Senin, 07 September 2015

Nano-Nano Semester Lima

Welcome five semester -___-

Sudah seminggu ini aku menjadi mahasiswi semester lima.
Semester dimana para mahasiswa tidak bisa lagi nyantai kaya di pantai.
Semester dimana dosen sudah mulai killer, nggak ramah seperti dulu lagi.
Semester pelik penuh drama yang menguras air mata tenaga dan pikiran.
Semester yang membuat kami menjadi sepeti zombie.
Kurang istirahat, kurang makan, kurang tidur, kurang piknik, kurang gizi, kurang kasih sayang, ah pokoknya serba kekurangan lah.

Aku sudah memprediksikan bahwa kehidupan bermahasiswaku tidak akan tenang di semester ini.
Secara, aku di pertemukan dengan jodoh mata kuliah yang semakin rumit *serumit hubunganmu dengan gebetanmu. Iyaa kamuuu wkk …
Pasti akan banyak tugas-tugas ajaib yang lahir dari rahim para Bapak dan Ibu Dosen super.

Semester ini akan ada banyak hati yang menjerit lalu berteriak …
“Adek nggak sanggup, Bang.”
“Bunuh Hayati di rawa-rawa, Bang.”
“Pecahkan saja gelasnya, biar ramai.”
“Berikan hamba kesabaran Tuhaaan.”
“Apa salahku, kau buat begini, kau tarik ulur hatiku hingga …” *malah nyanyi -___-
“Aku mau nikah ajaaa Pak’eee …”
Serta teriakan-teriakan ngenes lainnya yang muncul ke permukaan.

Aku jadi ingat status BBM seorang teman.
“Ampe gak inget makan” ditambah emoticon mata ngembung air mata biar terkesan sedih.
Eh, emang sedih beneran sih hahaha *maafkeun kawan kau ini Me
Sek sek … kok ada yang nggak enak dibaca ya?
Mata ngembung air mata?
Iki piyeee -___-

Terbukti kan?
Bukan hanya wajahmu saja yang bisa mengalihkan dunianya.
Tugas kuliah juga bisa, bahkan efeknya mungkin lebih dahsyat.
Kalau tugas sudah mengalihkan dunianya pasti akan lupa dengan yang lainnya.
Lupa makan. Lupa mandi. Lupa bahagia, nesuuu ae gawene. Lupa istirahat. Lupa punya pacar. Yang penting nggak lupa sholat.

Tapi memang benar.
Tugas kuliah ampuh membuatku salah tingkah.
Bukan Abang saja yang bisa, tugas kuliah pun bisa.
Makan tak enak, tidur tak nyenyak, mandi tak basah *halah
Aku pun merasakan hal yang sama seperti yang temanku alami.
Aku pernah merasa lelah dengan semua ini.
Pulangkan saja aku pada Ibuku.
Merasa bosan, jenuh, bahkan marah.

Semester lima yang baru satu minggu aku jalani ini saja sudah menunjukkan tanda-tanda kebesaran penderitaan serta kesengsaraan.
Apalagi ketika masuk Minggu kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya?
Bisa-bisa macam kerja rodi aku dibuatnya.

Ah, itu hanya bayanganku saja.
Bisa jadi apa yang aku pikirkan itu meleset.
Mungkin lebih mudah, lebih enjoy, lebih asyik.
Mungkin juga bisa lebih parah -___-
Tapi aku yakin aku sanggup menghadapi calon mertua berbagai rintangan yang ada.
Lihat saja, aku sudah berhasil di tingkat lima.
Aku hanya harus sedikit mengencangkan sabuk pengaman yang semester lalu sempat kendor.

Di semester ini kita akan sadar bahwa kuliah itu nggak seperti di ftv-ftv yang durasinya hanya dua jam itu.
Yang isinya pacaran melulu, cinta-cintaan melulu. No!
Kuliah itu ya begini.
Kita akan merasakan mabuk *tanpa perlu nyobain miras* karena tugas yang ngalah-ngalahin marathon datengnya.
Nggak hanya cewek yang ngerasain PMS, tapi cowok juga.
PMS → Perihnya Menuju Sarjana *eaaaa …
Dan ada saat dimana kita hanya berharap satu hal.
“Cepat-cepat lulus”

Tapi jauh daripada itu, semester lima akan menyadarkan bahwa kita sudah berhasil melangkah sejauh ini.
Berproses hingga pada tahap ini.
Bayangan orang tua yang tersenyum saat kita di wisuda mulai tampak.
Senyum mereka membuat semangat kita terpacu kembali.

Dan bagi para teman-temanku seperjuangan, senasib dan sepenanggungan, kita harus semangat. *mengepalkan tangan ke udara
Bagaimanapun rintangan yang datang, kita harus percaya bahwa kita mampu.
Jangan sekali-kali kita menyerah.
Jangan sekali-kali kita mengeluh.
Jangan sekali, berkali-kali aja. Hahahahaaa …
Sudah semester lima, tinggal tiga semester lagi kita wisuda itupun kalo nggak telat *tertawa jahat anggun.

Baiklah, sekian dulu tulisanku malam ini.

Seorang gadis yang sedang memperjuangkan gelar S.Sos *Hahahaha …

Sumber : Google

Tidak ada komentar:

Posting Komentar