Selepas
pulang dari kantor NU perut saya nggak enak banget. Sebenarnya sesaat sebelum
pulang saya sudah merasa ada yang aneh dengan perut saya. Saliva saya tiba-tiba
jadi berlebih. Saya juga nggak kuat lama-lama berdiri. Saya merasakan hal yang
sama seperti ini saat masih kerja dulu. Dan ternyata itu tanda-tanda haid. Tapi
yang ini bukan, saya masih belum masuk masa haid. Saya sempat sambat ke Mbabila, mungkin karena selama
taping saya nggak minum sama sekali.
Bisa jadi.
Sampai
rumah saya langsung nggeblak. Napas
saya berat dan panjang-panjang. Berulang kali saya keluar rumah untuk mencoba
memuntahkan segala isi perut. Saya ingat seharian tadi hanya makan sekali,
sesaat sebelum berangkat ke kantor NU. Hasilnya nihil, saya sama sekali nggak
muntah. Hanya beberapa kali meludah. Segala cara saya lakukan, mulai dari buang
gas sampai sendawa. Tidak menimbulkan reaksi apapun, gaes. Perut rasanya tetap nggak enak.
Akhirnya
raut muka yang sudah nggak enak dilihat ini terdeteksi oleh Bapak. Beliau tanya
kenapa, saya jawab kayaknya karena soto yang tadi saya makan. Ternyata bapak
juga merasakan hal yang sama. Setelah sarapan tadi perut beliau juga
bermasalah. Hmmm, apakah kami berdua keracunan soto? Saya lihat ibu, beliau
baik-baik saja, tidak sambat perutnya bermasalah.
Akhirnya
saya hanya goler-goler depan tivi
sambil sesekali sambat ke ibu. Ibu menyarankan untuk menyeduh kopi. Saya hanya
iya-iya aja tapi nggak budal-budal.
Akhirnya beberapa menit kemudian ibu datang dari dapur membawa segelas kopi
hitam. Saya coba minum sebanyak dua sendok teh saja. Iya, dua sendok teh. Itu
mah nyicip, ya, bukan minum.
Saya
tidak merasakan perubahan yang signifikan karena selama nyicipin kopi itu saya
sambil ngobrol bareng ibu. Nggak kerasa. Tahu-tahu ketika saya menegakkan
badan, perut saya kembali seperti semula. Tadinya saat saya berusaha menegakkan
badan, saliva selalu keluar, perut otomatis nggak enak. Magic apa ini Tuhan???
Langsung
aja saya minum seteguk demi seteguk kopi yang mulai hangat itu. Saya girang
karena badan mulai bisa diajak gerak lagi. Dan juga, entah kebetulan atau
bagaimana, setelah ngopi jadi ada inspirasi buat nulis. Magic apa ini Tuhan???
Sekarang
saya mengerti kenapa orang-orang itu suka banget sama kopi. Dan, apakah ini
pertanda bahwa saya mulai mencintai kopi?
Hmmm,
magic apa ini Tuhan???


Tidak ada komentar:
Posting Komentar