Nabila Istiqomah, namanya. Saya mengenal
perempuan ini pertama kali saat dia menjadi narasumber acara #itsmeytime (yang
sekarang sudah wassalam, hahaha) di radio NU Banyuwangi beberapa waktu silam. Sharing
tentang pengalamannya saat belajar di Thailand. Sebelumnya saya sebatas tahu
bahwa Mbabila adalah sekawanan dengan Fitriya, Fida dan Bibeh. Yang sudah tentu
adalah kader IPPNU juga.
Saya sempat kikuk ketika pertama
kali ngobrol dengan Mbabila, karena kalian tahu sendiri pembawaan belio
me ne nang kan~
Kepribadian kami sangat kontras. Ibarat
magnet ada kutub negatif dan positif. Ibarat arah mata angin ada Utara dan
Selatan. Ibarat perasaan ada benci dan rindu. Begitulah.
Sejak pertemuan pertama di kantor
NU itu kami jadi akrab. Waktu itu Mbabila belum menikah. Dan saya tahu bahwa
dia adalah calon istri Mas Dani juga dari produksi ghibah bersama Bibeh, Fida,
Fitriya.
Ingatkah, gaes, tentang pepatah
yang mengatakan “Orang kalau berteman dengan penjual minyak wangi, maka ia akan
tertular bau wangi. Namun jika berteman dengan penjual ikan asin, ya otomatis
tertular bau ikan asin.” Saya menyadari itu. Rezeki tak melulu tentang harta
benda. Teman pun adalah rezeki. Dan saya sangat bersyukur memiliki teman
bernama Nabila Istiqomah ini.
Bukan apa-apa, beliau ini tipe
orang yang positif vibes. Dia nggak akan ghibah kalau nggak ada yang
mancing-mancing untuk ghibah, wkwkwk. Mungkin karena darah jawa yang mengalir
di tubuhnya, Mbabila ini benar-benar kalem dan memiliki stok sabar yang melimpah ruah. Belum
pernah lagi saya memiliki teman yang sesabar dia setelah Fiya, teman saya di
SMK dulu.
Saya adalah salah satu orang yang
mengagumi gaya berpacaran Mbabila dan Mas Dani (eh, kalian pacaran nggak, sih?).
Dari sejak pertama kali saya tahu Mas Dani mengkhitbah Mbabila, saya yakin itu
adalah keputusan yang tepat. Mas Dani tidak salah pilih. Hingga kemudian mereka
menikah, Mas Dani mengucap akad, berdera-derai air mata saya jatuh. Bukan karena saya ditinggal nikah Mas Dani, bukaaan. Rasa haru
dan bahagia pagi itu tidak bisa saya jelaskan. Perempuan yang hari ini berulang
tahun itu telah sah menjadi seorang istri.
Aduh bangsat ini kenapa saya
ngetiknya sambil ngempet banyu moto, sih? :(
Saya adalah satu dari sekian
banyak orang yang berbahagia di hari pernikahan mereka saat itu. Di saat saya
underestimate terhadap mereka-mereka yang menikah muda dengan bekal ilmu
seadanya, saya justru angkat topi terhadap peristiwa pernikahan mereka berdua
(Dani dan Nabila). Ini loh role model sesungguhnya. Ini loh harusnya yang
kalian jadikan panutan. Nggak tahu kenapa, ya, saya senang aja gitu lihatnya. Takaran
mereka berdua pas. Nggak lebih nggak kurang.
Saya banyak menceritakan perihal
teman-teman saya pada Ibu. Tak terkecuali Mbabila ini. Dan beberapa waktu yang
lalu Mbabila sempat mampir ke rumah. Saya bilang ke Ibu, ini loh yang namanya
Nabila. Ibu saya pun mengakui kelembutan sikap Mbabila. Beda dengan saya,
katanya. Ibu mengibaratkan Mbabila adalah Sembadra. Tokoh dalam pewayangan wanita
yang memiliki tutur kata lembut, sikap santun, anggun, dan sikap-sikap halus
lainnya.
“Kalo Mbabila Sembadra aku apa,
Buk?” | “Buto cakil.”
Bhaiq~
Selamat mengulang syukur, Mbabil.
Terima kasih telah menjadi teman kami yang menyenangkan. Saya bangga memiliki
teman yang seperti google, bisa ditanyain apa aja tentang agama. Heuheu.
Tetaplah menjadi Nabila yang
sabar. Nabila yang kadang polos kadang tidak polos. Nabila yang selalu
menyemangati kami para singlelillah
untuk berjuang menghadapi gempuran bullying
(padahal mah dia juga yang ngebully). Nabila yang cara ketawanya bikin saya
sebal. Nabila yang selalu memberikan kami amalan-amalan baik, apalagi amalan
yang waktu itu, tuh. Amalan agar kita terlihat menawan di depan laki-laki. Wuwuwu~
Terima kasih untuk tetap ada di
muka bumi dan menjadi bagian dari misi perdamaian (opo aeeee talah). Terima kasih karena telah memilih menjadi orang
baik. Terima kasih karena telah bersedia menjadi bagian dari hidup saya. Semoga
sehat selalu, Mbabil. Nggak tahu kenapa saya sayang banget sama perempuan satu
ini. Kalau ada orang yang bikin dia sakit hati, bikin dia nangis, awas aja! Selamat
ulang tahun, perempuan baik hati. I love you to the moon and back.
![]() |
| Maaf Bibeh, kamu aku crop :( |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar