Saya
tidak tahu siapa yang memulai jokes memanggil ala bis kecil ramah ini. Jokes
yang bikin umat manusia kesal setengah modyar.
Gimana nggak kesal, lha manggil ‘hay hey hay hey’ tibak e gur nyanyi lagu Tayo. Ya, kan, kita dah ge-er aja
dipanggil-panggil.
Fenomena
“Hey, Tayo” ini serupa dengan fenomena “Om, telolet, Om” atau fenomena “Masuk,
Pak Eko” yang ngaudubilahnya musisi
sekaliber Marshmellow sampai menjadikan kata itu caption di unggahan
instagramnya.
Jika
kita mundur ke belakang (yaiyalah namanya mundur ya ke belakang), dulu sempat
ada iklan sebuah rokok tentang pertanyaan kapan kawin yang diperankan oleh one of my favourite family man, Ringgo
Agus Rahman. Yang ketika ditanya kapan kawin, Ringgo jawabnya “May”. Ingat
bagaimana lanjutannya? Yhaaaa, betuuuul. May
be yes, may be no.
Nah,
iklan itu booming ketika saya masih duduk di sekolah menengah pertama. Saya
ingat betul dulu sering dipanggil oleh teman-teman “Mey, mey, mey” pas saya
nengok mereka dengan tidak beradabnya cengengesan sambil bilang “may be yeees,
may be nooo”, dilanjutkan dengan ngakak sampai jalur Gaza. Saya ya jelas
snewen, lah. Udah capek-capek nengok lha malah jadi korban iklan begini.
Kalian
bisa bayangkan betapa tersiksanya saya ketika SMP harus membedakan mana yang
manggil beneran dan mana yang manggil tapi cuma buat dipleset-plesetin doang.
Karena kalau misalnya saya dipanggil terus sengaja nggak nengok atau nggak
nyahut pasti akan ada satu kampret yang bilang “Mey iki diceluk gak ngereken ag yooo, sombong.”
Kalau
sudah begitu ya mau tidak mau saya harus nengok dan nyahut “Ada perihal apakah, wahai luwak batangan?” nah kalau sudah begitu
mereka ini bakal kesenengan karena saya kepancing. Emosi jiwa nggak kalian pada?
Itulah
mengapa kemudian ketika hari ini Hey Tayo sedang naik daun, saya auto ingat
kenangan masa SMP. Celakanya sekarang saya juga sering jadi korban iklan Hey
Tayo . Kalau iklan Ringgo dulu mungkin lebih spesifik, ya, karena tidak banyak
anak di sekolah SMP saya yang bernama Mey. Nah, kalau Hey Tayo ini, kan, cuma
modal manggil “Hey” doang, ya korbannya bisa siapa aja.
Hidup
kok nggak jauh-jauh dari korban iklan iki pieeee. Bintang iklan, ora. Korban
iklan, iya.
![]() |
| Sumber: Google |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar