Senin, 06 November 2023

BADAI

Sepertinya hari ini adalah hari dimana aku betul-betul menyadari bahwa pernikahan memang tidak untuk semua orang. Bodo amat aku mau dibilang apa, tapi kenyataannya memang iya. Pernikahan tidak untuk semua orang, I said it again, pernikahan tidak untuk semua orang.

Bukan karena aku selalu melihat pengalaman tidak menyenangkan dalam pernikahan, jauh dari itu menikah ya memang tidak mudah. Menikah itu untuk mereka yang siap dan mampu. Siap dan mampu menerima kehadiran manusia lain dalam hidupnya tidak hanya untuk seminggu dua minggu, tapi sepanjang hidupnya. Siap dan mampu menerima perubahan yang pasti akan terjadi. Siap dan mampu menerima segala masalah yang akan datang dalam rumah tangga. Siap dan mampu berkompromi. Siap dan mampu bertanggungjawab.

Pernahkah kamu ditelpon sahabatmu hanya untuk mendengar dia menangis dan teriak? Aku mendengar semuanya sambil enggak tahu harus apa. Aku mendengar semuanya sambil terus berdoa dalam hati semoga dia tetap kuat. Aku mendengar semuanya sambil menggigit bibir menahan air mataku agar tidak tumpah.

Aku sedih. Aku sedih sahabat yang aku sayangi harus mengalami badai. Aku sedih karena saat badai itu hadir aku justru alpa. Berulang kali aku meyakinkan diri sendiri bahwa ya itulah namanya rumah tangga. Enggak bisa selamanya damai sejahtera. Tapi, semakin aku meyakinkan diri sendiri, semakin semuanya terasa omong kosong belaka.

Aku sudah pernah melihat kedua orangtuaku bertengkar. Aku sudah pernah melihat rumah tangga saudaraku berantakan. Aku sudah pernah melihat badai hebat dalam rumah tangga orang lain. Dan sekarang aku di sini menjadi manusia yang entah sampai kapan masih akan selalu penuh dengan keraguan soal pernikahan.

Seharusnya dari semua yang sudah aku lihat itu membuatku jadi lebih bersiap, jadi lebih matang, jadi lebih berani. Kenyataannya semakin membuatku ciut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar