Jumat, 23 November 2018

The Power of Kopi

Selepas pulang dari kantor NU perut saya nggak enak banget. Sebenarnya sesaat sebelum pulang saya sudah merasa ada yang aneh dengan perut saya. Saliva saya tiba-tiba jadi berlebih. Saya juga nggak kuat lama-lama berdiri. Saya merasakan hal yang sama seperti ini saat masih kerja dulu. Dan ternyata itu tanda-tanda haid. Tapi yang ini bukan, saya masih belum masuk masa haid. Saya sempat sambat ke Mbabila, mungkin karena selama taping saya nggak minum sama sekali. Bisa jadi.

Sampai rumah saya langsung nggeblak. Napas saya berat dan panjang-panjang. Berulang kali saya keluar rumah untuk mencoba memuntahkan segala isi perut. Saya ingat seharian tadi hanya makan sekali, sesaat sebelum berangkat ke kantor NU. Hasilnya nihil, saya sama sekali nggak muntah. Hanya beberapa kali meludah. Segala cara saya lakukan, mulai dari buang gas sampai sendawa. Tidak menimbulkan reaksi apapun, gaes. Perut rasanya tetap nggak enak.

Akhirnya raut muka yang sudah nggak enak dilihat ini terdeteksi oleh Bapak. Beliau tanya kenapa, saya jawab kayaknya karena soto yang tadi saya makan. Ternyata bapak juga merasakan hal yang sama. Setelah sarapan tadi perut beliau juga bermasalah. Hmmm, apakah kami berdua keracunan soto? Saya lihat ibu, beliau baik-baik saja, tidak sambat perutnya bermasalah.

Akhirnya saya hanya goler-goler depan tivi sambil sesekali sambat ke ibu. Ibu menyarankan untuk menyeduh kopi. Saya hanya iya-iya aja tapi nggak budal-budal. Akhirnya beberapa menit kemudian ibu datang dari dapur membawa segelas kopi hitam. Saya coba minum sebanyak dua sendok teh saja. Iya, dua sendok teh. Itu mah nyicip, ya, bukan minum.

Saya tidak merasakan perubahan yang signifikan karena selama nyicipin kopi itu saya sambil ngobrol bareng ibu. Nggak kerasa. Tahu-tahu ketika saya menegakkan badan, perut saya kembali seperti semula. Tadinya saat saya berusaha menegakkan badan, saliva selalu keluar, perut otomatis nggak enak. Magic apa ini Tuhan???

Langsung aja saya minum seteguk demi seteguk kopi yang mulai hangat itu. Saya girang karena badan mulai bisa diajak gerak lagi. Dan juga, entah kebetulan atau bagaimana, setelah ngopi jadi ada inspirasi buat nulis. Magic apa ini Tuhan???

Sekarang saya mengerti kenapa orang-orang itu suka banget sama kopi. Dan, apakah ini pertanda bahwa saya mulai mencintai kopi?

Hmmm, magic apa ini Tuhan???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar