Welcome five semester -___-
Sudah
seminggu ini aku menjadi mahasiswi semester lima.
Semester
dimana para mahasiswa tidak bisa lagi nyantai
kaya di pantai.
Semester
dimana dosen sudah mulai killer, nggak ramah seperti dulu lagi.
Semester
pelik penuh drama yang menguras air mata tenaga dan pikiran.
Semester
yang membuat kami menjadi sepeti zombie.
Kurang
istirahat, kurang makan, kurang tidur, kurang piknik, kurang gizi, kurang
kasih sayang, ah pokoknya serba kekurangan lah.
Aku
sudah memprediksikan bahwa kehidupan bermahasiswaku tidak akan tenang di
semester ini.
Secara,
aku di pertemukan dengan jodoh mata kuliah yang semakin rumit *serumit
hubunganmu dengan gebetanmu. Iyaa kamuuu wkk …
Pasti
akan banyak tugas-tugas ajaib yang lahir dari rahim para Bapak dan Ibu
Dosen super.
Semester
ini akan ada banyak hati yang menjerit lalu berteriak …
“Adek
nggak sanggup, Bang.”
“Bunuh
Hayati di rawa-rawa, Bang.”
“Pecahkan
saja gelasnya, biar ramai.”
“Berikan
hamba kesabaran Tuhaaan.”
“Apa
salahku, kau buat begini, kau tarik ulur hatiku hingga …” *malah nyanyi -___-
“Aku
mau nikah ajaaa Pak’eee …”
Serta
teriakan-teriakan ngenes lainnya yang
muncul ke permukaan.
Aku
jadi ingat status BBM seorang teman.
“Ampe gak inget makan” ditambah emoticon mata ngembung air mata biar terkesan sedih.
Eh,
emang sedih beneran sih hahaha *maafkeun kawan kau ini Me
Sek sek … kok ada yang nggak enak dibaca ya?
Mata
ngembung air mata?
Iki piyeee -___-
Terbukti
kan?
Bukan
hanya wajahmu saja yang bisa mengalihkan dunianya.
Tugas
kuliah juga bisa, bahkan efeknya mungkin lebih dahsyat.
Kalau
tugas sudah mengalihkan dunianya pasti akan lupa dengan yang lainnya.
Lupa
makan. Lupa mandi. Lupa bahagia, nesuuu
ae gawene. Lupa istirahat. Lupa punya pacar. Yang penting nggak lupa sholat.
Tapi
memang benar.
Tugas
kuliah ampuh membuatku salah tingkah.
Makan
tak enak, tidur tak nyenyak, mandi tak basah *halah
Aku
pun merasakan hal yang sama seperti yang temanku alami.
Aku
pernah merasa lelah dengan semua ini.
Merasa
bosan, jenuh, bahkan marah.
Semester
lima yang baru satu minggu aku jalani ini saja sudah menunjukkan tanda-tanda kebesaran
penderitaan serta kesengsaraan.
Apalagi
ketika masuk Minggu kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya?
Bisa-bisa
macam kerja rodi aku dibuatnya.
Ah,
itu hanya bayanganku saja.
Bisa
jadi apa yang aku pikirkan itu meleset.
Mungkin
lebih mudah, lebih enjoy, lebih
asyik.
Mungkin
juga bisa lebih parah -___-
Tapi
aku yakin aku sanggup menghadapi calon mertua berbagai rintangan yang
ada.
Lihat
saja, aku sudah berhasil di tingkat lima.
Aku
hanya harus sedikit mengencangkan sabuk pengaman yang semester lalu sempat kendor.
Di
semester ini kita akan sadar bahwa kuliah itu nggak seperti di ftv-ftv yang durasinya hanya dua jam itu.
Yang
isinya pacaran melulu, cinta-cintaan melulu. No!
Kuliah
itu ya begini.
Kita
akan merasakan mabuk *tanpa perlu nyobain
miras* karena tugas yang ngalah-ngalahin marathon
datengnya.
Nggak hanya cewek yang ngerasain PMS, tapi cowok juga.
PMS
→ Perihnya Menuju Sarjana *eaaaa …
Dan
ada saat dimana kita hanya berharap satu hal.
“Cepat-cepat lulus”
Tapi
jauh daripada itu, semester lima akan menyadarkan bahwa kita sudah berhasil
melangkah sejauh ini.
Berproses
hingga pada tahap ini.
Bayangan
orang tua yang tersenyum saat kita di wisuda mulai tampak.
Senyum
mereka membuat semangat kita terpacu kembali.
Dan
bagi para teman-temanku seperjuangan, senasib dan sepenanggungan, kita harus
semangat. *mengepalkan tangan ke udara
Bagaimanapun
rintangan yang datang, kita harus percaya bahwa kita mampu.
Jangan
sekali-kali kita menyerah.
Jangan
sekali-kali kita mengeluh.
Jangan
sekali, berkali-kali aja. Hahahahaaa …
Sudah
semester lima, tinggal tiga semester lagi kita wisuda itupun kalo nggak
telat *tertawa jahat anggun.
Baiklah,
sekian dulu tulisanku malam ini.
Seorang
gadis yang sedang memperjuangkan gelar S.Sos *Hahahaha …
![]() |
| Sumber : Google |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar