Kamis, 04 Januari 2018

IPNU IPPNU Bercerita

Januari 04, 2018 0 Comments
Sore ini saya dan beberapa kawan IPNU IPPNU Kec. Banyuwangi berkesempatan untuk menghadiri undangan dari Radar Bhayangkara Indonesia dalam acara peresmian kantor Media Radar dan LRPPN DPD Banyuwangi. Sudah, gaes, jangan tanya apa kepanjangan LRPPN, ya? Sumpah saya lupa. Lembaga Rehabilitasi .... .... Narkotika. Iya, saya paham, harusnya kan di catet, ya? Buat laporan kegiatan bulan ini IPNU IPPNU Banyuwangi ngapain aja. Iya, ini salah saya. Saya tahu.

Acara ini berlangsung di kantor Radar Bhayangkara di Jalan Kepiting Nomor 89 dan di hadiri langsung oleh Bapak IRJEN POL. H. ARKIAN LUBIS, SH., Msi, selaku KAKOR BINMAS BAHARKAM.
Acara yang berlangsung pada sore hari itu tidak berlangsung lama. Karena waktu juga terbatas, jadi setelah pembukaan, sambutan-sambutan, kemudian acara inti yakni peresmian kantor, lalu setelah itu ramah-tamah.

Sepulang dari acara tersebut, kami mampir ke rumah ketua IPNU Kec. Banyuwangi, rekan Izul. Rumah Izul ada di daerah Kebalenan. Menjelang maghrib kami sampai tempat tujuan, setelah duduk sebentar dan ngobrol kami lanjut sholat berjamaah. Imam sholat kali ini adalah Izul, karena Kang Sholeh lagi bengek, dikit-dikit ngak ngek, wkwkwk.

Saya tidak menyangka Izul pandai dalam tartil. Suaranya sungguh menduhkan jiwa yang kering kerontang ini. Hahaha. Setelah mendengarkan suara Izul, saya jadi teringat dialog legendaris dalam AAC2. “Nikahi aku, Izul. Aku mohon.”

Selesai sholat jamaah, Kang Sholeh tiba-tiba langsung menghadap ke kami (jamaah perempuan) dan membuka obrolan. Luar biasa nih orang. Ambekan dulu kek, apa kek, langsung sat set sat set.

Kami banyak bercerita tentang organisasi IPNU IPPNU. Kang Sholeh bercerita tentang pengalamannya berkecimpung di IPNU. Bagaimana saran dan kritik yang ia dapatkan selama menjabat sebagai ketua IPNU PAC Kec. Banyuwangi. Bagaimana ia berusaha untuk mengembalikan kebiasaan baik namun pada akhirnya harus sabar menerima ocehan orang-orang.

Kami berlima saling bercerita. Kami berlima saling mendengarkan. Kami berlima berada dalam naungan organisasi IPNU IPPNU. Kami berlima senasib sepenanggungan.

Saya tidak tahu bagaimana IPPNU akan membentuk saya nantinya. Jika dulu saya merasa tidak perlu masuk IPPNU jika hanya ingin berkontribusi untuk NU, kali ini ya sama saja. hehehe. Begini, saya memang belum sepenuhnya yakin, namun saya percaya keterlibatan saya dalam IPPNU akan melahirkan sesuatu yang nantinya akan saya yakini sebagai keputusan yang tepat.

Yang perlu saya lakukan sekarang adalah menjalani dengan istiqomah. Membangun komunikasi yang baik dengan sesama kader. Mewujudkan satu kegiatan yang selama ini hanya menari-nari di bayangan saya, bahkan sebelum saya menjadi bagian dari IPPNU.

 
Bapak Arkian Lubis

Ketua IPPNU Kec. Banyuwangi (Fida) beserta Wakilnya (Aqi) dan Ibu Muslimat

Ketua IPNU Kec. Banyuwangi bersama Sekretaris MWC-NU Kec. Banyuwangi

NB: Seluruh dokumentasi kegiatan ini di dapat dari grup MWC-NU yang di bagikan oleh H. Nano selaku sekretaris MWC Kecamatan Banyuwangi.