Senin, 18 Maret 2019

Korban Iklan

Saya tidak tahu siapa yang memulai jokes memanggil ala bis kecil ramah ini. Jokes yang bikin umat manusia kesal setengah modyar. Gimana nggak kesal, lha manggil ‘hay hey hay hey’ tibak e gur nyanyi lagu Tayo. Ya, kan, kita dah ge-er aja dipanggil-panggil.

Fenomena “Hey, Tayo” ini serupa dengan fenomena “Om, telolet, Om” atau fenomena “Masuk, Pak Eko” yang ngaudubilahnya musisi sekaliber Marshmellow sampai menjadikan kata itu caption di unggahan instagramnya.

Jika kita mundur ke belakang (yaiyalah namanya mundur ya ke belakang), dulu sempat ada iklan sebuah rokok tentang pertanyaan kapan kawin yang diperankan oleh one of my favourite family man, Ringgo Agus Rahman. Yang ketika ditanya kapan kawin, Ringgo jawabnya “May”. Ingat bagaimana lanjutannya? Yhaaaa, betuuuul. May be yes, may be no.

Nah, iklan itu booming ketika saya masih duduk di sekolah menengah pertama. Saya ingat betul dulu sering dipanggil oleh teman-teman “Mey, mey, mey” pas saya nengok mereka dengan tidak beradabnya cengengesan sambil bilang “may be yeees, may be nooo”, dilanjutkan dengan ngakak sampai jalur Gaza. Saya ya jelas snewen, lah. Udah capek-capek nengok lha malah jadi korban iklan begini.

Kalian bisa bayangkan betapa tersiksanya saya ketika SMP harus membedakan mana yang manggil beneran dan mana yang manggil tapi cuma buat dipleset-plesetin doang. Karena kalau misalnya saya dipanggil terus sengaja nggak nengok atau nggak nyahut pasti akan ada satu kampret yang bilang “Mey iki diceluk gak ngereken ag yooo, sombong.”

Kalau sudah begitu ya mau tidak mau saya harus nengok dan nyahut “Ada perihal apakah, wahai luwak batangan?” nah kalau sudah begitu mereka ini bakal kesenengan karena saya kepancing. Emosi jiwa nggak kalian pada?

Itulah mengapa kemudian ketika hari ini Hey Tayo sedang naik daun, saya auto ingat kenangan masa SMP. Celakanya sekarang saya juga sering jadi korban iklan Hey Tayo . Kalau iklan Ringgo dulu mungkin lebih spesifik, ya, karena tidak banyak anak di sekolah SMP saya yang bernama Mey. Nah, kalau Hey Tayo ini, kan, cuma modal manggil “Hey” doang, ya korbannya bisa siapa aja.

Hidup kok nggak jauh-jauh dari korban iklan iki pieeee. Bintang iklan, ora. Korban iklan, iya.

Sumber: Google

Tidak ada komentar:

Posting Komentar