Sore ini saya dan beberapa kawan IPNU IPPNU Kec.
Banyuwangi berkesempatan untuk menghadiri undangan dari Radar Bhayangkara Indonesia
dalam acara peresmian kantor Media Radar dan LRPPN DPD Banyuwangi. Sudah, gaes,
jangan tanya apa kepanjangan LRPPN, ya? Sumpah saya lupa. Lembaga Rehabilitasi
.... .... Narkotika. Iya, saya paham, harusnya kan di catet, ya? Buat laporan
kegiatan bulan ini IPNU IPPNU Banyuwangi ngapain aja. Iya, ini salah saya. Saya
tahu.
Acara ini berlangsung di kantor Radar Bhayangkara di
Jalan Kepiting Nomor 89 dan di hadiri langsung oleh Bapak IRJEN POL. H. ARKIAN
LUBIS, SH., Msi, selaku KAKOR BINMAS BAHARKAM.
Acara yang berlangsung pada sore hari itu tidak
berlangsung lama. Karena waktu juga terbatas, jadi setelah pembukaan, sambutan-sambutan,
kemudian acara inti yakni peresmian kantor, lalu setelah itu ramah-tamah.
Sepulang dari acara tersebut, kami mampir ke rumah ketua
IPNU Kec. Banyuwangi, rekan Izul. Rumah Izul ada di daerah Kebalenan. Menjelang
maghrib kami sampai tempat tujuan, setelah duduk sebentar dan ngobrol kami
lanjut sholat berjamaah. Imam sholat kali ini adalah Izul, karena Kang Sholeh
lagi bengek, dikit-dikit ngak ngek, wkwkwk.
Saya tidak menyangka Izul pandai dalam tartil. Suaranya
sungguh menduhkan jiwa yang kering kerontang ini. Hahaha. Setelah mendengarkan
suara Izul, saya jadi teringat dialog legendaris dalam AAC2. “Nikahi aku, Izul.
Aku mohon.”
Selesai sholat jamaah, Kang Sholeh tiba-tiba langsung
menghadap ke kami (jamaah perempuan) dan membuka obrolan. Luar biasa nih orang.
Ambekan dulu kek, apa kek, langsung sat set sat set.
Kami banyak bercerita tentang organisasi IPNU IPPNU. Kang
Sholeh bercerita tentang pengalamannya berkecimpung di IPNU. Bagaimana saran
dan kritik yang ia dapatkan selama menjabat sebagai ketua IPNU PAC Kec.
Banyuwangi. Bagaimana ia berusaha untuk mengembalikan kebiasaan baik namun pada
akhirnya harus sabar menerima ocehan orang-orang.
Kami berlima saling bercerita. Kami berlima saling
mendengarkan. Kami berlima berada dalam naungan organisasi IPNU IPPNU. Kami
berlima senasib sepenanggungan.
Saya tidak tahu bagaimana IPPNU akan membentuk saya
nantinya. Jika dulu saya merasa tidak perlu masuk IPPNU jika hanya ingin
berkontribusi untuk NU, kali ini ya sama saja. hehehe. Begini, saya memang
belum sepenuhnya yakin, namun saya percaya keterlibatan saya dalam IPPNU akan
melahirkan sesuatu yang nantinya akan saya yakini sebagai keputusan yang tepat.
Yang perlu saya lakukan sekarang adalah menjalani dengan
istiqomah. Membangun komunikasi yang baik dengan sesama kader. Mewujudkan satu
kegiatan yang selama ini hanya menari-nari di bayangan saya, bahkan sebelum
saya menjadi bagian dari IPPNU.
![]() |
| Ketua IPPNU Kec. Banyuwangi (Fida) beserta Wakilnya (Aqi) dan Ibu Muslimat |
![]() |
| Ketua IPNU Kec. Banyuwangi bersama Sekretaris MWC-NU Kec. Banyuwangi |
NB: Seluruh dokumentasi kegiatan ini di dapat dari grup MWC-NU yang di bagikan oleh H. Nano selaku sekretaris MWC Kecamatan Banyuwangi.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar