Selasa, 25 Juni 2013

Hari Esok

Disebuah sudut ruangan
dia duduk merenung
diikuti angin malam yang masuk
melalui celah-celah bambu
dengan ditemani sinar rembulan
dia berkhayal untuk harinya esok
adakah nikmat yang menelisik kepadanya?
adakah waktu yang senantiasa menemaninya?
adakah dunia yang masih dia lihat?
adakah....

Semua berisyarat dihatinya
wajahnya yang mulai memutih
mendulang keinginan untuk terus bertahan
hati kecilnya mulai berdelik
Tuhaaan ....
beri aku kesempatan
untuk merubah semua jalan hidupku
yang terus saja mengabaikanmu
anak sungai membasahi pipinya

Bila masih mungkin
dia ingin melarutkan keresahan hatinya
bersama angin malam


By : Meydiana Isfandari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar