Jumat, 23 November 2018

Apa itu Rekanitalk?

November 23, 2018 0 Comments
Seperti kata Pak Cik Andrea dalam bukunya, malaikat turun mengaminkan doa-doa baik. Saya merasa malaikat-malaikat sedang turun untuk mengamini doa-doa baik saya, doa-doa baik kami. Rekanitalk baru saja lahir. Ibarat bayi, tali pusarnya belum lepas. Rekanitalk ini adalah bagian dari IPPNU Syi’aran, program yang dimiliki oleh divisi Jaringan Komunikasi dan Informasi PC IPPNU Banyuwangi periode 2017-2019. Sebelumnya IPPNU Syi’aran akan kami jalankan menggunakan media radio online yang dimiliki oleh PCNU Banyuwangi. Namun, karena beberapa kendala akhirnya kami mencoba melihat potensi lain. Salah satunya adalah platform youtube. Sa kira tidak perlu dijelaskan mengapa kami memilih youtube sebagai media syi’aran kami.


PC IPPNU Banyuwangi terus berikhtiar memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada masyarakat. Rekanitalk salah satunya. Semoga apa yang kami ikhtiarkan ini menjadi ladang pahala yang akan terus mengalir, selama konten kami itu ada yang nonton, hahaha.

Saya sadar, saya tidak banyak memberikan kontribusi besar terhadap organisasi ini. Bikin acara aja nunggu ada yang nyindir. Kader macam apa aku ini, tida militan sama sekali. Saya berharap melalui konten ini, paling tidak, ada yang bisa saya lakukan. Selain ngelunasin kas yang udah membengkak, tentunya. Hahaha.

Malam ini, sesaat sebelum saya minum kopi ajaib buatan ibu, saya dapat pesan WA. Pesan tersebut dari salah satu mahasiswi poliwangi yang kebetulan menjadi ketua panitia seminar dimana saya menjadi pembicaranya tempo hari. Namanya Evi. Dia menanyakan sesuatu yang membuat saya bersemangat membalasnya.


Tidak lama kemudian, Mbabila WA saya. Blio mengirimkan screenshoot percakapannya dan Evi (Evi juga bertanya pertanyaan yang sama ke Mbabila). Mbabila bilang pertanyaan Evi ini bisa kita jadikan pembahasan rekanitalk selanjutnya. Saya mengiyakan, tanpa ragu. Kemudian segala ide segera bermunculan setelah obrolan saya dan Mbabila via WA barusan.

Gaes, doakan semoga niat baik kami ini selalu lancar, ya. Semoga saya dan mbabila selalu sehat. Semoga Cholid (tukang ngevideo) selalu sehat, karena kalau bukan dia yang ngeshoot kami, siapa lagi? Semoga Mas Dani (tukang nyinyirin konten kami) selalu sehat, sehingga kami terus akan mendengar nada-nada meremehkan yang keluar dari mulut beliau ini. Tapi sejujurnya setelah beliau nyinyirin kami, kami selalu merasa lebih baik, hahaha. Belio tuh semacam support system yang menyebalkan.

Pertanyaan Evi itu akan kami jadikan konten dalam rekanitalk selanjutnya. Oh, ya, saya juga telah mengantongi izin dari si empunya pertanyaan. Jadi, segera akan kami eksekusi.

Saya ingat apa yang saya, Bibeh dan Pak Wicak bicarakan beberapa waktu lalu di Hotel Santika. PR bangsa kita ini masih banyak sekali. Kita harus terus, jangan lelah, jangan berhenti untuk membuat konten-konten baik dan positif. Konten hoaks sekarang sudah semakin profesional, dan yang bisa kita lakukan adalah mengimbanginya dengan terus memproduksi konten yang baik.

Dan itu tugas kita semua. Jadi, mari sebarkan kebaikan di media sosial kita masing-masing, ya~

Iloveyou semuanya~

The Power of Kopi

November 23, 2018 0 Comments
Selepas pulang dari kantor NU perut saya nggak enak banget. Sebenarnya sesaat sebelum pulang saya sudah merasa ada yang aneh dengan perut saya. Saliva saya tiba-tiba jadi berlebih. Saya juga nggak kuat lama-lama berdiri. Saya merasakan hal yang sama seperti ini saat masih kerja dulu. Dan ternyata itu tanda-tanda haid. Tapi yang ini bukan, saya masih belum masuk masa haid. Saya sempat sambat ke Mbabila, mungkin karena selama taping saya nggak minum sama sekali. Bisa jadi.

Sampai rumah saya langsung nggeblak. Napas saya berat dan panjang-panjang. Berulang kali saya keluar rumah untuk mencoba memuntahkan segala isi perut. Saya ingat seharian tadi hanya makan sekali, sesaat sebelum berangkat ke kantor NU. Hasilnya nihil, saya sama sekali nggak muntah. Hanya beberapa kali meludah. Segala cara saya lakukan, mulai dari buang gas sampai sendawa. Tidak menimbulkan reaksi apapun, gaes. Perut rasanya tetap nggak enak.

Akhirnya raut muka yang sudah nggak enak dilihat ini terdeteksi oleh Bapak. Beliau tanya kenapa, saya jawab kayaknya karena soto yang tadi saya makan. Ternyata bapak juga merasakan hal yang sama. Setelah sarapan tadi perut beliau juga bermasalah. Hmmm, apakah kami berdua keracunan soto? Saya lihat ibu, beliau baik-baik saja, tidak sambat perutnya bermasalah.

Akhirnya saya hanya goler-goler depan tivi sambil sesekali sambat ke ibu. Ibu menyarankan untuk menyeduh kopi. Saya hanya iya-iya aja tapi nggak budal-budal. Akhirnya beberapa menit kemudian ibu datang dari dapur membawa segelas kopi hitam. Saya coba minum sebanyak dua sendok teh saja. Iya, dua sendok teh. Itu mah nyicip, ya, bukan minum.

Saya tidak merasakan perubahan yang signifikan karena selama nyicipin kopi itu saya sambil ngobrol bareng ibu. Nggak kerasa. Tahu-tahu ketika saya menegakkan badan, perut saya kembali seperti semula. Tadinya saat saya berusaha menegakkan badan, saliva selalu keluar, perut otomatis nggak enak. Magic apa ini Tuhan???

Langsung aja saya minum seteguk demi seteguk kopi yang mulai hangat itu. Saya girang karena badan mulai bisa diajak gerak lagi. Dan juga, entah kebetulan atau bagaimana, setelah ngopi jadi ada inspirasi buat nulis. Magic apa ini Tuhan???

Sekarang saya mengerti kenapa orang-orang itu suka banget sama kopi. Dan, apakah ini pertanda bahwa saya mulai mencintai kopi?

Hmmm, magic apa ini Tuhan???