Semalam kami merayakan pernikahan putra direktur kami dengan tumpengan. Putra Pak Fafan menikah di Merauke dan bapak tidak bisa menghadiri acara pernikahan tersebut. Sebagai gantinya bapak dan ibu merayakannya bersama kami, keluarga besar Radio Mandala Banyuwangi.
Makan bersama dengan seluruh kru dan penyiar selalu jadi momen yang membahagiakan. Karena di momen-momen seperti inilah kami selalu bisa berkumpul dalam formasi yang lengkap. Sebelum sesi makan bersama dimulai bapak melakukan potong tumpeng.
Kami memberikan doa-doa terbaik kami buat Mas Ade dan Mbak Katerine yang sudah sah menjadi pasangan suami istri. Aku enggak tahu bagaimana perasaan Mas Ade harus menikah tanpa dihadiri orang tuanya. Tatap muka hanya via Zoom. :(
Surprisingly, bapak memberikan potongan tumpeng pertamanya buatku. Dengan serangkaian harapan-harapan yang bapak lontarkan agar aku cepat menyusul dan diaminkan seantero ruangan. Ya sudah jelas maksudnya adalah menyusul menikah.
Aku selalu mengaminkan doa baik orang-orang. Doa yang dilontarkan saat menyalami pengantin saat kondangan maupun doa yang dilontarkan pada momen-momen seperti saat bersama bapak dan ibu semalam.
"Semoga cepat nyusul, ya?"
Padahal aku juga enggak mau cepat-cepat. Tapi, selalu kujawab "Iya, amin" agar topik menikah itu segera berakhir.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar