Alhamdulillah ...
Setelah seminggu
yang lalu kami dibuat kebat-kebit
karena agenda cerdas cermat hari ini.
Cerdas cermat
vroooh :D
Terakhir ikut
cerdas cermat pas SD dulu dan
sekarang pas kuliah ketemu lagi sama
beginian.
Nggak cukup hanya pertarungan harga diri
pertanyaan yang bikin belingsatan.
Kami juga harus
menyiapkan yel-yel untuk kelompok.
Hemmm, reuus
banget kan? :D
Kami bertujuh,
yang terdiri dari Aku, Veni, Mbak Lela, Agus, Budi, Suryanto dan Pak Yulian.
Dan entah bisa
dibilang nasib baik atau nasib buruk, kami dapat jatah kelompok pertama atau
kelompok satu atau kelompok A *duh, kebanyakan “atau” -___-
Yes, we are number one.
Banyak kisah
sebenarnya dibalik cerdas cermat hari ini.
Perjuangan agar
kami bertujuh bisa ngumpul dan
latihan koreo untuk yel-yel.
Perjuangan agar
kami bertujuh bisa ngumpul dan mbagi beras jatah lirik.
Perjuangan agar
kami bertujuh bisa ngumpul dan mematangkan
konsep.
Tapi apa daya …
Kami hanya
ngumpul di hari Jum’at dan Minggu.
Itu pun nggak
bertujuh -__-
Jum’at berlima
dan Minggunya berempat.
Baru pas hari H, satu jam sebelum cerdas
cermat dimulai kami bisa ngumpul dengan formasi yang lengkap *boyband kali ah
formasi -__-
Bisa dibilang
kami kurang matang dalam hal yel-yel dan kostum.
Latihan serius
dan lengkap serta benar itu baru tadi sekitar jam 6.
Memutuskan kostum
apa yang harus dipakai juga baru tadi siang.
Benar-benar
kelompok yang kompak absurd.
Dan pertunjukkan
pun dimulai.
Berhubung kita
adalah kelompok satu, otomatis kami menjadi penampil pertama.
Pas latihan padahal biasa aja, tapi pas teman-teman tepuk tangan kok jadi nderedeg ya :D
And here we are, in front of class, face to face
with them.
Setelah salam
pembuka dan bla bla bla, mulailah
kami beraksi.
Sumpah ancur :D
Pembukaan bagian
Donat (Veni).
Bait pertama sih aman gaes, lancar selancar jalan tol.
Eeeeh lha kok pas bagian duet bareng Agus dia lupa
lirik.
Yup, lupa lirik.
Itu aku yang
langsung panik nggak keruan dan
berasa ingin menghilang dari muka bumi kelas.
Beruntung teman-teman
nggak ikutan panik.
Kami melanjutkan
yel-yel kami dengan rasa malu luar biasa hingga akhir.
Dan berakhirlah
pertunjukkan dramatis itu.
Aku nggak kuat untuk nggak ketawa.
Asli konyol
banget kami di depan kelas.
Setelah duduk,
dengan innocentnnya Donat bilang.
“Nyet, aku mau lali lirik?”
Menurut loooooh …
Ah, tapi
sudahlah kami nggak mempermasalahkan insiden lupa lirik itu.
Yang membuat
kami terhibur adalah aksi dari teman-teman kelompok lain.
Benar-benar
membuat perutku sakit.
Gila, ternyata
teman-teman FISIP A ini punya bakat lawak semua, wkwkwkwk :D
At least, karena cerdas cermat ini aku bisa
melihat sisi lain dari teman-teman.
Setelah pertunjukkan
yel-yel selesai dimulailah acara presentasi.
Kami memaparkan
secara ringkas hasil diskusi kami di minggu yang lalu.
Memaparkan secara
ringkas bagaimana sebuah produk hukum dibuat.
Kelompok kami
mengambil contoh UU Perlindungan Anak.
Kebetulan di
sesi presentasi ini kelompokku secara tidak bertanggungjawab memilihku untuk
tampil.
“Kene wes sepakat Nyet, awakmu seng maju.” Kata Donat
dengan lagi-lagi berwajah innocent
minta ditabok -___-
Ya kali bikin
kesepakatan aku yang maju pas aku-nya nggak ada di tempat.
Dasar, teman
macam apa kalian ini?
Akhirnya, mau
tidak mau, suka tidak suka, senang tidak senang, bahagia tidak bahagia *wes Mey
-__- aku pun maju mempresentasikan hasil.
After bla bla bla … I’m done.
Begitu pula
dengan tiga kelompok yang lain.
Mereka menunjuk
perwakilan mereka untuk tampil.
Sesi presentasi
selesai, dimulailah pertarungan batin sesungguhnya.
Seperti yang
sudah disepakati minggu lalu.
Tiap kelompok
harus mewakilkan tiga anggotanya untuk mengikuti cerdas cermat.
Kelompokku ada
Agus, Budi dan Suryanto.
Ini sudah
kombinasi yang pas menurutku.
Tapi entah ada angin
apa, atau kesambet jin kampus mana tiba-tiba Suryanto mundur ke belakang dan
diganti Pak Yulian.
Wes emboh lah, nggak habis pikir aku neng arek siji
iki -__-
Di babak pertama
aku sempat down.
Karena skor
kelompok kami tertinggal dari kelompok lain.
Para boyband kami (Agus, Budi Pak Yulian)
harus bersaing pertanyaan maupun jawaban dari kelompok lain.
Aku menyebutnya blessing in disguise.
Di babak
pertengahan taring kelompok kami mulai nampak.
Walaupun di
belakang aku melihat Suryanto dengan gregetan
pingin njawab dan agak menyesal
bertukar tempat dengan Pak Yulian, hahahaha kapokmu
kapan -__-
Dan memang,
idola kami malam ini adalah Agus.
Go Agus go Agus go ….
Aku wes jejeritan nggak karuan demi melihat Agus yang benar menjawab pertanyaan, yang
itu berarti skor kelompok kami bertambah dan mulai melesat jauh meninggalkan
yang lain.
Hingga akhirnya
insiden ketika Suryanto tertangkap basah maling jemuran memberi jawaban
kepada boyband kami (sebenernya belum
ada kesepakatan apakah diperbolehkan atau tidak anggota kelompok membantu untuk
menjawab) *halah alibi ae Mey Mey … -___-
Dan,
dikurangilah nilai kelompok kami :’(
Tapi it’s oke, Agus dengan angkuhnya melibas
pertanyaan-pertanyaan dari Pak Hartono :D
Dan moment
paling lucu dan bikin aku ngakak nggak
berhenti-berhenti adalah ketika pertanyaan ini terlontar dari Pak Hartono.
“Siapakah nama
menteri kelautan dan perikanan RI?”
Agus dengan
cepat, tangkas dan hebat segera mengacungkan tangannya.
Aku sudah berdoa
banyak-banyak agar Agus tidak keseleo
lidah atau salah menyebut nama Ibu Menteri yang namanya HHM dengan nama atlet
itu *HHM? Hampir-Hampir Mirip, hapasih …
Benar saja,
secara lantang dan penuh percaya diri Agus menyebut nama Susi Susanti.
Refleks aku langsung
jejeritan heboh menyadarkan Agus dari kekhilafannya itu.
Sungguh khilaf
yang memalukan, Gus -___-
Hambok kalau ngefans ke Bu Susi Susanti itu yang biasa aja :D
Aku masih ingat
bagaimana ekspresi wajah Agus yang tanpa rasa berdosa menyebut nama Susi
Susanti.
Dan saat itu dia
belum sadar jika dirinya salah menyebut nama.
Hingga akhirnya
dia meyadari kekhilafannya saat pertanyaan dilempar ke kelompok lain.
Sumpah Gus, aku ngakak gak mari-mari :D
Malam ini
benar-benar luar biasa.
Teknik pengajaran
beliau selalu membuat kami terkejut.
Hari ini cerdas
cermat, besok apa lagi Pak? :D
And finally we’re the champion.
Rasa haru
menyelinap dalam dada kami *lebay ah
Tapi memang
terharu :D
Nggak sia-sia perjuangan kami seminggu ini.
Perjuangan Donat
yang harus ketilang Polisi saat akan berlatih yel-yel ditempatku :D
Perjuangan dua bidadari
perempuan (Aku, Donat) yang harus ngelus
dodo demi melihat anggota kelompok lain (Agus, Suryanto) yang dengan
santainya tidur saat acara latihan berlangsung.
Perjuangan kami
yang harus dengan rela melihat matangnya konsep kelompok lain.
Perjuangan kami
yang harus menahan fanas dan gerah
karena dresscode yang kami pakai malam
ini. HITAM.
Last but not least, thanks to Mr. Hartono for
tonight.
You are so made our day …
And thanks to all of you guys, you’re cool.
23.15
![]() |
| Take a pict with Mr. Hartono :-) |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar