Rabu, 20 Desember 2017

Liburan Ceria

Siang ini saya, Bibeh, Dik Ayu silaturahmi ke rumah Holip. Perempuan-perempuan jalang ini, eh, lajang maksudnya, bertamu ke rumah perempuan yang juga lajang. Jadilah 4 perempuan lajang bersatu. Kami siap menyelamatkan dunia yang semakin tak berpihak pada perempuan baik-baik cem kami.

Dik Ayu sangat ingin bertemu Holip, biar bisa sharing masalah menulis. Apalagi Dik Ayu juga suka menulis cerpen. Saya dan Bibeh? Kami cuma leyeh-leyeh sambil ngabisin kripik singkong yang dikasih gula, lupa namanya saya. Emang saya dan Bibeh ini nggak ada gunanya blas kalo bertamu. Ngabisin suguhan doang. Heuheuheu.

Ba'da ashar kami berempat pindah tempat ngobrol. Kami ke pantai boom. Dari sana kami duduk-duduk manja di tribun sambil menikmati lukisan alam ciptaanNya. Ngobrol ngalor ngidul ditemani seporsi tahu walil dan sekresek keripik singkong yang saya lupa namanya.

Kegiatan sore ini membuktikan bahwa bahagia itu tidak butuh kemewahan. Duduk melingkar ditemani cemilan dan ngobrol bareng, itu sudah bahagia. Silaturahmi jadi erat. Pikiran jadi segar.

Mas Alan juga hadir di tengah-tengah kami sore ini. Kami ngobrol tentang banyak hal. Tentang bagaimana sedihnya harus ngobrol ma pohon, ya becoz Mas Alan dulu kuliahnya di kehutanan, itu jadi topik yang seru bagi kami.

Menjelang senja, kami pulang. Tapi tentu setelah ritual poto-poto terselesaikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar