

Kenapa aku bahas soal ini? Karena aku jadi ingat dua tahun lalu saat masih kerja kantoran. Waktu itu aku menerima tawaran untuk menggantikan seorang teman yang akan resign. Seorang teman ini akan pulang ke kampung halamnnya sehingga jabatan dia tentu akan kosong.

Posisiku yang saat itu jobeless dan merasa harus memiliki aktivitas ekonomi yang tetap, maka aku terima tawarannya. Yang ada di kepalaku waktu itu hanya aku harus bekerja dan menabung untuk bisa memenuhi kebutuhan pribadiku sendiri dan membantu kebutuhan keluarga di rumah.

Mungkin karena sedari awal aku terlalu meyakinkan diriku sendiri bahwa suatu saat nanti aku akan betah dan menikmati pekerjaan ini, akhirnya aku menyerah di bulan ketiga. Sebuah perjuangan yang sangat singkat dan cenderung hopeless. Tiga bulan itu benar-benar aku jalani dengan tidak semangat dan apa adanya.

Aku ingat masa-masa tertekan karena pekerjaan di kantor. Aku ingat masa-masa aku berangkat ke kantor dengan tidak semangat dan selalu menghitung waktu. Aku ingat masa dimana aku berpura-pura mendengarkan dan berpura-pura antusias saat atasan memaparkan rencana-rencana perusahaan ke depan. Semua itu membuatku ingin menghentikan waktu sehingga tidak perlu ada hari esok.

Tapi, Tuhan memang adil. Di masa sulit itu aku menemukan hal-hal yang membuatku masih bertahan walau tiga bulan. Aku bertemu rekan kerja yang unik. Rekan kerja yang bisa membuat hari-hariku di kantor lebih ceria. Rekan kerja yang meski agak freak but honestly he was a very kindhearted person. Semua lelucon yang keluar dari mulutnya selalu bisa membuatku tertawa. Dan tentu hal itu bisa sejenak membuatku lupa pada tugas-tugas yang menumpuk.

Jika suatu hari dia tidak datang ke ruanganku, aku yang akan datang ke ruangannya dan melemparkan jokes sekadar untuk menghibur diriku sendiri. Sebegitu tertekannya aku.

Hal lain yang membuatku bisa bertahan meski hanya tiga bulan adalah radio. How come? Jika ada salah satu dari kalian yang merupakan penikmat OZ Morning Show zaman Coki Muslim, mari kita bergandengan tangan.

Jadi, (benerin posisi duduk) dulu waktu mereka masih siaran pagi di OZ Radio aku selalu mendengarkan mereka. Karena aku memang penikmat karya-karya Majelis Lucu Indonesia, jauh sebelum akhirnya mereka kena kasus. Kasus masak babi itu aja aku nonton saat sedang makan siang di kantor dan tentu saja terbahak-bahak, eh besok-besoknya malah viral.

Nah, setiap hari sebelum bekerja aku selalu sarapan di kantor sambil menikmati streaming OZ Morning Show. Acara yang dipandu Coki Muslim itu mengudara dari jam enam sampai jam sepuluh pagi. Demi apapun, aku merasa lega dan baik-baik saja saat mendengarkan mereka siaran. Semua beban yang ada di pundak rasanya berpindah entah kemana sehingga aku merasa lebih ringan.

Aku tidak pernah menyangka dampak dari siaran bisa begitu rupa. Coki dan Muslim memang tidak tahu jika di belahan bumi Indonesia ada seseorang yang hidupnya lebih ringan berkat celotehan mereka di radio, dan buatku mereka adalah penolong. Satu pagi aku pernah merasa bahagia sampai nggak tahu harus bagaimana. Saat akun twitter OZ Radio melempar sebuah pertanyaan untuk topik siaran.

Waktu itu aku rajin membalas twit-twit mereka dengan pengalaman pribadiku yang tentu relate dengan topik siarannya. Ada satu momen ketika Coki membalas twitku and it goes viral. Terlebih ketika twitku itu diudarakan dengan sangat jenaka oleh mereka. Itu adalah perasaan yang sulit aku jelaskan karena memang bahagianya susah dijelaskan oleh kata-kata.

Aku tahu ini agak berlebihan, tapi aku mengatakan kebenaran. Mungkin saat ini kita merasa hidup kita nggak berguna, tapi percayalah ada seseorang yang menghargai kehadiranmu di dunia ini. Ada orang-orang yang hidupnya tertolong berkat karya kalian, kita hanya nggak tahu siapa orang itu.

Setiap hari aku merasa senang meski hanya beberapa jam. Setiap hari aku selalu bersemangat mengerjakan deadline meski hanya sampai jam sepuluh. Saat OZ Morning Show selesai, aku kembali sadar pada realitas dan yaaa beban di pundakku datang lagi.

Oleh sebab itu, one day, kalau aku berkesempatan untuk bertemu dengan duo ckuakzzz itu aku akan menyampaikan rasa terima kasihku yang teramat besar atas peran mereka dalam perjalanan hidupku. Bagaimana mereka bisa menjadi penawar stres yang aku rasakan saat aku menjadi pegawai kantoran dulu.

Hal lain yang selalu bisa membuatku baik-baik saja adalah Running Man. Ya, Running Man yang variety show Korea itu. Aku lupa kapan tepatnya aku berkenalan dengan variety show yang satu ini. Yang jelas dulu Veni yang mengenalkanku pada mereka.

Sampai hari ini aku menulis catatan ini, mereka sudah mengudara sebanyak 517 episode dari tahun 2010. Tayang setiap Minggu malam di Korea mereka benar-benar memberikan banyak tawa pada penikmatnya. Running Man tidak pernah gagal membuatku tertawa atau bahkan menangis.

Sepuluh tahun lamanya mereka menghibur dan berlari sekuat tenaga untuk memberikan yang terbaik. Dari program ini kita bisa melihat makhluk yang sepanjang episodenya selalu konsisten pada image pengkhianatan dan kecurangan, dialah Lee Kwang Soo. Atau Yeo Jae Seok yang benar-benar ruh dari Running Man. Aku nggak paham lagi bagaimana bisa Tuhan menciptakan manusia dengan bakat menghibur yang luar biasa seperti dia.

Nggak heran kalau Coki Muslim punya tempat tersendiri di hatiku, karena mereka yang benar-benar menghiburku disaat sulit dulu. Running Man, meski Gary sudah tidak lagi bergabung dan diganti oleh dua anggota baru, akan selalu jadi andalan sampai kapanpun.

Kesehatan mental itu bukan sesuatu yang sepele. Jadi, mari lakukan hal-hal yang bisa membuatmu senang, bahagia, demi kesehatan mental yang terjaga.

Senin, 17 Agustus 2020

Psikopat Tapi Keren Banget!

Agustus 17, 2020 0 Comments

Aku memulai lagi aktivitas menonton beragam jenis film. Setelah awal-awal covid-19 dulu aku menamatkan beberapa film lama seperti The Hidden Figures, The Help, Queen of Katwe, dan lain sebagainya aku sempat hiatus dari aktivitas nonton film beberapa bulan. Selain karena aktivitas yang lumayan juga karena faktor M alias ya males aja kudu online berjam-jam buat nonton film.

Nah, dulu pas barter film sama Mbak Yiyi, aku diberi beberapa film yang belum semuanya aku tonton. Salah satunya adalah Gone Girl. Film tahun 2014 yang dibintangi sama ­aduh siapa ya aku lupa (padahal bisa browsing dulu) ini menceritakan tentang seorang istri yang pergi dari rumah saat hari jadi pernikahan mereka yang kelima.

Kebayang gak sih nggak ada angin apalagi hujan terus tiba-tiba istri kita ngilang gitu aja dari rumah pas anniversary. Dan hilangnya juga meninggalkan clue-clue udah kayak lagi main detektif-detektifan.

Aku mengakui bahwa terlambat banget menyadari ada film sekeren ini dan baru nonton di tahun 2020. It was really such an amazing movie! Sepanjang film aku nggak bisa untuk nggak bertanya-tanya dan mikir “wah gila ini perempuan piskopat tapi keren banget”.

Empat kata aneh yang harus aku keluarkan, psikopat tapi keren banget. Kan aneh, ya. Psikopat, tapi keren, keren banget malah.

Kalau kalian ketik di google dengan keyword rekomendasi film bertema psikopat maka kalian akan menemukan Gone Girl diantara sekian banyak film yang direkomendasikan.

Worth to watch, nggak? Worth banget menurutku. Tapi sekali lagi ada juga orang-orang yang nggak bisa nonton film dengan genre seperti ini, apalagi di Gone Girl juga ada beberapa adegan yang bikin kita nggak nyaman.

Dah ya, gaes. Kalau belum nonton sila ditonton. Bagus, dan ya meski nanti bakal bertanya-tanya sama endingnya kok bisa begitu nggak mau ada sekuelnya, nih?

Sabtu, 15 Agustus 2020

Jadi Baik Buat Diri Sendiri

Agustus 15, 2020 0 Comments

Habis gelap terbitlah terang. Badai pasti berlalu.

Tapi, siapa yang bakal menjamin kalau kita tetap hidup saat badai sudah berlalu atau saat gelap sudah berubah terang. Bisa jadi kita mati saat badai terjadi atau saat terperangkap gelap.

Maka, hiduplah dengan sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya. Jangan jahat sama orang lain kalau nggak mau dijahatin orang. Nggak usah hidup muluk-muluk kalau hanya membuat kita terseok-seok mencukupi segala hal. Baik sama orang meski balasannya nggak selalu sama seperti yang kita berikan.

Nggak usah mikirin apa kata orang biar nggak capek mikirin perasaan orang lain. Apa yang baik menurut kita belum tentu baik menurut orang lain, itu sudah jelas. Tugas kita cuma harus mengendalikan hal-hal yang bisa kita kendalikan biar hidup lebih ringan.

Misal, memilih apa yang mau kita baca, memilih apa yang mau kita ikuti di sosial media, memilih apa yang mau kita jadikan tontonan, mengendalikan pikiran positif kita, banyak lagi.

Nggak perlu berandai-andai apa yang akan terjadi di masa depan atau memikirkan kenapa ada orang yang jahat sama orang lain, karena itu adalah hal-hal yang nggak bisa kita kendalikan.

Ngomong mah gampang, ngejalaninnya susah. Nggak susah kalau kita serius mau coba. Nggak susah kalau kita serius mau berubah jadi lebih baik. Berubah jadi lebih baik bukan buat orang lain, tapi buat diri kita sendiri.