Kamis, 09 Juli 2026

REMEH TEMEH PERASAAN

Kadang saya nggak mengerti kenapa Tuhan seperti senang sekali bercanda. Berdiri tegak, menerjang badai, bertahan sekuat tenaga agar tidak roboh, malah ujiannya semakin menjadi-jadi. Padahal saya sudah siap banget ini kalau adegan happy ending-nya terjadi.


Tapi, urusan siap nggak siap kan apa kata Gusti Allah, ya. Siapa sih saya ini nyuruh-nyuruh. Maksud saya, kalau memang happy ending itu belum disiapkan untuk saya, tidak perlu remeh temeh urusan perasaan ini datang. Saya capek sekali kalau urusannya bukan hanya antara dua orang ya Allah.


Tuhan sudah baik sekali, kelewat baik malah, mengizinkan saya untuk merasakan ini semua. Bertemu orang baik, mengenal orang baik. Tapi, cukup hanya di situ saja, dan memang harus sampai di situ saja. Tidak boleh terlalu jauh, tidak boleh terlalu dalam.


Sudah berapa kali melihat langsung di depan mata kejadian serupa? Melihat mereka yang terluka, mereka yang hidupnya berubah karena luka itu. Setelah semua yang saya saksikan, kok sampai hati saya jadi bagian dari alasan luka tersebut? No way. Tidak akan. Tidak akan sekalipun saya biarkan orang lain masuk dan mengacak-acak nilai hidup yang saya pegang.


Jangan berfikir bahwa karena saya masih lajang, maka kemudian saya akan menerima dan telan saja semua rayuan. Tidak. I’m not that desperate.


Tidak akan ada kebaikan yang bisa tumbuh dari hubungan-hubungan rumit seperti itu. Tidak untuk saya sendiri, juga tidak untuk orang lain. Jadi, Tuhan, please, tolong, mohon, apapun itu, semoga ini yang terakhir. Jangan dekatkan lagi saya dengan yang tidak akan mungkin menjadi milik saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar