Senin, 15 Oktober 2018

Sembadra dari Purwoasri

Nabila Istiqomah, namanya. Saya mengenal perempuan ini pertama kali saat dia menjadi narasumber acara #itsmeytime (yang sekarang sudah wassalam, hahaha) di radio NU Banyuwangi beberapa waktu silam. Sharing tentang pengalamannya saat belajar di Thailand. Sebelumnya saya sebatas tahu bahwa Mbabila adalah sekawanan dengan Fitriya, Fida dan Bibeh. Yang sudah tentu adalah kader IPPNU juga.

Saya sempat kikuk ketika pertama kali ngobrol dengan Mbabila, karena kalian tahu sendiri pembawaan belio me ne nang kan~

Kepribadian kami sangat kontras. Ibarat magnet ada kutub negatif dan positif. Ibarat arah mata angin ada Utara dan Selatan. Ibarat perasaan ada benci dan rindu. Begitulah.

Sejak pertemuan pertama di kantor NU itu kami jadi akrab. Waktu itu Mbabila belum menikah. Dan saya tahu bahwa dia adalah calon istri Mas Dani juga dari produksi ghibah bersama Bibeh, Fida, Fitriya.

Ingatkah, gaes, tentang pepatah yang mengatakan “Orang kalau berteman dengan penjual minyak wangi, maka ia akan tertular bau wangi. Namun jika berteman dengan penjual ikan asin, ya otomatis tertular bau ikan asin.” Saya menyadari itu. Rezeki tak melulu tentang harta benda. Teman pun adalah rezeki. Dan saya sangat bersyukur memiliki teman bernama Nabila Istiqomah ini.

Bukan apa-apa, beliau ini tipe orang yang positif vibes. Dia nggak akan ghibah kalau nggak ada yang mancing-mancing untuk ghibah, wkwkwk. Mungkin karena darah jawa yang mengalir di tubuhnya, Mbabila ini benar-benar kalem dan memiliki stok sabar yang melimpah ruah. Belum pernah lagi saya memiliki teman yang sesabar dia setelah Fiya, teman saya di SMK dulu.

Saya adalah salah satu orang yang mengagumi gaya berpacaran Mbabila dan Mas Dani (eh, kalian pacaran nggak, sih?). Dari sejak pertama kali saya tahu Mas Dani mengkhitbah Mbabila, saya yakin itu adalah keputusan yang tepat. Mas Dani tidak salah pilih. Hingga kemudian mereka menikah, Mas Dani mengucap akad, berdera-derai air mata saya jatuh. Bukan karena saya ditinggal nikah Mas Dani, bukaaan. Rasa haru dan bahagia pagi itu tidak bisa saya jelaskan. Perempuan yang hari ini berulang tahun itu telah sah menjadi seorang istri.

Aduh bangsat ini kenapa saya ngetiknya sambil ngempet banyu moto, sih? :(

Saya adalah satu dari sekian banyak orang yang berbahagia di hari pernikahan mereka saat itu. Di saat saya underestimate terhadap mereka-mereka yang menikah muda dengan bekal ilmu seadanya, saya justru angkat topi terhadap peristiwa pernikahan mereka berdua (Dani dan Nabila). Ini loh role model sesungguhnya. Ini loh harusnya yang kalian jadikan panutan. Nggak tahu kenapa, ya, saya senang aja gitu lihatnya. Takaran mereka berdua pas. Nggak lebih nggak kurang.

Saya banyak menceritakan perihal teman-teman saya pada Ibu. Tak terkecuali Mbabila ini. Dan beberapa waktu yang lalu Mbabila sempat mampir ke rumah. Saya bilang ke Ibu, ini loh yang namanya Nabila. Ibu saya pun mengakui kelembutan sikap Mbabila. Beda dengan saya, katanya. Ibu mengibaratkan Mbabila adalah Sembadra. Tokoh dalam pewayangan wanita yang memiliki tutur kata lembut, sikap santun, anggun, dan sikap-sikap halus lainnya.

“Kalo Mbabila Sembadra aku apa, Buk?” | “Buto cakil.”

Bhaiq~

Selamat mengulang syukur, Mbabil. Terima kasih telah menjadi teman kami yang menyenangkan. Saya bangga memiliki teman yang seperti google, bisa ditanyain apa aja tentang agama. Heuheu.

Tetaplah menjadi Nabila yang sabar. Nabila yang kadang polos kadang tidak polos. Nabila yang selalu menyemangati kami para singlelillah untuk berjuang menghadapi gempuran bullying (padahal mah dia juga yang ngebully). Nabila yang cara ketawanya bikin saya sebal. Nabila yang selalu memberikan kami amalan-amalan baik, apalagi amalan yang waktu itu, tuh. Amalan agar kita terlihat menawan di depan laki-laki. Wuwuwu~

Terima kasih untuk tetap ada di muka bumi dan menjadi bagian dari misi perdamaian (opo aeeee talah). Terima kasih karena telah memilih menjadi orang baik. Terima kasih karena telah bersedia menjadi bagian dari hidup saya. Semoga sehat selalu, Mbabil. Nggak tahu kenapa saya sayang banget sama perempuan satu ini. Kalau ada orang yang bikin dia sakit hati, bikin dia nangis, awas aja! Selamat ulang tahun, perempuan baik hati. I love you to the moon and back

Maaf Bibeh, kamu aku crop :(

Tidak ada komentar:

Posting Komentar