Tidak terasa sudah masuk ke bulan terakhir di tahun dua ribu dua puluh. Dimana harapan orang-orang sepertinya sama, pagebluk segera berakhir. I'm so sick of this pandemic.
Tidak banyak harapan yang aku semogakan. Keadaan menjadi pulih dan semakin membaik saja sudah sangat bersyukur. Pekerjaan lancar, kesehatan baik, itu dulu cukup.
Pagi tadi aku mengawali siaran pagi di satu Desember dengan lancar. Sarapan mi gelas sebelum Mandala Aktualita. Edit berita untuk Suara Surabaya. Semuanya lancar dan berjalan seperti biasanya.
Pulang ke rumah dan menikmati tidur siang yang cukup nyenyak. Melewatkan kesempatan untuk bertemu tanaman dan senam seperti kemarin sore di halaman. Tapi, tak apa. Besok aku libur siaran dan akan berada di rumah seharian. Sehingga bisa melunasi semua hal yang tidak bisa aku lakukan hari ini.
Tetap waras di tengah situasi yang tidak menentu ini tentu sebuah kemewahan. Saat berita semakin tidak jelas, kelakuan beberapa orang yang sungguh membuat malu, kejadian-kejadian ekstrim yang membuatku mau pindah saja ke Timbuktu, semuanya membuatku merasa dunia semakin jauh. Jauh dari ramah, jauh dari aman, jauh dari harapan.
Mi gelas satu Desember

Tidak ada komentar:
Posting Komentar