Lebih
dari setengah abad sudah kau hidup di dunia.
Suka
dan duka tentu telah habis kau lumat.
Merasakan
getirnya hidup.
Merasakan
kesusahan, kesedihan.
Ayah
terhebat di dunia.
Semua
anak pasti akan berbicara seperti itu.
“Ayahku
ayah terhebat di dunia.”
Kau
tidak pernah menyakiti fisik kami, anak-anakmu.
Berkata
keras mungkin iya, tapi tak pernah kau memukul.
Kau
menjadi ayah sekaligus teman yang menyenangkan.
Selera
humor yang kau miliki membuat kami selalu tertawa.
Kau
mengajarkan pada kami tentang bagaimana menjadi baik.
Tidak
menyakiti orang lain, membantu jika mampu, dan terus berbuat baik.
Kau
pernah bilang, “Jangan khawatir berbuat baik, Allah tidak tidur.”
Banyak
makna yang tersirat dalam kalimat itu.
Aku
tidak pernah meminta sesuatu yang memberatkanmu, Bah.
Aku
hanya minta agar Allah selalu melindungimu.
Agar
Allah selalu memberi “rezeki” yang barokah untukmu.
Agar
Allah berkenan kau menikahkan aku kelak.
Aku
hanya minta agar Abah tetap mejadi yang terbaik.
Aku
ingat saat mereka bercerita tentangmu.
Tentang
bagaimana kau selalu memanjakan aku.
Aku
yang selalu ikut kemanapun kau pergi.
Aku
yang selalu duduk di pundakmu.
Itu
dulu, saat aku masih kecil.
Beranjak
dewasa segalanya berbah.
Tapi
aku yakin bahwa kasih sayangmu tetap sama.
Mungkin
kita berdua sama-sama gengsi.
Sekedar
untuk berbicara betapa kita saling menyayangi.
Aku
pernah mengira bahwa kau tidak terlalu memperhatikan penampilanku.
Hingga
suatu saat tiba-tiba kau menegurku.
“Kok
tumben gak nggawe kaos kaki?” (Kok tumben nggak pakai kaos kaki)
Aku
sempat salah tingkah.
Ternyata
kau memperhatikan hingga sedetail itu.
Aku
akhirnya berbohong bahwa kaos kakiku masih kotor.
Padahal
tidak. Entah kenapa saat itu aku tak mengenakan kaos kakiku.
Kau
memberi kami banyak pelajaran, Bah.
Secara
tidak langsung.
Kau
tidak pernah menasihati kami yang sampai berulang kali.
Kau
selalu memberi contoh.
Kau
tidak pernah marah lebih dari sehari.
Hari
ini marah, besok kau sudah bersikap biasa.
Seolah
tidak pernah terjadi apa-apa.
Tapi
kenapa aku tidak bisa?
Mungkin
itu salah satu sebab mengapa kau tampak lebih muda dari usia sebenarnya.
Kau
tidak pernah memelihara pikiran negatif.
Kau
tidak pernah memelihara kemarahan.
Selamat
hari lahir, Bah.
Lima
puluh delapan tahun sudah.
Thanks for being my best Dadd in the world.
May Allah bless you J


Tidak ada komentar:
Posting Komentar