Jumat, 24 Mei 2024

SAYANG SI GEMPAL

Setelah selesai acara seminar kemuslimahan yang diadakan di aula Poliwangi, aku dan De Lilis pergi ke Mi Nyonyor Rogojampi untuk makan. Aku belum makan sejak pagi dan hanya mengisi perut dengan kue-kue yang disuguhkan oleh panitia. Di beberapa momen aku sedikit oleng, meski tidak parah seperti ngemc beberapa waktu yang lalu. Entah kenapa aku tidak terbiasa sarapan, apalagi kalau pagi itu ada kegiatan.

Selesai acara sekitar setengah lima sore. Aku dan Lilis tiba di Mi Nyonyor kurang lebih jam lima. Setelah pesan kami duduk berhadapan di pojokan. Kami menyambung cerita yang tadi sempat terputus karena situasi yang tidak memungkinkan untuk deeptalk.

Sejak dulu aku selalu mengagumi kegigihan Lilis dalam berorganisasi. Anaknya tabah, kuat, berani. Ketika kemarin Bibeh bikin story bahwa dia lamaran, aku kaget bukan main. Setahuku dia sedang melanjutkan S2-nya. Dan, dulu dia pernah bilang kalau tidak mau terburu-buru menikah. Prioritasnya masih banyak yang lain.

Tapi, takdir Allah lain. Aku enggak bisa enggak menangis mendengar cerita Lilis. Anak ini betul-betul menerima ketetapan Tuhan dengan hati yang luas. Kalau aku di posisinya belum tentu mampu. Segala hal yang menghimpitnya dihadapi dengan tenang.

Ada satu ucapannya yang membuatku nelangsa. Kalau sudah begitu aku enggak bisa lagi berkata-kata selain misuhi pemerintah. Sudah lah, semua ini memang salah pemerintah. Enggak bisa memberikan perlindungan pada rakyatnya, pejabatnya korup enggak karu-karuan. Apa sih yang dicari? Enggak takut ya sama Tuhan?

Kembali ke Lilis. Perempuan ceria di depanku ini sebentar lagi menikah. Menikah dengan lelaki yang siap mendampingi Lilis dalam suka maupun duka. Lelaki yang tidak saja baik, tapi juga pemberani. Dia bahkan dengan bangga mendukung Lilis menyelesaikan S2-nya, meski dia sendiri tidak sekolah setinggi Lilis.

Dude, ini lho. Mestinya memang tidak ada laki-laki yang musti minder ketika berhadapan dengan perempuan yang berpendidikan. Tidak perlu rendah diri, tidak perlu malu, tidak perlu merasa tidak pantas. Dukung dia, dampingi dia, rangkul, berikan semangat. Kelak, anak-anakmu juga akan menerima pendidikan pertamanya dari sang ibu, kan?

Semoga segala hal baik terjadi dalam kehidupan Lilis setelah ini. Setelah semua badai yang dia lalui. Setelah guncangan hebat yang dia hadapi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar