Sabtu, 14 Februari 2015.
Alhamdulillah, sekali lagi aku dapat melakukan one-day trip dengan teman-teman. Kali ini dengan teman-teman Bem Fisip Untag Banyuwangi. Setelah Minggu lalu kami berkutat dengan acara Seminar Pelajar kali ini kami menghabiskan waktu di Taman Nasional Baluran.
Ya, this is my first time. Dan aku sangat excited :D
Beruntunglah, ternyata ada waktu dimana aku diperbolehkan keluar dalam jarak yang lumayan jauh oleh Abah. Aku pikir dulu aku akan disini-sini saja. Ternyata tidak. Semua hanya menunggu waktunya :)
Aku semakin senang karena dua temanku Mbak Heni dan Veni menginap ditempatku.
Mereka sengaja aku minta untuk menginap karena rumah Mbak Heni jauh di Glenmore sana. Aku tidak tega jika Mbak Heni harus berangkat dari rumahnya subuh-subuh. Karena kami sudah janjian untuk berangkat pukul tujuh dari Ketapang (rumah Riska).
Beruntung juga Abah memperbolehkan aku dan teman-teman gilaku ini untuk menginap di rumah Gardenia. Jadi kami bertiga dapat dengan leluasa mengobrol :D
Tepat pukul 5 aku bangun, sesuai bunyi alarm. Aku segera mandi dan sholat subuh. Lantas menyiapkan bekal untuk kami bawa nanti.
Pagi itu kami benar-benar excited sekali.
![]() |
Kami bertiga segera keluar gerbang perumahan untuk menunggu Mbak Desi. Aku akan satu motor dengan dia. Karena Mbak Heni dan Veni membawa satu motor. Kami menunggunya di depan jembatan Bagong.
Sepanjang perjalanan ke rumah Riska aku tidak berhenti mengingat-ingat apa saja yang belum kubawa. Aku mengingat-ingat lagi semuanya. Aku yakin pastii ada yang tertinggal. Karena perasaanku tidak nyaman.
Kami berhenti di Pom Sukowidi untuk menunggu Mega.
Benar saja ada yang tertinggal. Jas hujanku. Ah, aku paling tidak suka dengan acara tertinggal begini. Akhirnya suasana hatiku jadi berubah.
Setelah Mega datang kami langsung menuju rumah Riska. Disana sudah ada Melinda dan Erni.
Molor setengah jam. Kami baru berangkat ke Baluran pukul setengah delapan.
Aku melihat teman-temanku. Senang rasanya bisa berlibur seperti ini bersama mereka.
Dan, aku baru menyadari dandanan kami. Hahahaha sudah seperti mau naik gunung saja, batinku.
Ya, sudah seperti orang yang mau naik gunung. Jaket tebal, masker, dan sarung tangan.
Ah, biarlah. Biar saja kami dengan kenorak'an yang kami miliki :D
Sepanjang perjalanan aku sangat menikmati pemandangan yang ditawarkan. Dengan Mega yang duduk manis dibelakangku. Karena dia tak punya SIM maka aku yang mengambil alih kemudi.
Mbak Desi memilih boncengan dengan Suryanto.
Aku seperti anak ayam yang baru keluar dari cangkangnya. Tak henti-henti kepalaku menoleh kanan dan kiri. Pemandangan yang indah. Sebetulnya ketika dulu ke Malang pun aku sudah melewati jalan ini. Tapi jelas berbeda, karena waktu itu aku melakukan night-trip jadi aku tak melihat apapun kecuali gelap dan lampu-lampu.
Sampai tempat tujuan kami segera masuk dan wajib tidak lupa berfoto :D
Suryanto segera mengurus pembelian tiket. Kami bersebelas dengan 6 motor. Per orang dikenai tarif Rp. 15.000 dan per motor Rp. 5.000.
Setelah urusan bayar membayar selesai, tanpa membuang waktu kami segera masuk kedalam hutan Baluran. Ada sensasi tersendiri ketika aku mulai mengarahkan motorku masuk kedalam. Ya pasti ini tidak lain karena pertama kalinya buatku :D
Sebelum masuk kami sempat disambut oleh beberapa monyet yang sedang berkeliaran.
Di dalam, sejauh mata memandang hanya hijau. Dan I loveeee it, yes I love green :)
Kali ini kendali motor ada di tangan Mega. Dia yang menyetir, sekarang aku akan duduk manis di belakang dan mengabadikan perjalanan kami.
Sekali lagi aku bersyukur dengan semua ini.
Teman-teman yang kompak, solid, and care of each other.
Perjalanan yang harusnya melelahkan ini, karena jalan yang jelek dan cuaca sedang hujan justru tidak terasa. Kami sangat menikmati.
![]() |
| Kelaparan ini ceritanya :D |
Pantai Bama menjadi tujuan kami selanjutnya. Walaupun yah, untuk kesana kami harus menempuh jarak 18 km dengan jalan yang buruk rupa ini -_-
Sepanjang jalan aku dibuat terkagum-kagum dengan keindahan Savana Bekol.
Dan, setelah sekian lamanya, here we are, Bama beach ....
Tapi sayang kita nggak betah lama-lama disini.
Yup. Gangguan dari monyet-monyet disana sangat membuat kita nggak nyaman,
Aku masih ingat bagaimana Riska ketakutan karena tasnya dikoyak hingga robek oleh beberapa monyet.
Mbak Desi pun hampir menangis karena diganggu monyet. Hahahah monyetnya cowok kali mbak :D
That's it. Spenggal kisah one-day trip bersama kawan-kawan Bem Fisip.
Tunggu kisah one-day trip lainnyaaa :D


















































Tidak ada komentar:
Posting Komentar