Pernahkah kita sadari mengapa Tuhan menciptakan satu mulut dan dua telinga?
Ya, seperti judul diatas.
Manusia hendaknya lebih banyak mendengarkan daripada berbicara.
Dengan mendengar dua kali lebih banyak harapan yang timbul adalah kita bisa berbicara dengan baik.
Belajar tidak hanya di sekolah.
Dari sekitar kita juga bisa mendapat pelajaran.
Aku bukan seorang pemberi solusi yang baik.
Aku bukan seorang psikolog.
Aku baru 19 tahun menjalani pahit manis kehidupan.
Namun, aku selalu berusaha untuk menjadi pendengar yang baik untuk kalian.
Kawan-kawanku.
Bahkan mungkin kalian tahu aku sama sekali tidak memiliki pengalaman atas apa yang kalian curhatkan padaku.
Tapi aku tahu, kalian hanya butuh seseorang yang mau mendengar keluh kesah kalian.
Yang mau mendengar isi hati kalian.
Kalian harus bercerita agar perasaan kalian terasa lebih lega dari sebelumnya.
Hari ini Raju menumpahkan segala perasaan bimbangnya padaku.
Dia masih belum mendapat jawaban atas pertanyaannya selama ini.
Kenapa Rinda memutuskan dia?
Aku teman baik Rinda. Raju juga temanku.
Kalian berdua temanku.
Aku senang Rinda mendapat laki-laki yang benar-benar menyayangi dia seperti Raju.
Tapi, mungkin Rinda belum bisa melihat keseriusan mantan pacarnya itu.
Guys, ketika kalian berdua mendatangiku dengan perasaan-perasaan galau aku sebenarnya bingung harus berbuat apa?
Aku bingung harus melakukan apa?
Dan aku bingung harus memberi kalian nasihat yang seperti apa?
Aku hanya membiarkan kalian bercerita hingga tiba giliranku untuk berbicara.
Ketika giliran itu tiba?
Aku juga masih bingung harus berkata apa.
Aku hanya memberikan kalian semangat.
Memberikan kalian advice yang aku rasa semua orang akan memberikannya.
Seperti "Ya sabar aja, kalo jodoh pasti nggak kemana kok."
That's it.
Ini permasalahan yang rumit.
Tentang hubungan dua anak manusia.
Tentang kalian yang berpacaran
Setidaknya, dengan kejadian yang menimpaku beberapa waktu yang lalu, aku bisa sedikit merasakan hal yang sama seperti kalian.
Tidak hanya Rinda dan Raju.
Beberapa hari yang lalu Inda juga datang padaku dengan masalahnya yang jauh lebih rumit daripada dua temanku diatas.
Masalah antara dirinya, pacarnya, dan masa lalu sang pacar alias mantan.
Tuhanku, terima kasih sudah Kau kirim mereka dengan latar belakang masalah yang berbeda untuk membuatku mengerti bagaimana harus bersikap.
Untuk memahami bagaimana naik turunnya sebuah hubungan.
Untuk merasakan bagaimana sakit, senang, bahagia.
Kadang aku juga capek lhoo pas lagi enak-enak istirahat terus kalian bbm.
Ngetiknya ini lhoo rek yang males. Hehehe #kidding
Tapi terima kasih banyak kalian sudah mau percaya dan berbagi masalah kalian denganku.
Terima kasih untuk kalian yang sudah memberikan pelajaran hidup yang istimewa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar