Kamis, 01 Desember 2016

Hari Aids Sedunia 2016


Alhamdulillah masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk turut berperan kembali dalam peringatan Hari Aids Sedunia pagi ini. Sejak tahun 2013, tiap tahun saya selalu bertemu dengan para relawan dan pegiat HIV dari berbagai elemen. Dari yang wajah itu-itu saja, hingga wajah-wajah baru yang bermunculan.

Sejak subuh hari, sejak saya dengan tergesa-gesa menyelesaikan santap sahur, hingga beberapa menit kemudian terdengar adzan berkumandang. Mandi, menyelesaikan pekerjaan rumah, lalu tepat pukul setengah 6 saya berangkat. KPA masih lengang ketika saya sampai. Hanya beberapa rombongan anak sekolah, beberapa petugas keamanan, serta sound system yang sudah memutar lagu-lagu dengan dangdut-nya, eh, meriahnya.

Atmosfer yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Banyak orang kesana-kemari, lalu lintas yang masih lengang, dan tentunya semangat para relawan. Saya sedih ketika mendapati kenyataan bahwa kuantitas KMPA semakin tahun semakin menurun. Entah itu KMPA Untag ataupun KMPA Banyuwangi. Hari ini wajah yang saya temui ya itu lagi itu lagi. Mbak Aiz, Mas Habib, Mas Fauzi, Mbak Mariana. Mbak Aiz bilang, “Perasaan tiap tahun yo iki-iki tok KMPA-ne.” Saya nggak nyahut. Lha wong bener.

Pukul 06.00 pagi rombongan berangkat dari depan KPA. Iring-iringan berjalan dengan tertib dan lancar. Saya dan Mbak Aiz mengambil posisi sebagai salah satu penyebar virus, eh, leaflet. Membagikan ke tiap-tiap masyarakat yang sedang antusias menonton kami di pinggir jalan. Beragam ekspresi yang saya terima, ada yang dengan ramahnya menyambut pemberian saya, ada pula yang dengan cueknya ngelihat saya aja enggak. Hiks ...
Sampai akhirnya saya tiba di sebelah dealer Yamaha. Seperti sudah ter-set secara otomatis, memori masa lalu saya terputar kembali. HAS tahun lalu ada yang namanya #HugChallenge, dimana saya harus meyakinkan masyarakat untuk berkenan memeluk saya (yang pada waktu itu saya memakai kalung dengan bertuliskan “Saya HIV+”. Hal ini dilakukan semata-mata untuk meyakinkan masyarakat bahwa HIV tidak menular melalui pelukan). Dan di dealer Yamaha ini lah saya mendapat pelukan kedua saya waktu itu, kalau tidak salah. Nah, berhubung hari ini tidak ada challenge yang harus kami lakukan, ya kami hanya membagikan leaflet saja.

Di sebelah delaer saya menghampiri Ibu-Ibu yang sudah segar, cerah ceria di Kamis pagi yang manis ini. Dengan penuh ceria pula saya memberikan beberapa leaflet untuk beliau-beliau. Betapa senang diriku ketika disambut senyum sumringah mereka, makin semangat lah saya ngomporin mereka. Hahaha . . .

Ada beberapa kejadian lucu yang menghiasi HAS pagi tadi. Sempat saya menghampiri siswi Madrasah Aliyah yang sedang berhenti untuk melihat rombongan aksi. Saya hampiri dan mulai basa-basi, “Tahu nggak hari ini hari apa?”, dia dengan ragu-ragu menjawab “Mmm world aids day.” Saya tahu sebenarnya dia jawab itu, hanya saja nggak kedengeran karena suaranya yang pelaaaaaaan sekali. “Apa?” | “Nggg, nggak tahu deh, Mbak.” Saya tertawa, dia pun ragu-ragu ikut tertawa. Yah, mayan lah pagi-pagi ngerjain anak gadis orang. Wkwkwkwk.

Sama halnya ketika sampai di depan Dinas Koperasi. Saya melihat dua dedek-dedek lagi PSG sedang menonton rombongan aksi. Sama halnya seperti yang saya lakukan pada siswi Madrasah Aliyah tadi. “Dek, tahu nggak sekarang ini hari apa?” salah satu dari mereka menjawab dengan polosnya, “Hari Kamis, Mbak.”

____ Hening ____

Tidak ada komentar:

Posting Komentar