Setelah akhirnya mendapat dua dosis vaksin pada tahun lalu, tahun ini aku dan teman-teman mendapat vaksin booster. Pernah curi dengar dari Pak Wabup Sugirah soal vaksin booster yang katanya bikin meriang. Dan itu benar adanya, entah berlaku juga untuk yang lain atau enggak. Karena setiap orang reaksi terhadap vaksinnya berbeda-beda.
Aku vaksin hari Kamis (24/02) di Puskesmas Singotrunan. Kenapa di Puskesmas Singotrunan? Ya karena waktu itu Mbak Febri yang mengakomodir kami untuk booster. Dan sepertinya dia dapat informasi booster dari temannya yang bekerja di Puskesmas Singotrunan. Ancen Mbak Febri iki koncone sak kabupaten, dimana saja ada.
Kamis pagi kami menuju puskesmas,
setelah mendapat nomor antrian, setelah pengecekan berat badan, tinggi badan
dan pengecekan darah, akhirnya kami mendapat booster. Kami di sini adalah aku,
Mbak Febri, Reno dan Nandot. Kamis itu jadwalku siaran pagi, jadi aku sarapan
di radio.
Pulang dari booster masih
baik-baik saja. Linu-linu sedikit adalah hal biasa ketika selesai vaksin. Dari rumah
aku putuskan untuk makan (lagi) dan minum banyak air putih, kemudian istirahat.
Sampai siang hari ketika akan berangkat siaran lagi badan masih oke. Hangat
sedikit dan tentu saja masih nyeri di bagian lengan.
Baru ketika malamnya badan
lumayan semakin hangat. Aku masih mengira bahwa nanti juga bakal enakan dengan
sendirinya. Si paling optimis emang. Malam itu jam sembilan aku sudah ngantuk,
dan akhirnya terlelap.
Sampai akhirnya kebangun jam
00.07 (kalau enggak salah ingat) dengan keadaan panas tinggi. Pusing di kepala
dan nyeri di lengan ini sungguh menyiksa. Dua vaksin sebelumnya efeknya enggak
separah ini. Vaksin pertama justru baik-baik saja, napsu makan bertambah malah.
Vaksin kedua lumayan meriang tapi enggak parah banget kayak booster.
Turun dari kasur benar-benar
seperti adegan sakit kayak di tipi-tipi. Tangan meraba apapun yang bisa
dipegang biar enggak jatuh. Jalan pelan-pelan menuju kamar mandi untuk buang
air kecil. Kemudian ambil segelas air putih karena tenggorokan benar-benar
kering. Kemudian dengan keadaan tangan gemetar ambil kotak obat dan ambil
parasetamol. Setelah menenggak parasetamol aku kembali ke kamar.
Tentu saja tidak bisa langsung
terlelap karena nyeri sekujur tubuh, plus masih panas. Aku sudah was-was
jangan-jangan enggak bisa siaran besoknya. Karena Jumat (25/02) adalah jadwalku
siaran pagi. Entah pukul berapa akhirnya aku tertidur. Dan, tralalaaaa.....
bangun dalam keadaan baik-baik saja. Sudah enggak panas, enggak pusing, tapi
nyeri masih ada dikit-dikit.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar