Alhamdulillah masih diberi
kesempatan oleh Tuhan untuk turut berperan kembali dalam peringatan Hari Aids
Sedunia pagi ini. Sejak tahun 2013, tiap tahun saya selalu bertemu dengan para
relawan dan pegiat HIV dari berbagai elemen. Dari yang wajah itu-itu saja,
hingga wajah-wajah baru yang bermunculan.
Sejak subuh hari, sejak saya
dengan tergesa-gesa menyelesaikan santap sahur, hingga beberapa menit kemudian
terdengar adzan berkumandang. Mandi, menyelesaikan pekerjaan rumah, lalu tepat
pukul setengah 6 saya berangkat. KPA masih lengang ketika saya sampai. Hanya
beberapa rombongan anak sekolah, beberapa petugas keamanan, serta sound system
yang sudah memutar lagu-lagu dengan dangdut-nya, eh, meriahnya.
Atmosfer yang sama seperti
tahun-tahun sebelumnya. Banyak orang kesana-kemari, lalu lintas yang masih
lengang, dan tentunya semangat para relawan. Saya sedih ketika mendapati
kenyataan bahwa kuantitas KMPA semakin tahun semakin menurun. Entah itu KMPA
Untag ataupun KMPA Banyuwangi. Hari ini wajah yang saya temui ya itu lagi itu
lagi. Mbak Aiz, Mas Habib, Mas Fauzi, Mbak Mariana. Mbak Aiz bilang, “Perasaan
tiap tahun yo iki-iki tok KMPA-ne.” Saya nggak nyahut. Lha wong bener.
Pukul 06.00 pagi rombongan
berangkat dari depan KPA. Iring-iringan berjalan dengan tertib dan lancar. Saya
dan Mbak Aiz mengambil posisi sebagai salah satu penyebar virus, eh, leaflet.
Membagikan ke tiap-tiap masyarakat yang sedang antusias menonton kami di
pinggir jalan. Beragam ekspresi yang saya terima, ada yang dengan ramahnya
menyambut pemberian saya, ada pula yang dengan cueknya ngelihat saya aja
enggak. Hiks ...
Sampai akhirnya saya tiba di
sebelah dealer Yamaha. Seperti sudah ter-set secara otomatis, memori masa lalu
saya terputar kembali. HAS tahun lalu ada yang namanya #HugChallenge, dimana
saya harus meyakinkan masyarakat untuk berkenan memeluk saya (yang pada waktu
itu saya memakai kalung dengan bertuliskan “Saya HIV+”. Hal ini dilakukan
semata-mata untuk meyakinkan masyarakat bahwa HIV tidak menular melalui
pelukan). Dan di dealer Yamaha ini lah saya mendapat pelukan kedua saya waktu
itu, kalau tidak salah. Nah, berhubung hari ini tidak ada challenge yang harus
kami lakukan, ya kami hanya membagikan leaflet saja.
Di sebelah delaer saya
menghampiri Ibu-Ibu yang sudah segar, cerah ceria di Kamis pagi yang manis ini.
Dengan penuh ceria pula saya memberikan beberapa leaflet untuk beliau-beliau.
Betapa senang diriku ketika disambut senyum sumringah mereka, makin semangat
lah saya ngomporin mereka. Hahaha . .
.
Ada beberapa kejadian lucu yang
menghiasi HAS pagi tadi. Sempat saya menghampiri siswi Madrasah Aliyah yang
sedang berhenti untuk melihat rombongan aksi. Saya hampiri dan mulai basa-basi,
“Tahu nggak hari ini hari apa?”, dia dengan ragu-ragu menjawab “Mmm world aids
day.” Saya tahu sebenarnya dia jawab itu, hanya saja nggak kedengeran karena
suaranya yang pelaaaaaaan sekali. “Apa?” | “Nggg, nggak tahu deh, Mbak.” Saya
tertawa, dia pun ragu-ragu ikut tertawa. Yah, mayan lah pagi-pagi ngerjain anak
gadis orang. Wkwkwkwk.
Sama halnya ketika sampai di
depan Dinas Koperasi. Saya melihat dua dedek-dedek
lagi PSG sedang menonton rombongan aksi. Sama halnya seperti yang saya lakukan
pada siswi Madrasah Aliyah tadi. “Dek, tahu nggak sekarang ini hari apa?” salah
satu dari mereka menjawab dengan polosnya, “Hari Kamis, Mbak.”
____ Hening ____

Tidak ada komentar:
Posting Komentar