Rabu, 09 September 2015

Happy Milad, Bah ...

Lebih dari setengah abad sudah kau hidup di dunia.
Suka dan duka tentu telah habis kau lumat.
Merasakan getirnya hidup.
Merasakan kesusahan, kesedihan.

Ayah terhebat di dunia.
Semua anak pasti akan berbicara seperti itu.
“Ayahku ayah terhebat di dunia.”

Kau tidak pernah menyakiti fisik kami, anak-anakmu.
Berkata keras mungkin iya, tapi tak pernah kau memukul.
Kau menjadi ayah sekaligus teman yang menyenangkan.
Selera humor yang kau miliki membuat kami selalu tertawa.

Kau mengajarkan pada kami tentang bagaimana menjadi baik.
Tidak menyakiti orang lain, membantu jika mampu, dan terus berbuat baik.
Kau pernah bilang, “Jangan khawatir berbuat baik, Allah tidak tidur.”
Banyak makna yang tersirat dalam kalimat itu.

Aku tidak pernah meminta sesuatu yang memberatkanmu, Bah.
Aku hanya minta agar Allah selalu melindungimu.
Agar Allah selalu memberi “rezeki” yang barokah untukmu.
Agar Allah berkenan kau menikahkan aku kelak.
Aku hanya minta agar Abah tetap mejadi yang terbaik.

Aku ingat saat mereka bercerita tentangmu.
Tentang bagaimana kau selalu memanjakan aku.
Aku yang selalu ikut kemanapun kau pergi.
Aku yang selalu duduk di pundakmu.
Itu dulu, saat aku masih kecil.

Beranjak dewasa segalanya berbah.
Tapi aku yakin bahwa kasih sayangmu tetap sama.
Mungkin kita berdua sama-sama gengsi.
Sekedar untuk berbicara betapa kita saling menyayangi.

Aku pernah mengira bahwa kau tidak terlalu memperhatikan penampilanku.
Hingga suatu saat tiba-tiba kau menegurku.
“Kok tumben gak nggawe kaos kaki?” (Kok tumben nggak pakai kaos kaki)
Aku sempat salah tingkah.
Ternyata kau memperhatikan hingga sedetail itu.
Aku akhirnya berbohong bahwa kaos kakiku masih kotor.
Padahal tidak. Entah kenapa saat itu aku tak mengenakan kaos kakiku.

Kau memberi kami banyak pelajaran, Bah.
Secara tidak langsung.
Kau tidak pernah menasihati kami yang sampai berulang kali.
Kau selalu memberi contoh.

Kau tidak pernah marah lebih dari sehari.
Hari ini marah, besok kau sudah bersikap biasa.
Seolah tidak pernah terjadi apa-apa.
Tapi kenapa aku tidak bisa?

Mungkin itu salah satu sebab mengapa kau tampak lebih muda dari usia sebenarnya.
Kau tidak pernah memelihara pikiran negatif.
Kau tidak pernah memelihara kemarahan.

Selamat hari lahir, Bah.
Lima puluh delapan tahun sudah.
Thanks for being my best Dadd in the world.

May Allah bless you J


Tidak ada komentar:

Posting Komentar