Senin, 23 November 2015

Cerdas Cermat Ala FISIP A

Huwaaaah akhirnya ekseskusi berakhir …
Alhamdulillah ... 
Setelah seminggu yang lalu kami dibuat kebat-kebit karena agenda cerdas cermat hari ini.
Cerdas cermat vroooh :D
Terakhir ikut cerdas cermat pas SD dulu dan sekarang pas kuliah ketemu lagi sama beginian.
Nggak cukup hanya pertarungan harga diri pertanyaan yang bikin belingsatan.
Kami juga harus menyiapkan yel-yel untuk kelompok.
Hemmm, reuus banget kan? :D

Kami bertujuh, yang terdiri dari Aku, Veni, Mbak Lela, Agus, Budi, Suryanto dan Pak Yulian.
Dan entah bisa dibilang nasib baik atau nasib buruk, kami dapat jatah kelompok pertama atau kelompok satu atau kelompok A *duh, kebanyakan “atau” -___-
Yes, we are number one.

Banyak kisah sebenarnya dibalik cerdas cermat hari ini.
Perjuangan agar kami bertujuh bisa ngumpul dan latihan koreo untuk yel-yel.
Perjuangan agar kami bertujuh bisa ngumpul dan mbagi beras jatah lirik.
Perjuangan agar kami bertujuh bisa ngumpul dan mematangkan konsep.

Tapi apa daya …
Kami hanya ngumpul di hari Jum’at dan Minggu.
Itu pun nggak bertujuh -__-
Jum’at berlima dan Minggunya berempat.
Baru pas hari H, satu jam sebelum cerdas cermat dimulai kami bisa ngumpul dengan formasi yang lengkap *boyband kali ah formasi -__-

Bisa dibilang kami kurang matang dalam hal yel-yel dan kostum.
Latihan serius dan lengkap serta benar itu baru tadi sekitar jam 6.
Memutuskan kostum apa yang harus dipakai juga baru tadi siang.
Benar-benar kelompok yang kompak absurd.

Dan pertunjukkan pun dimulai.
Berhubung kita adalah kelompok satu, otomatis kami menjadi penampil pertama.
Pas latihan padahal biasa aja, tapi pas teman-teman tepuk tangan kok jadi nderedeg ya :D
And here we are, in front of class, face to face with them.
Setelah salam pembuka dan bla bla bla, mulailah kami beraksi.

Sumpah ancur :D
Pembukaan bagian Donat (Veni).
Bait pertama sih aman gaes, lancar selancar jalan tol.
Eeeeh lha kok pas bagian duet bareng Agus dia lupa lirik.
Yup, lupa lirik.
Itu aku yang langsung panik nggak keruan dan berasa ingin menghilang dari muka bumi kelas.

Beruntung teman-teman nggak ikutan panik.
Kami melanjutkan yel-yel kami dengan rasa malu luar biasa hingga akhir.

Dan berakhirlah pertunjukkan dramatis itu.
Aku nggak kuat untuk nggak ketawa.
Asli konyol banget kami di depan kelas.
Setelah duduk, dengan innocentnnya Donat bilang.
“Nyet, aku mau lali lirik?”
Menurut loooooh …

Ah, tapi sudahlah kami nggak mempermasalahkan insiden lupa lirik itu.
Yang membuat kami terhibur adalah aksi dari teman-teman kelompok lain.
Benar-benar membuat perutku sakit.
Gila, ternyata teman-teman FISIP A ini punya bakat lawak semua, wkwkwkwk :D
At least, karena cerdas cermat ini aku bisa melihat sisi lain dari teman-teman.

Setelah pertunjukkan yel-yel selesai dimulailah acara presentasi.
Kami memaparkan secara ringkas hasil diskusi kami di minggu yang lalu.
Memaparkan secara ringkas bagaimana sebuah produk hukum dibuat.
Kelompok kami mengambil contoh UU Perlindungan Anak.
Kebetulan di sesi presentasi ini kelompokku secara tidak bertanggungjawab memilihku untuk tampil.
“Kene wes sepakat Nyet, awakmu seng maju.” Kata Donat dengan lagi-lagi berwajah innocent minta ditabok -___-
Ya kali bikin kesepakatan aku yang maju pas aku-nya nggak ada di tempat.
Dasar, teman macam apa kalian ini?

Akhirnya, mau tidak mau, suka tidak suka, senang tidak senang, bahagia tidak bahagia *wes Mey -__- aku pun maju mempresentasikan hasil.
After bla bla bla … I’m done.
Begitu pula dengan tiga kelompok yang lain.
Mereka menunjuk perwakilan mereka untuk tampil.

Sesi presentasi selesai, dimulailah pertarungan batin sesungguhnya.
Seperti yang sudah disepakati minggu lalu.
Tiap kelompok harus mewakilkan tiga anggotanya untuk mengikuti cerdas cermat.
Kelompokku ada Agus, Budi dan Suryanto.
Ini sudah kombinasi yang pas menurutku.
Tapi entah ada angin apa, atau kesambet jin kampus mana tiba-tiba Suryanto mundur ke belakang dan diganti Pak Yulian.
Wes emboh lah, nggak habis pikir aku neng arek siji iki -__-

Di babak pertama aku sempat down.
Karena skor kelompok kami tertinggal dari kelompok lain.
Para boyband kami (Agus, Budi Pak Yulian) harus bersaing pertanyaan maupun jawaban dari kelompok lain.

Aku menyebutnya blessing in disguise.
Di babak pertengahan taring kelompok kami mulai nampak.
Walaupun di belakang aku melihat Suryanto dengan gregetan pingin njawab dan agak menyesal bertukar tempat dengan Pak Yulian, hahahaha kapokmu kapan -__-
Dan memang, idola kami malam ini adalah Agus.
Go Agus go Agus go ….

Aku wes jejeritan nggak karuan demi melihat Agus yang benar menjawab pertanyaan, yang itu berarti skor kelompok kami bertambah dan mulai melesat jauh meninggalkan yang lain.
Hingga akhirnya insiden ketika Suryanto tertangkap basah maling jemuran memberi jawaban kepada boyband kami (sebenernya belum ada kesepakatan apakah diperbolehkan atau tidak anggota kelompok membantu untuk menjawab) *halah alibi ae Mey Mey … -___-
Dan, dikurangilah nilai kelompok kami :’(

Tapi it’s oke, Agus dengan angkuhnya melibas pertanyaan-pertanyaan dari Pak Hartono :D
Dan moment paling lucu dan bikin aku ngakak nggak berhenti-berhenti adalah ketika pertanyaan ini terlontar dari Pak Hartono.
“Siapakah nama menteri kelautan dan perikanan RI?”
Agus dengan cepat, tangkas dan hebat segera mengacungkan tangannya.
Aku sudah berdoa banyak-banyak agar Agus tidak keseleo lidah atau salah menyebut nama Ibu Menteri yang namanya HHM dengan nama atlet itu *HHM? Hampir-Hampir Mirip, hapasih …

Benar saja, secara lantang dan penuh percaya diri Agus menyebut nama Susi Susanti.
Refleks aku langsung jejeritan heboh menyadarkan Agus dari kekhilafannya itu.
Sungguh khilaf yang memalukan, Gus -___-
Hambok kalau ngefans ke Bu Susi Susanti itu yang biasa aja :D

Aku masih ingat bagaimana ekspresi wajah Agus yang tanpa rasa berdosa menyebut nama Susi Susanti.
Dan saat itu dia belum sadar jika dirinya salah menyebut nama.
Hingga akhirnya dia meyadari kekhilafannya saat pertanyaan dilempar ke kelompok lain.
Sumpah Gus, aku ngakak gak mari-mari :D

Malam ini benar-benar luar biasa.
Teknik pengajaran beliau selalu membuat kami terkejut.
Hari ini cerdas cermat, besok apa lagi Pak? :D

And finally we’re the champion.
Rasa haru menyelinap dalam dada kami *lebay ah
Tapi memang terharu :D
Nggak sia-sia perjuangan kami seminggu ini.

Perjuangan Donat yang harus ketilang Polisi saat akan berlatih yel-yel ditempatku :D
Perjuangan dua bidadari perempuan (Aku, Donat) yang harus ngelus dodo demi melihat anggota kelompok lain (Agus, Suryanto) yang dengan santainya tidur saat acara latihan berlangsung.
Perjuangan kami yang harus dengan rela melihat matangnya konsep kelompok lain.
Perjuangan kami yang harus menahan fanas dan gerah karena dresscode yang kami pakai malam ini. HITAM.

Last but not least, thanks to Mr. Hartono for tonight.
You are so made our day …
And thanks to all of you guys, you’re cool.

23.15
Take a pict with Mr. Hartono :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar