Minggu, 01 Februari 2015

Cemburu Itu Tanda Tidak PD

Sejak kuliah aku punya banyak teman laki-laki.
Karena saat SMK dulu satu kelas penuh dengan wanita.
Ya. Seluruhnya wanita. Tidak ada laki-laki satupun.
Saat pertama kali masuk kuliah sempat kikuk.
Karena bukan hanya berhadapan dengan banyaknya laki-laki.
Beberapa temanku pun ada yang pegawai.
Bahkan ada juga yang seumuran dengan abah dan ibuku.

Lingkungan baru.
Suasana baru.
Atmosfer baru.

Setelah merasakan tiga tahun yang luar biasa nyaman bersama mereka di SMK, kali ini aku harus beradaptasi kembali dengan teman-teman kuliah. Harus bersosialisasi kembali dengan kawan-kawan baruku. Ya sudah bisa dibayangkan, aku akrab lebih lama dengan teman-teman pria. Baru di semester tiga ini aku bisa akrab dengan semuanya. Akrab dengan teman-teman pria yang bandel, yang rocker, yang alay, yang jaim, dan yang yang lain :D

Ada beberapa teman berbeda fakultas yang kukenal lewat sebuah organisasi di kampus.
Kita sudah sangat dekat hingga satu peristiwa akhirnya menimbulkan jarak diantara kita.

Joko (bukan nama asli) dan Om.

Mereka itu teman-teman baikku.
Kami tertawa bersama. Sedih bersama. Gila bersama.
Terutama Om. Aku dan Om sudah seperti om dan ponakan sungguhan :D
Om adalah teman relawanku. Om adalah sopir sejatiku saat kita masih sama-sama ada di PMAD.
Om dan aku itu lucu. Om dan aku itu angka 10 :D

Tapi, karena satu hal akhirnya hubunganku dengan Om harus merenggang.
Tidak ada lagi curhat-curhatan seperti dulu.
Tidak ada lagi guyon-guyonan seperti dulu.
Tidak ada lagi yang memanggilku Kunti.
Tidak ada lagi Om yang koplak dan konyol.

Om punya pacar. Dan pacarnya cemburu denganku.

Yesss. Cemburu denganku.
Aku? Dicemburuin pacar sahabat sendiri?
Hallooooo hidup nggak sebercanda ini gaes ...

Kamu tahu semua orang pasti punya sahabat.
Ya minimal teman baik lah.
Lalu mengapa kamu cemburu denganku?
Yang notabene adalah sahabat pacarmu sendiri?

Hey, coba mbak lihat saya.
Apa hebatnya saya?
Apa istimewanya saya?
Apa menariknya saya?

Yang jauh lebih hebat, istimewa dan menarik itu justru mbak.
Maka dari itu justru mbaklah yang berhasil jadi pacarnya Om.
Iya kan?

Ya memang. Bagi sebagian wanita pasti kurang suka jika pacarnya memiliki sahabat wanita.
Apalagi jika kemudian pacar sang wanita dekat sekali dengan sahabatnya.
Begitupun sebaliknya.
Sebagian besar pria kurang suka jika pacarnya memiliki sahabat pria, dan mereka dekat sekali.

Tapi tolong, itu bukan hal yang harus dikhawatirkan.
Mbak hanya terlalu khawatir dengan saya.
Takut jika nanti Om berpaling dari mbak.
Bukan tindakan yang dewasa apabila sampai mendelcone kontak bbm pacar sendiri.
Aku dan Om hanya sebatas teman baik.
Kami juga menghormati keyakinan satu sama lain.

Percayalah, mbak punya segudang kelebihan yang lebih dari saya.
Mbak punya apa yang saya tidak punya.
Percaya Dirilah dengan itu semua.

Joko.
Kasus Joko sedikit lebih ekstrim daripada Om.

Joko temanku di PMAD.
Sekitar bulan Oktober 2013 kami sempat dekat.
Sebatas dekat sebagai teman lho ya, tidak lebih.
Tapi aku menyadari dia sedang melancarkan usaha-usaha.
Aku menyadari dia memiliki ketertarikan.

Namun aku tidak serius menanggapinya.
Aku hapal betul tipe-tipe pria seperti ini.
Manis di awal saja.
Pengobral gombal.

Hingga suatu hari ada sebuah nomor baru yang menghubungiku melalui sms.
Awalnya dia sopan menanyaiku.
Namun lama-kelamaan kalimat-kalimat kasar tertuang dalam setiap ketikan tulisannya.
Dia mencaci makiku dengan brutal.

Ya. Pacar si Joko.

Huwaaaa, aku lelaaah Tuhaaaan.
Aku lelah dengan cemburu-cemburuan ini.
Aku lelah dengan sikap kekanakan yang mereka tunjukkan.

Pacar Joko ini masih duduk di bangku SMA kelas 2 waktu itu.
Iyesss, aku dilabarak bocah.

Tapi percuma saja.
Sudah kujelaskan dengan manis dan lembut pada adik satu itu.
Tapi cemburu butanya sudah masuk stadium akhir.
Rasa marahnya sudah mengalahkan semuanya.
Memang saat marah lidah bekerja lebih cepat daripada otak.
Alhasil kalimat-kalimat yang dia lontarkan selalu bernada sengit.
Tak ada kebaikan sama sekali yang tampak.

Sayang sekali Dik.
Kamu yang cantik dan anggun dengan jilbabmu itu harus ternoda dengan mulutmu yang kasar dan tidak sopan. Sungguh sayang sekali.

Dan, aku tidak melihat ada pembelaan dari pacar tercintanya. Joko.
Dia sama sekali tidak menjelaskan apa yang terjadi pada kekasih kecilnya itu.
Ya. Dia membiarkan seolah aku yang sudah merusak hubungan mereka.
Oh, this is not good, Jok -_-

Terlihat jelas dari peristiwa ini bagaimana Joko sebenarnya.
Laki-laki tidak bertanggung jawab.
Ah, aku jadi kasihan denganmu Dik.
Kamu memilih orang yang salah.

Aku tidak membencimu Jok.
Aku hanya kecewa dengan sikap pengecutmu.

Sudahlah ...
Kalian tidak perlu lagi menaruh rasa cemburu yang berlebihan pada kekasih kalian.
Sebuah hubungan itu fondasinya adalah kepercayaan.
Bagaimana kalian bisa membina hubungan jika tidak saling percaya satu sama lain?

Ingat, cemburu itu tanda ketidakpercayaan diri kalian.
Percaya diri saja dengan apa yang kalian miliki.
Yang dengannya kalian yakin bahwa pasangan kalian tidak pernah akan berpaling.

Salam dari saya, wanita yang sering dicemburuin pacar temen sendiri -_-
Bye.

Gambar diambil disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar