Jumat, 20 Desember 2013

STOP! Stigma dan Diskriminasi Terhadap ODHA

Desember 20, 2013 0 Comments
Apa itu Odha? Odha adalah sebutan untuk mereka yang mengidap HIV/Aids. Odha memiliki arti Orang Dengan HIV/Aids. Sebutan ini dianggap lebih baik dan manusiawi daripada harus menyebut mereka penderita/pengidap. Sebutan ini juga terkesan lebih halus dan diharapkan dapat membuat para Odha tidak merasa tersudutkan.

Kita semua tahu bahwa penularan HIV semakin meningkat di Indonesia. Hal ini secara otomatis juga meningkatkan jumlah Odha. Bukan lagi hanya peran pemerintah dan Dinas Kesehatan yang terus kita pertanyakan. Mulai dari diri sendiri untuk saling peduli terhadap sesama manusia. Membekali diri sendiri tentang apa itu HIV, cara menanggulanginya, dan cara penularannya. Sehingga dengan demikian diharapkan tidak ada lagi pemuda yang tidak tahu apa itu HIV.

Odha tidak sepatutnya mendapat stigma dan diskriminasi dari masyarakat. Mereka justru sangat membutuhkan motivasi dan dukungan dari orang-orang terdekat. Apalagi dukungan dari keluarga, itu sangat berarti bagi Odha. Kita tidak bisa menilai bahwa semua Odha adalah orang yang buruk. Karena bisa jadi mereka adalah korban. Jadi, jauhi virusnya bukan orangnya.

Kamis, 19 Desember 2013

Advokasi Desa

Desember 19, 2013 0 Comments
Nah, kalo yang ini terkait acara kampus :) PMAD namanya. Pelatihan Mahasiswa & Advokasi Desa. Keren yaa^^


Dari advokasi yang di ikuti di Dusun Andong, kami harusnya bisa mendapat banyak informasi yang belum banyak kami ketahui. Tentang masyarakatnya, kehidupan sosial maupun kebudayaannya. Di Dusun Andong saya tinggal bersama keluarga Bapak Sumantri. Karena terbatasnya waktu yang diberikan, saya hanya mendapat sedikit informasi mengenai Andong. Saya juga mendapat informasi berdasarkan apa yang saya lihat di sana. Dusun Andong merupakan dusun yang terletak di Desa Taman Suruh Kecamatan Glagah. Dusun ini memiliki 6 Rukun Tetangga (RW) dan 2 Rukun Warga (RW) dengan ± 500 jumlah penduduk.

Dalam pendampingan ini banyak permasalahan sosial yang timbul. Mulai dari aspek ekonomi, kesehatan, pendidikan maupun birokrasinya. Masyarakat Andong yang mayoritas bekerja sebagai petani hampir semuanya menanam padi di lahan mereka. Berdasarkan cerita dari pengalaman Pak Sumantri yang sudah empat kali gagal panen, saya mencoba untuk memberikan solusi dengan mencoba menanam semangka atau cabai. Namun, kata Bapak tanah di dusun Andong ini tidak cocok untuk menanam tanaman itu. Hal ini yang mungkin dapat menjadi perhatian kita, mencoba memberi pengetahuan kepada warga seperti Pak Sumantri tentang pemanfaatan tipe tanah yang ada di Andong. Sehingga warga Andong pun bisa mendapat hasil lain selain dari hasil menanam padi.

Fasilitas kesehatan di dusun ini juga masih perlu perhatian. Sebagian besar warga tidak mandi di kamar mandi, mereka lebih memilih mandi di sungai. Karena memang sungai di Andong ini masih sangat bersih. Tapi warga juga tidak mungkin selamanya akan mandi di sungai, jika kelak ada pembangunan di atasnya tentu sungai tidak lepas dari dampak pembangunan itu. Sungai menjadi kotor dan tercemar. Di Andong juga masih banyak keluarga yang belum memiliki sanitasi. Hal ini disebabkan karena letak geografis yang menyulitkan untuk membuat sanitasi. Tanah disana jika digali beberapa puluh senti saja sudah mengeluarkan air. Sedangkan ukuran ideal untuk membuat sanitasi adalah ± 2 meter. Fasilitas kesehatan lainnya yang patut mendapat perhatian adalah bangunan Posyandu. Bangunan itu kurang mendapat perhatian yang layak. Fasilitas di dalamnya pun sudah banyak yang tidak berfungsi. Hal ini justru akan membuat warga kurang nyaman ketika datang ke Posyandu.

Pendidikan di Andong saya rasa sama seperti pendidikan di desa pada umumnya. Bangunan sederhana dengan fasilitas seadanya. Hanya saja di sini banyak didominasi pemuda yang putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi karena mereka lebih memilih bekerja. Ada hal menarik yang membuat saya salut dengan salah satu pemuda disini. Bapak Sumantri memiliki cucu yang masih memiliki semangat untuk menempuh pendidikan hingga Perguruan Tinggi. Namanya Lia Apri Lina, dia duduk di kelas satu di salah satu SMK Negeri yang ada di Banyuwangi. Ketika teman-teman seusianya tidak lagi memikirkan pendidikan yang lebih tinggi, Lia justru sebaliknya. Menurutnya, pendidikan adalah segalanya. Lia tidak ingin seperti teman-temannya yang lain. Walaupun keinginan Lia ini bertolak belakang dengan Kakek dan Neneknya. Kakek Lia (Bapak Sumantri) tidak sampai hati jika harus melepas Lia untuk kuliah di luar kota. Dan juga Bapak Sumantri masih memikirkan darimana biaya untuk kuliah, sedangkan dirinya hanya bekerja sebagai petani.

Dari situlah kemudian saya berbicara pada keluarga ini bahwa pemerintah kita sudah memberikan banyak peluang untuk anak-anak yang ingin melanjutkan sekolah ke Perguruan Tinggi. Pemerintah kita membuka banyak beasiswa yang bisa di manfaatkan. Pemerintah Banyuwangi juga memiliki besiswa “Banyuwangi Cerdas”. Lia bisa kuliah tanpa harus memikirkan biaya, justru dia yang akan di bayar oleh pemerintah setiap bulannya. Di sekolah juga ada fasilitas BK (Bimbingan Konseling) yang menyediakan informasi mengenai beasiswa. Saya menyarankan Lia untuk sering-sering berkunjung ke ruang BK dan konsultasi kepada petugas layananan. Apalagi sekolah Lia –yang dulu juga almamater saya- adalah salah satu sekolah yang paling getol untuk menginformasikan beasiswa kepada murid-muridnya. Sekarang semua kembali pada siswa, mereka yang memiliki kemauan pasti akan mendapat hasil yang memuaskan.


Itulah pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Pengalaman yang membuat saya lebih mandiri, disiplin, menghargai hidup, bertanggung jawab, menjadikan saya lebih dewasa dan bijaksana dalam menjalani kehidupan. Melalui kegiatan ini saya tidak hanya sekedar mendapat penglaman, tapi juga mendapat ilmu dan juga mendapat keluarga baru. Keluarga yang selalu ramah dan rendah hati. Keluarga sederhana, keluarga biasa tapi bagi saya mereka luar biasa.

This is it^^



Waktunya pulaang. Sedih :(

Merdeka!

Minggu, 01 Desember 2013

My Pict

Desember 01, 2013 0 Comments
Lagi pingin post foto-foto. Tulisannya nanti dulu :D

Salah satu bentuk rasa peduli terhadap lingkungan. Bersih-bersih air terjun di desa Kampung Anyar. Sebenernya lebih banyak eksisnya daripada bersih-bersihnya :D Hahaha

Dan juga mengimplementasikan semboyan "Hablum minannas Hablum minAllah"





Diana dan Dwi. Mereka berperan sebagai Tour guide :D





Yang di belakang saya imut banget :D


Dimanapun dan kapanpun tetep eksis. #selama masih ada kamera :D




Selasa, 24 September 2013

Partisipasi Pemuda Dalam Pembangunan (Kabupaten Banyuwangi)

September 24, 2013 0 Comments
Baik buruknya suatu bangsa dilihat dari kualitas pemudanya. Tergantung pada karakter dan moral pemudanya. Sampai-sampai untuk menggambarkan betapa berharganya pemuda sebagai aset suatu bangsa, Presiden Soekarno pernah mengatakan “Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncangkan dunia”. Pemuda adalah simbol kekuatan, masa depan dan harapan suatu bangsa.
Pemuda memiliki tipe pemikiran yang kritis dan kreatif. Mahasiswa yang merupakan bagian dari pemuda tentu tak lepas dari sifat ini. Kita bisa melihat bahwa perubahan-perubahan besar banyak dilakukan oleh para pemuda. Seperti halnya sumpah pemuda, kebangkitan nasional bahkan reformasi. Semua itu tak luput dari peran pemuda. Pemuda adalah identitas suatu bangsa, merupakan penerus generasi terdahulu untuk mewujudkan cita-cita suatu bangsa. Pemuda lah yang menjadi harapan dalam setiap kemajuan bangsa. Kaum muda memiliki daya berfikir yang khas. Mereka menggunakan idealismenya untuk melakukan perubahan-perubahan dalam suatu bangsa atau dalam lingkungan masyarakat. Kritis dalam melihat masalah-masalah dalam masyarakat dan mampu memberikan solusi yang tak jarang tidak terpikirkan oleh generasi-generasi yang lebih tua. Banyak terobosan baru yang mereka buat karena pemuda memiliki cara pikir yang berbeda.
Pemuda/mahasiswa dahulu berbeda dengan mahasiswa saat ini. Dari cara berpikir, pergaulan/gaya hidup dan cara mereka menyelesaikan masalah. Pemuda zaman dahulu lebih berfikir secara rasional dan jauh ke depan. Dalam arti, mereka tidak asal dalam berpikir maupun bertindak. Mereka akan merumuskan secara matang dengan memperhatikan dampak-dampak yang akan timbul dalam berbagai aspek. Dahulu Mahasiswa sangat dekat dengan masyarakat. Mereka terjun dalam masyarakat dan merangkul mereka. Bertanya tentang masalah apa yang sedang dihadapi masyarakat saat itu. Mencoba memberikan kesempatan pada masyarakat untuk mengeluarkan unek-uneknya. Dan disinilah peran mahasiswa sesungguhnya. Menjadi agent of change dan social control. Mengisi kekosongan dalam tubuh masyarakat, yaitu peranan dalam kepemimpinan dan kepeloporan dalam melakukan perubahan sosial bagi masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik.
Jauh berbeda dengan mahasiswa zaman sekarang. Mereka lebih menjadi mahasiswa yang pasif. Datang ke kampus, duduk, belajar kemudian pulang. Begitu seterusnya, mereka juga jarang masuk ke dalam organisasi-organisasi di kampus. Peran pemuda saat ini dalam sosialisasi bermasyarakat menurun drastis. Mereka lebih mengutamakan kesenangan untuk dirinya sendiri dan lebih sering bermain-main dengan kelompoknya. Masih terkesan acuh dengan masalah-masalah sosial di lingkungannya. Seakan tidak perduli dengan fenomena-fenomena sosial yang terjadi di sekitar mereka. Pemuda saat ini telah terpengaruh ke dalam pergaulan bebas, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkotika bahkan kemajuan teknologi yang seharusnya bisa memfasilitasi mereka untuk menambah wawasan atau bertukar informasi justru disalahgunakan. Mereka menggunakan internet tidak pada porsinya. Padahal dulu pemuda lah yang berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan-kegiatan di masyarakat seperti acara keagamaan, peringatan Hari Kemerdekaan, kerja bakti, dan lain-lain. Seandainya saja pemuda generasi terdahulu masih hidup pasti mereka sedih melihat pemuda-pemuda sekarang ini yang lebih mementingkan kesenangan pribadi. Generasi yang menjadi harapan mereka untuk melanjutkan perjuangan, tidak lagi memiliki semangat nasionalisme. Kesan mahasiswa zaman sekarang di mata masyarakat hanyalah anarkis, demo dan kekerasan. Kita harus bisa mengubah pemikiran masyarakat tentang mahasiswa masa kini.
Pemuda/mahasiswa dapat memulai aksinya berdasarkan dari masalah-masalah yang ada pada suatu daerah, maupun potensi besar yang belum teroptimalkan secara maksimal yang bahkan bisa menjadi senjata untuk daerah tersebut. Baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, pangan, pertanian, sosial, budaya maupun pemerintahan. Dalam bidang sosial politik pun keberadaan pemuda menjadi pusat perhatian dan ajang perebutan simpati. Ide-ide yang disuarakan oleh kaum muda sering dianggap sebagai suara rakyat. Hal itu dikarenakan ide-ide kaum muda selalu mencerminkan isi hati dari rakyat bawah.
Dalam kesempatan ini, saya akan mengulas tentang Pemuda-pemuda dan cara mereka untuk ikut berperan dalam pembangunan di Kabupaten Banyuwangi. Banyuwangi mempunyai banyak potensi, baik itu sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Hal ini lah yang perlu di kelola dengan baik, pengelolaan yang baik membutuhkan peran serta pemuda Banyuwangi.
Contoh dalam bidang ekonomi misalnya, kita tahu bahwa di Songgon adalah daerah penghasil buah Durian. Selama ini kita hanya menikmati buahnya begitu saja, padahal jika di manfaatkan lebih baik lagi, bagian-bagian dari buah Durian itu dapat di manfaatkan. Berdasarkan permasalahan tersebut Mahasiswa yang baik akan dapat mengubah permasalahan seperti itu menjadi potensi yang besar. Dia akan melakukan riset untuk menciptakan produk baru dengan menggunakan bahan baku durian. Sehingga durian itu dapat bermanfaat secara optimal. Biji buahnya dapat di manfaatkan kembali menjadi kripik dan kulit durian itu sendiri bisa digunakan untuk kerajinan. Sehingga hal ini dapat membuka peluang usaha baru yang nantinya menyerap tenaga kerja dan dengan begitu pengangguran dapat dikurangi.
Contoh lain, pada suatu daerah yang memiliki masalah pada banyaknya sampah padat dan cair yang tidak tertangani dan akhirnya menumpuk di beberapa tempat. Hal semacam ini tentu akan mengganggu pemandangan, menimbulkan bau yang tidak sedap, mengganggu kesehatan, menjadi ancaman banjir apabila menyumbat beberapa saluran air. Mahasiswa atau kelompok mahasiswa dapat memberikan solusi dengan memberdayakan masyarakat untuk menangani atau mengolah sampah organik. Dampak yang akan terlihat tentu berkurangnya volume sampah secara signifikan. Merubah sampah organik menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan, ataupun mengolahnya menjadi biogas yang memiliki kegunaan dan bernilai jual. Hal ini juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang sampah.
Pemuda/mahasiswa juga dapat berperan dalam membangun Kabupaten Banyuwangi menjadi kabupaten yang lebih baik dimulai dari pendidikan anak-anak Banyuwangi. Seperti yang kita tahu, masih banyak sekali anak-anak di Banyuwangi ini yang belum bisa mengenyam pendidikan. Mereka terbelenggu pada keadaan ekonomi keluarga yang memaksa mereka menghabiskan masa kanak-kanaknya dengan bekerja membantu orang tua. Mahasiswa dapat memberikan kontribusi mereka pada hal ini, dengan mengunjungi kecamatan-kecamatan yang masih tertinggal. Memberikan pengetahuan-pengetahuan kepada anak-anak yang tidak bersekolah atau putus sekolah. Menyumbangkan buku-buku bekas yang layak pakai. Setidaknya jangan sampai ada anak yang masih buta huruf. Kita juga tahu bahwa Banyuwangi sudah mulai membangun Sekolah Pilot Negeri di kawasan Bandara Banyuwangi. Hal ini menandakan pembangunan di Banyuwangi sudah mulai meningkat. Dengan didirikannya sekolah ini diharapkan banyak pemuda Banyuwangi yang belajar di dalamnya akan menjadi Pilot yang berkualitas. Yang berarti, mereka para kaum muda memberikan partisipasinya untuk membangun kualitas Sumber Daya Manusia di Banyuwangi.
Mungkin hal-hal seperti itulah yang dapat dilakukan oleh pemuda untuk menjadikan Banyuwangi atau daerah-daerah lain menjadi lebih baik, lebih produktif dan lebih makmur. Banyuwangi yang notabene sebagai The Sunrise of Java harus bisa menginspirasi atau harus bisa menjadi teladan yang baik bagi kabupaten-kabupaten yang lain. Jangan biarkan Banyuwangi di pandang remeh dan di anggap enteng. Kita tunjukkan kualitas Kabupaten Banyuwangi dengan menjadi pemuda yang berkelakuan baik, menjadi pemuda yang aktif dalam beraspirasi, menjadi pemuda yang taat akan aturan dan norma yang berlaku dalam masyarakat, menjadi pemuda yang membekali diri mereka dengan iman yang dipercaya masing-masing. Pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang mampu melahirkan pemimpin yang melebihi kemampuannya.
Sebagai pemuda kita harus sadar negara ini membutuhkan ksatria untuk mewujudkan kesejahteraan di lingkungan masyarakat. Mungkin di mata kita pemerintah sendiri tidak cukup baik mengusahakan kesejahteraan bangsa ini, tapi kita tinggal di negeri ini. Baik buruknya negeri ini secara langsung maupun tidak pasti akan berdampak dengan kehidupan kita di negeri ini. Jadi jangan hanya bisa mengkritik, menyalahkan, menghina atau mencela saja. Itu semua tidak bisa membangun negeri kita, terjun dan belajar langsung dari kehidupan di sekitar kita. Jadilah pemuda yang perduli terhadap bangsa dan lingkungan sekitar dan jadilah pemuda yang senantiasa melandasi diri dengan Pancasila. Jangan menjadi pemuda yang NATO (No Action Talk Only). Pemuda diharapkan mampu bertanggung jawab dalam membina kesatuan dan persatuan NKRI, serta mampu mengamalkan nila-nilai yang ada dalam Pancasila agar terciptanya kedamaian, kesejahteraan umum serta kerukunan antar bangsa.
Sejarah tidak berhenti pada satu generasi. Sejarah akan terus menghadirkan tokoh dan pemimpinnya. Sejarah pula yang akan membuktikan apakah seorang pemimpin akan tercatat dengan menggunakan tinta emas atau tinta hitam yang penuh bercak. Lawan penindasan dan eksploitasi, sudah saatnya kaum muda memimpin dan menyelamatkan bangsa.

Semoga negara kita ini tetap bersatu seperti slogan budaya bangsa yang tersirat dalam Bhineka Tunggal Ika. Berkaryalah pemuda-pemudi Indonesia, majukan negara kita dengan inovasi-inovasi baru, dengan kreatif, percaya diri, jujur, dan berjiwa sosial membangun daerah dengan semangat juang tinggi dalam membangun bangsa. Jadilah Soekarno dan Moh Hatta berikutnya yang memiliki semangat juang tinggi dalam membangun bangsa.

Sabtu, 07 September 2013

Malam Inagurasi

September 07, 2013 0 Comments
Assalamu'alaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh :)

Maklum lagi seneng, jadi lengkap deh ucap salamnya.

Semalem itu acara Inagurasi di kampus :) Aku kira acaranya bakal biasa-biasa aja, yah paling juga band-band gitu. Tapi ternyata di luar perkiraan, seru banget acaranya. Apalagi di pandu sama MC yang notabene adalah penyiar Radio di Banyuwangi. Mereka berdua sumpah kocak abis :D

Banyak hal-hal menarik yang terjadi semalem. Salah satunya berhubungan sama namaku. Kok bisa??? #bisa donk, apa sih yang nggak bisa :D
Jadi gini nih ceritanya, aku punya 2 temen baru yang sama-sama dari Bali. Satunya namanya Mey dan yang satu namanya Diana. Nah loh, itu kan kalo digabungin jadi namaku?? #iyya, nggak percaya??
Namaku kan Mey Diana Isfandari :) jadi tinggal cari Isfandarinya aja deh, baru pas :) #nggak pake mantap tapi.

Enggg, apa lagi yaa yang mau di ceritain ??? #mikir =_____________=

Oh yaaaaa #tuing tuing tuing, lampu dop diatas kepala bersinar :D
Ini tentang vokalis kece nan badai :D
Haduuuh, udah keren, tinggi, ganteng, putih pula. Nikmat terindah yang Tuhan kasih semalem ya itu. Makhluk Tuhan paling kece :D #maaf agak lebay.

Aku sama temenku yang namanya Mey itu sampek kaya orang lupa diri. Dua Mey jingkrak2 nggak karuan di tengah2 lautan berwarna merah. Dan pada akhirnyaaa .... Mey lost her handphone !!! Iyaaaaaa, dia kehilangan handphonennya. Lucu banget liat dua Mey panik nggak jelas. Aku nggak berhenti-berhenti buat misscall-in nomernya Mey. Si Mey sendiri sibuk cari di dalem tasnya.

Singkat kata singkat cerita, handphonne si Mey ketemu. #durasi men, biar nggak bosen bacanya :D
Pokonya handphone Mey di pegang orang yang baik hati deh :)

Insiden handphone selesai :) :) :)

Mentor kelompokku juga baik-baik. Ada mbk Devi yang always keep smile. Dan mas Arif yang aku tau namanya justru pas acara Inagurasi hampir selesai #dasar junior kurang di hajarr nih :D
Pokoknya seneng deh semalem itu :)

Biar readers nggak penasaran sama acaranya, aku upload nih fotonya buat anda-anda semua :) Cekidott ^__^


Ini pas acara mau mulai, yang pake jas itu panitianya.
Mentorku yang paling depan sendiri #narsis yeee :)
Tuh, yang pake jilbab belakang sendiri yang namanya Mey.
Depan Mey namanya Mila. Yang terakhir aku deh :)


Ini nih mentorku yang namanya Mbak Devi, depan sendiri :)



Dua aja deh fotonya, soalnya yang lain agak blur :D

Oke, cerita hari ini itu aja. Senin besok masih ada Ospek Fakultas -_-
Semangaaat.

Wassalamu'alaikum :)

Selasa, 03 September 2013

Lirik Lagu "Kelopak Sakura" By Ades Saputra

September 03, 2013 0 Comments
Assalamu'alaikum sahabat-sahabat Mey dimanapun kalian berada :)

Kemarin Mey sempat chatting dengan teman SMK Mey, dia menuliskan beberapa bait lagu yang di adopsi dari lagu Jepang milik Idol Group AKB48, tau kan AKB48?

Lagu yang berbahasa Jepang itu kemudian di buat versi Bahasa Indonesia oleh Sister Group mereka yaitu JKT48. Judul lagunya Kelopak Sakura. Sumpah deh, lagu Kelopak Sakura ini bener-bener mengingatkan Mey atau temen-temen dengan kenangan-kenangan indah saat SMK. Bahkan Mey sampe nangis, mungkin sedikit lebay #tapi fakta berbicara :)

Temen Mey itu merekomendasikan lagu yang memang bagus banget. Akhirnya Mey pun download lagu Kelopak Sakura tapi yang versinya Andes Saputra. Versi ini pun liriknya sangat emosional dan nggak kalah bagus sama versi sebelumnya.


Ini dia lirik lagunya ----

Di dekat salah satu candela tergantung sebuah kalender
Menandakan waktu yang masih tersisa
Didalam kelas ku lihat semua teman-teman sekelasku
Entah mengapa mereka terlihat dewasa

Dengan masa depan masing-masing
Kita memulai perjalanan kita
Dan di punggung kita
Terkembang sayap harapan

Setiap kali bunga sakura bermekaran
Disuatu tempat lonceng harapan pun bergema
Selalu percaya hari esok
Kita melangkah dengan berani

Setiap kali bunga sakura bermekaran
Disuatu tempat seseorang tengah berdoa
Untuk datangnya hari esok
Yang kita gapai dengan usaha
Kita sendiri

Ada kalanya kita bertangkar dan menangis bersama
Namun sekarang kurindu semua itu
Di saat suka maupun duka
Kita tlah lalui bersama
Di setiap saatnya ku tak pernah sendiri

Di dalam foto kelulusan kita
Ku tunjukkan snyumanku
Namun disaat musim berganti, sayonara

Setiap kali air mata menetes keluar
Kuterus berjalan dan membiarkannya berjatuhan
Kutarik nafasku dalam-dalam
Dan melihat ke langit yang biru

Setiap kali air mata menetes keluar
Mengingatkanku akan setiap memori terindah
Dan juga impian di depan mataku
Dan bersama kita pasti bisa menggapainya

Semoga bisa membantu dan bermanfaat yaa :)

Wassalamu'alaikum ..

Senin, 02 September 2013

Harga Sepotong Roti

September 02, 2013 0 Comments

Assalamu'alaikum :)


Sudah lama ndak nulis lagi. Hari ini saya dapat ide untuk mem posting sebuah tulisan yang menurut saya bagus sekali. Berawal dari tugas sekolah adik saya, mau tidak mau saya dan adik diharuskan untuk membeli sebuah majalah. Majalah lama memang, tahun 2012, tapi kisah-kisah di dalamnya sangat inspiratif. Saya juga berfikir andai jika saya sudah punya anak kelak, setiap akan tidur pasti saya akan membacakan beberapa kisah-kisah yang membuat mereka lebih menghargai hidup :) Itu cita-cita :)


Yuk, daripada berlama-lama, kita langsung ke TKP *nah loh :D



Di sebuah toko roti berjajar berpuluh-puluh roti. Bentuknya beraneka macam, dan isinya pun beragam. Ada roti selai, roti daging, roti sosis, roti nanas dan masih banyak lagi. Melihat penampilannya saja, air liur kita bisa menetes.

Di salah satu sudut lemari kaca, tempat roti dipajang, terdengarlah obrolan
"Hai, Bolu, kapan kamu akan laku?" tanya Pie Apel yang berenda-renda tubuhnya, dengan nada menyindir. Bolu yang gendut dengan tubuh belang coklat hanya tersenyum.

"Kue murahan sepertimu, paling-paling hanya dibeli orang biasa." sindir Pie Apel. Bolu mengernyitkan dahinya. "Apa ada orang yang luar biasa?" godanya kemudian. Pie Apel terbelalak. "Ah, bodohnya kau ini. Tentu saja ada! Sstt... mereka itu orang-orang kaya dan berduit. Mereka sudah bosan dengan penampilan dan rasamu. Kalau aku...," Pie Apel mengangkat dagunya, "penampilanku pasti sesuai bagi mereka yang bercita rasa tinggi."

Bolu akan menyahut, namun dibatalkan. Dua orang Ibu masuk ke dalam toko. Yang satu bertubuh subur dan sederhana. Satunya lagi cantik, langsing dan kelihatan kaya. Ibu yang gemuk membeli Bolu dan Ibu yang langsing membeli Pie Apel. Ketika pembayaran di kasir, Pie Apel mencibir.
"Benar kan? Apa kataku tadi?"

Bolu diam saja. Ia telah berada di dalam kantung plastik. Bolu bertanya-tanya, akan dinikmati oleh siapa dirinya nanti. Tubuhnya bergoyang-goyang dalam kantung plastik.

Bolu tiba di sebuah rumah sederhana. Ia disambut oleh tiga anak kecil yang manis-manis. Mereka memperebutkan dirinya. Ah, mengapa Ibu itu hanya membeli sebuah roti?
"Tenang, jangan berebut begitu. Uang Ibu hanya cukup untuk membeli sepotong roti. Kita bagi sama-sama ya." Ibu itu menasihati ketiga anaknya. Lantas, beliau membagi Bolu menjadi tiga bagian sama besar. Masing-masing anak mendapat bagian. Bolu tersenyum bahagia. Ia senang karena anak-anak itu menyukainya. Dalam hati Bolu berkata, mudah-mudahan Ibu ini diberi banyak rezeki, agar bisa membelikan roti Bolu lagi untuk anak-anaknya.

Lain halnya dengan Pie Apel. Ia tidak dimasukkan dalam kantung plastik. Tapi dalam kardus kecil yang bagus. Kata si Penjual, agar tubuhnya tidak rusak tergesek plastik. Pie Apel girang bukan main. Ia membayangkan akan dinikmati oleh keluarga kaya.

Pie Apel dibawa Ibu langsing itu naik mobil mewah. Mereka tiba di sebuah rumah dengan pagar setinggi dua meter. Pie Apel diletakkan di atas meja makan berbahan kayu jati. Sampai sore, tak ada seorang pun yang menyentuhnya. Sampai akhirnya, seorang anak gadis dengan rambut di kuncir datang dan mengambilnya. Gadis itu menggigit sambil berjalan ke halaman.
"Uh, bosan! Aku bosan makan roti seperti ini terus." keluh gadis kecil. Ia melemparkan Pie Apel ke dalam keranjang sampah begitu saja.

Pie Apel terkejut. Ya Tuhan, belum pernah ia di perlakukan seperti ini sebelumnya. Pie Apel sedih. Ia pasrah ketika pembantu dirumah itu membuangnya ke tempat sampah, di pinggir jalan. Sebentar lagi dia akan diangkut oleh truk sampah.

Pie Apel masih memikirkan nasibnya yang malang. Tiba-tiba seorang pengemis datang, dan mengais-ngais tempat sampah itu. Pengemis menemukan dirinya. Setelah tubuhnya dibersihkan dari kotoran, pengemis itu membungkusnya dengan kertas koran. Pie Apel menutup hidungnya. Uh, bau pengemis ini lebih busuk dari bau tempat sampah tadi.

Pie Apel menurut saja dibawa pengemis itu ke suatu tempat. Ketika sampai, Pie Apel terkejut. Anak-anak kecil duduk berderet-deret di lorong pasar yang sempit, gelap dan bau. Tempat itu rupanya dijadikan tempat singgah para pengemis jika hari telah gelap.
Pie Apel diberikan kepada seorang anak kurus yang kumal. Dengan sigap anak itu melahapnya. Pie Apel tertegun. Kasihan... Dia begitu rakus menikmati dirinya. Pie Apel menjadi sadar. Buat apa dia menyombongkan dirinya di hadapan Bolu. Apalah arti dirinya jika tidak bisa membuat orang lain menyukainya.


Oleh      : BE. Priyanti
Sumber  : Majalah MENTARI Edisi 638 Juni 2012

Jumat, 19 Juli 2013

25 Kata Bijak Mario Teguh

Juli 19, 2013 0 Comments
Assalamu'alaikum * yg muslim wajib jawab ! :D

Sudah lama ngga nulis lagi, kemarin2 lagi ada masalah.
Sekarang aku akan posting tentang kata-kata bijaknya Om Mario Teguh . Disini saya bakal post hanya 25 kata . Yuk, MT Lovers cekidot ---





1. Mengeluh tidak mengubah apapun, bersedih tidak ada gunanya. Tegapkan tubuhmu, kuatkan hatimu, bertindaklah.

2. Syukurilah masa lalu, hiduplah sebaik-baiknya hari ini dan berjayalah dimasa depan anda.

3. Orang yang tak menyukaimu itu tidak mewakili dunia. Dunia ini lebih luas daripada hati buruknya. Abaikan!

4. Kita mungkin tidak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan. Tapi jika hati kita jernih, kita akan melihat bahwa sebagian besar dari yang kita dapatkan lebih baik daripada yang kita inginkan.

5. Janganlah terlalu berkecil hati. Sebagaimana berantakan pun masa lalu anda, masa depanmu masih bisa kau rapikan.

6. Bernafaslah dengan nama Tuhanmu disaat engkau berbaring atau bangun, dan kesejahteraanmu akan dibangun dengan rezeki yang datang dari sudut-sudut yang tidak engkau ketahui sebelumnya.

7. Mulut yang kasar adalah corong dari hati yang kusam.

8. Lihatlah masa lalu, dan perhatikan betapa banyak hal yang dulu kita bela mati-matian yang ternyata tidak penting.

9. Jangan menilai orang dari masa lalunya, karena kita semua sudah tidak hidup disana. Semua orang bisa berubah, biarkan mereka membuktikannya.

10. Sebenarnya tantangannya bukan me-manage waktu, tapi me-manage diri kita sendiri.

11. Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin. Dengan mencoba sesuatu yang tidak mungkin, kita akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin kita capai.

12. Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas,yang mendahulukan istirahat sebelum lelah.

13. Kita lebih menghormati orang miskin yang berani daripada orang kaya yang penakut. Karena sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa depan yang akan mereka capai.

14. Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan. Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap kita tepat dan tidak ada yang bisa menolong bila sikap kita salah.

15. Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan yang kemudian kita dapat.

16. Setiap orang bisa berbahagia kapan saja, dimana saja. Karena kebahagiaan adalah kesederhanaan hati, tak tergantung pada apapun.

17. Perasaan Takut Kecewa hanya akan membuat kita takut untuk menatap masa depan.

18. Hargai orang lain siapapun itu, dan jangan pernah menaruh dendam kepada siapapun. Isi setiap harimu dengan kebahagiaan.

19. Ketika kita menghindari masalah, ia akan bersama kita lebih lama. Hadapilah, dan ia akan membantumu lebih bijaksana.

20. Keindahan manusia yang sesungguhnya bukanlah dari wajah dan perhiasan yang dikenakannya, akan tetapi dari hatinya.

21. Rendahkan hatimu dihadapan Tuhan dan sesama, maka Tuhan akan meninggikanmu melebihi dari yang kamu pikirkan dan doakan.

22. Jangan menghindari kesalahan, hindarkanlah diri dari melakukan kesalahan yang sama.

23. Banyak mengkritik diri sendiri lebih menguntungkan daripada sibuk mengkritik orang lain.

24. Tuhan menciptakan satu mulut dan dua telinga, itu artinya kita harus lebih banyak mendengarkan daripada bebicara.

25. Selalu Optimis memang tidak menjamin keberhasilan, tapi tetap lebih baik daripada selalu Pesimis.


Oke, diatas adalah 25 kata bijak dari motivator Indonesia kita Mario Teguh.
Wassalamu'alaikum ...

Rabu, 03 Juli 2013

Fakta My Name Is Khan

Juli 03, 2013 0 Comments
Assalamu'alaikum Wr. Wb...

Aaa, akhirnya saya nulis tentang Bollywood. Karena kemaren saya udah menguak tentang fakta dari film Laskar Pelangi, maka kali ini saya akan posting fakta dari film My Name Is Khan dengan starring 2 pemain favorit saya. Best Couple dunia dan akherat, hahaha. Shahrukh Khan dan Kajol atau biasa disebut SRKajol.

Cekidot !





- SRK pernah mengalami kejadian yang sama seperti Rizvan di MNIK (My Name Is Khan). Ia beberapa kali diperiksa secara belebihan di bandara London. #Ihh, ngga baik loh Pak berlebihan itu# SRK kembali mendapat perlakuan serupa ketika kembali ke Amerika untuk keperluan promosi MNIK. "Sebelum kejadian 11 September saya menggunakan nama saya untuk mempermudah semua urusan di Bandara. Tapi sekarang nama saya malah mempersulit urusan di Bandara." Ujarnya kecewa. #Oooh, big hug Khan :D

- Karan Johar memaksa SRK membuat akun Twitter untuk promosi MNIK. Setelah membuka akun twitter pada 3 Januari 2010, jumlah pengikutnya mencapai 10 ribu dalam 15 jam, dan bertambah menjadi 100 ribu dalam 15 hari. #Waduuuh hebat kali, lah aye yang udah punya twitter dari jaman baheula pengikutnye masih 11 aje. Bener2 dah -_- La kok jadi betawian gini :D

- SRK mendalami karakter Rizvan Khan sebagai penderita Asperger Syndrome hingga kerumahnya. #Jangan pada kaget aja ya orang yang dirumah :D



- Peran Zakir sebelumnya dipercayakan pada aktor Amir Bashir, tapi karena visanya ditolak maka Jimmy Shergil lah yang menggantikan peran Rizvan. #Gapapa kok, tetep oke :D

Amir Bashir


- Shabana Azmi sebenarnya akan memerankan sebagai Ibu dari Rizvan, tapi karena ada jadwal Syuting yang tidak bisa ditunda maka digantikan oleh Zarina Wahab.

Shabana Azmi


- Peran Mandira sebelumnya jatuh pada Kareena Kapoor, tapi ketika Kajol menyetujui script yang diberikan, Karan pun lebih memilih Kajol. #Yaiyalaaah, mereka kan udah kaya Trio Kwek-Kwek. Tapi akting Kareena di Ra.One pun sangat Ok.

- Selama syuting di Amerika, Kajol membawa serta putrinya (Nysa) yang berusia 7 tahun. Setiap kali Kajol harus beradegan sedih atau menangis, Nysa menutup mata, tak mau melihat Ibunya sedih. #Oh Nysa, tenanglah. Aku pun tak tega melihat Ibumu menangis.

- Karan Johar dan Shibani Bhatija mewawancarai langsung penderita Asperger Sydrome, Chris dan Gisela Slater Walker. Kisah romantis mereka menginspirasi KJo untuk bagian pertama MNIK.

- Karan Johar sempat mengkhawatirkan isu flu babi saat syuting di Amerika.

- Rumah Zakir di San Fransisco adalah rumah yang sama yang digunakan syuting exterior di film Full House.

- Ini adalah film ke-6 yang mempertemukan antara Shahrukh dan Kajol. #Emang kalo yang namanya best couple itu film2nya pada hits yah :D



- Syuting MNIK diambil di beberapa kota besar seperti San Fransisco, Los Angeles dan Wasington DC. Namun bagi Kajol yang paling berkesan adalah saat syuting disebuah kota kecil di pinggiran San Fransisco yang memiliki pemandangan indah. #Untung ngga di pinggiran jalan yah Kads :)

- Masih ingat dengan Mama Jenny dan si rambut lucu "Joel" yang tinggal di kota Wilhemina dan terkena badai, itu ternyata hanya kota settingan yang dibuat di Mumbai. Untuk keperluan banjir, didatangkan air dari 20 tangki air selama 10 hari berturut-turut. Masing-masing tangki berisi 12 ribu liter. Padahal saat itu di  Mumbai sendiri sedang mengalami kekeringan. #Waduuh, sayang banget yyaa ...


Beberapa foto terkait My Name Is Khan.

















Itu dia sekilas tentang My Name Is Khan. Bertemu lagi di lain kesempatan.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb...

Fakta Film Laskar Pelangi

Juli 03, 2013 0 Comments
Assalamu'alaikum Wr. Wb...

Apa kabar kawan-kawan semua ? Semoga selalu dalam lindunganNya ya, amiin.
Dikesempatan hari ini, saya akan menuliskan bebrapa Fakta dari film yang menjadi Inspirasi saya dan banyak orang. Film yang diangkat berdasarkan novel dari penulis favorit saya "Andrea Hirata"
Okelah, tanpa membuang waktu lebih lama, berikut uraiannya :


- Nama panggilan Andrea Hirata saat kecil adalah "Andis", Ikal adalah nama panggilan Andrea dalam Novel.
#Waah, untung bukan Gendis yaa :D





- Royalti Film Laskar Pelangi yang didapat Andrea adalah sekitar Rp. 350 juta

- Kurang lebih setelah 1 Minggu atau 10 hari buku diterbitkan, sudah cetak ulang untuk yang kedua kalinya.

- Andrea Hirata dalam suatu kesempatan menyatakan dirinya bukanlah Sastrawan, benar-benar tidak berpengalaman, tidak berpendidikan sastra, tidak bergaul dengan orang-orang sastra, tidak bercita-cita menjadi sastrawan. Lebih parah lagi, tidak banyak membaca buku sastra. #Tapi sekalinya mengeluarkan sebuah buku, langsung best Seller. hebat hebat

- Film Laskar Pelangi sepanjang 2 jam 5 menit, pembuatannya memakan dana kurang lebih 8M. #saatnya saya harus bilang WOW, ngga salah karena filmnya pun begitu menawan.

- Nama Laskar Pelangi adalah pemberian sang guru, Bu Muslimah. Sekarang Ibu Muslimah mengajar di SD N 6 Gantong Belitong.




- Selama 10 hari pemutaran film, sudah mencapai 1,1 juta penonton.

- Dari 3.800 calon pemain dieleminasi menjadi 1.350 anak hingga akhirnya menjadi 12 pemain yang semuanya anak-anak asli Belitong. 11 anak yang normal dan 1 penderita Down Syndrome.

Ferdian (Lintang), Verrys (Mahar), Zulfanny (Ikal)


- Film Laskar Pelangi hanya dibuat selama 36 hari shooting.

- Andrea ingin setiap tanggal 2 Mei Film Laskar Pelangi diputar secara gratis, dan dia pernah berkata "Filmnya lebih bagus dari novelnya." #Oooh, so sweet, tapi knp ngga pas tanggal hari jadiku aja, 31 Mei. Ngareeep

- Penulis skenario Laskar Pelnagi yaitu Salman Aristo yang juga merupakan penulis skenario Ayat-Ayat Cinta. #Waah, itu adalah 2 film hebat dari penulis2 hebat.




- Riri Reza sebelumnya akan menggunakan Yogi Nugraha pemeran kucai untuk dijadikan pemeran Mahar, hingga datang Verrys Yamarno yang datang dengan gaya baju Mahar. Jalan sambil cium ketiak, lalu teriak "bau cuka! bau cuka!" Lalu dia menyanyi. #Waduuh, kalo yang jadi Mahar si Kucai kurang gimanaaaa gitu. hehehe :)

Yogi Nugraha (Kucai sang ketua kelas)


- Verrys Yamarno. Pemeran Mahar yang jago kesenian ini ingin menjadi Ustad. Cita-citanya adalah masuk ke PonPes Gontor, Jawa Timur, atau Universitas Al Azhar di mesir. "Saya ingin membuat orang jahat menjadi baik," ujarnya. #Siiip deeh :)

- Ferdian. Pemeran Lintang mempunyai cita-cita melanjutkan kuliah di Universitas Indonesia atau Universitas Gajah Mada. #Kira-kira sekarang kesampaian gak yaaa

- Zulfanny Fasa. Pemeran Ikal alias Andrea Hirata dimasa kecil mempunyai cita-cita menjadi Tentara. Bisa membela negara, ujarnya.

- Mahar asli jadi PNS, guru kesenian di SMA Negeri 2 Tanjung Pandan, diam-diam dia sempat mengantarkan anaknya untuk ikut casting tapi tidak lolos. Mira Lesmana tidak tahu jika Mahar ada diantara orang tua yang mengantar anaknya ikut casting, baru setelah Mahar pulang ada yang memberitahunya.




- Masih ingat dengan sosok Flo. Sebenarnya Flo ini adik kelas Andrea, yang sekelas dengan Andrea itu kakak laki-laki Flo (ia juga pindah dari SD PN), tapi sang kakak ini tidak diceritakan oleh Andrea. Flo ini asli anak pejabat PN yang tidak mau sekolah di PN.

- Syahdan salah satu anggota Laskar Pelangi yang sekarang menjadi konsultan IT adalah orang yang diam-diam membawa naskah Laskar Pelangi ke penerbit tanpa sepengetahuan Andrea. Bentang Pustaka.




- Harun, karena cacat mental sekarang ia ditumah saja, menemani ibunya. Harun sering datang ke lokasi syuting, lalu dia cerita "tadi liat syuting film, ada Andis".




- Pada satu kesempatan Syahdan dan Kucai yang asli ditanya oleh wartawan siapa yang palin pintar dikelas. Mereka berdua serempak menjawab ANDIS. #Kenapa bukan Lintang ??

- Bahkan Bu Mus ketika ditanya siapa Lintang, beliau menjawab "Saya tidak ingat siapa Lintang." #Seriously, apa iya Ibu Mus tak ingat pada si Jenius Lintang.

- Riri Reza berhasil menjinakkan keganjilan pada bebrapa bagian novel Andrea. Mahar yang mengejutkan Bu Mus dengan tiba-tiba menyanyikan Tennesse waltz karya Anne Murray dan si jenius Lintang yang berdebat hebat tentang cincin Newton dalam lomba cerdas cermat dibumikan Riri menjadi adegan yang lebih wajar bagi seorang anak. Riri mengganti Tennesse Waltz dengan Bunga Seroja, yang justru memperkental roh Melayu kedalam film. Dan untuk adegan lomba cerdas cermat itu, secara tak terduga Riri mengubahnya menjadi drama yang menggetarkan.

- Buaya yang ada di film laskar Pelangi meminjam buaya dari Museum Pemkab Belitung. #Aduuh, akang buaya dibayar berapa?




Itulah kawan, beberapa ulasan tentang Laskar Pelangi. Tidak akan ada habisnya untuk membicarakan soal Laskar Pelangi. Apalagi soal Lintang. Satu hal yang aneh, kenapa Ibu Mus tidak ingat siapa itu Lintang. Siapakah Lintang sebenarnya? Mungkinkah dia hanya tokoh rekaan Andrea? Atau jangan-jangan Lintang itu adalah Andrea sendiri? Entahlah, hanya Andrea yang tau tentang kebenaran hal ini. Biarkan waktu yang akan menjawab semuanya #Drama banget :D



Wassalamu'alaikum Wr. Wb...