Ney. Sebuah novel karya Hadi S. Khuli. Saya rekomendasikan novel ini untuk siapapun, di dalamnya kita belajar tentang keikhlasan, pengorbanan, persahabatan, serta kehidupan. Hadi S. Khuli sama halnya seperti Andrea Hirata maupun Ahmad Fuadi. Dia pandai memilih diksi sehingga novel ini menjadi bacaan ringan yang berbobot.
Nah, sudah jadi kebiasaan saya, kalau baca buku atau novel atau apapun lah, lalu di dalamnya ada kalimat atau kata-kata yang bagus dan menarik pasti lembar yang bersangkutan akan saya lipat :D Dan novel Ney sudah banyak lipatan-lipatan yang menunggu untuk di publish :D
Dan, ini rahasia yaa .. Sejauh ini "NEY" sudah membuat saya menangis tiga kali, ya, tiga kali.
"Shalat tidak bisa mendatangkan uang, tetapi dengan shalat kita bisa memilih cara yang halal untuk mendapatkan rezeki. Shalat tidak bisa membuat mahasiswa dapat nilai A misalnya, namun shalat bisa menenangkan pikiran supaya bisa konsentrasi belajar. Intinya, shalat seperti memandikan batin kita. Segar. Asal, dilakukan dengan ikhlas dan yakin." - 19
"Manusia menjadi bagian dari rantai makanan yang menciptakan keseimbangan ekologi dunia. Makan, minum, tidur, menutup aurat, dan bertempat tinggal adalah bagian-bagian yang wajib demi tetapnya kehidupan. Mengingkari itu semua, sama saja membantah darah kita merah, usia kita bertambah, mendustai proses kodrati bahwa kita berasal dari setetes air hina yang disematkan dalam dinding rahim bunda." - 24
"Orang dewasa terlalu cepat menjadi tua sebab tidak tahu caranya menikmati hidup ini. Orang tua merasa paling pandai sebab ia sudah lupa betapa indahnya masa kecil." - 34
"Setiap anak memiliki impian. Hanya kadang, mereka tidak berani mengungkapkan. Jika pun diungkapkan, tidak ada yang mau mendengarkannya sepenuh hati, termasuk orang tua kita sendiri. Lama-lama, impian itu kering dan mati." - 74
"Tidak mudah memahami takdir Tuhan, bahkan ketika iman kita bisa setegar karang, sekukuh gunung." - 105
"Tuhan ada di mana-mana, tapi hanya jiwa yang terbuka yang bisa menerima kehadiran-Nya. Hanya pintu yang terbuka yang yang bisa menerima tamu." - 138
"Selalu begitu. Kesedihan tak hanya meremas perasaan, tapi juga menggasak cairan." - 169
"Cinta mematikan waktu. Duka mengabadikan waktu." - 173
"Sebelum tahu sinya, jangan pernah mencela bungkusnya." - 192
"Jangan tanyakan alasannya, sebab menolak dan menerima adalah hakku sebagai perempuan yang dijamin oleh Allah dan Rasul-Nya." - 229
"Bila kamu melihat ada orang ditolak masuk rumah seseorang, belum tentu jika kamu yang datang juga akan ditolak. Mungkin orang itu ditolak karena ia salah alamat, orang asing, atau tuan rumah tidak kenal. Banyak sebabnya." - 282
"Tidak ada bayi yang tidak siap ketika dilahirkan ke dunia. Apa pun bentuk kesiapannya, kau hanya perlu tahu bahwa kamu sanggup dan mampu. Kau cuma butuh orang yang bisa mengerti dan memahami bahwa kau bisa melewati semua titian takdir ini. Tersenyumlah, Hidup terlalu mahal untuk ditukar dengan sepotong kesedihan." - 314
"Usahamu seperti melempari tembok dengan air. Basah memang, tapi sesaat. Begitu panas, kering kembali. Belum ada tanda-tanda meyerah. Namun juga, sama sekali tidak tampak tembok itu retak apalagi ambruk. Masih kukuh berdiri." - 317
"Tongkat penyangga membantu orang patah kaki untuk berjalan. Tapi begtu sembuh, tongkat itu tak dibutuhkan. Mungkin disimpan dan cukup dijadikan kenangan." - 319
"Engkau Sang Pemilik Cinta yang sesungguhnya, tumbuhkan benih cinta dihatiku sebagaimana Engkau pernah menumbuhkan cintaku padanya dan ajari aku untuk mencintainya dengan cara yang Kau ajarkan pada Khadijah untuk mencintai Rasulullah." - 320
"Sejarah selalu dipahami terlambat. Kita tidak pernah bisa mendahului esok hari." - 347
"Kita boleh berharap awan menjadi hujan, cengkir menjadi kelapa. Tapi jangan lupa, yang menurunkan hujan dan mengubah cengkir jadi kelapa adalah Allah, bukan keinginan dan harapan kita." - 405
"Allah tahu manusia kuat, juga sabar. Tapi, Dia menunggu bukti seberapa kuat manusia kuat, seberapa sabar manusia sabar." - 452
"Cinta. Kata yang satu ini laksana pisau bedah di tangan balita. Melukai siapa saja dan apa saja, juga pemegangnya. Serupa perempuan-perempuan bangsawan melihat Yusuf melintas bak peragawan. Tak ada beda antara tangan dan mangga." - 454
Oke, itu kalimat-kalimat terbaik dalam novel "Ney" versi saya. Hehehe :D
Di lain kesempatan saya akan publish juga kalimat-kalimat indah dari berbagai novel yang saya baca. Terimakasih ^^


http://huznatln.blogspot.com/
BalasHapusFollow :)
Well done :)
BalasHapus