Jumat, 22 Mei 2020

Ai yang Mirip Park Saeroyi

Semalam aku pulang dari radio sudah lumayan malam. Sampai rumah, lebih tepatnya ketika masuk kamar aku melihat ibu dan Ai tidur di sana. Ada yang beda dari Ai, dia sudah cukur rambut. “Duuuh gantenge rek” kataku sambil melihat Ai dari dekat. Ibu bangun, beliau cerita kalau seharian ini Ai nangis.

Ternyata model cukurannya nggak sesuai sama ekspektasi Ai. Aku bisa bayangkan bagaimana ekspresi wajahnya dari perjalanan tempat tukang cukur sampai ke rumah. Pasti mukanya nggak enak banget dilihat, kayak muka pacar kamu.

Ibu menceritakan semuanya dengan detail yang justru membuatku tertawa. Setelah membayar ongkos cukur dan bersiap pulang, Ai bilang ke ibu, “Salah”.

Deg. Dari sana ibu sudah nggak enak hati. Pasti bakal perang uhud lagi, pikir beliau. Perang Uhud di sini maksudnya Ai bakal marah-marah nggak jelas yang bikin semua orang jadi kesel. Benar saja. Ai jadi uring-uringan. Dia marah karena cukurannya terlalu pendek. Dia juga menyalahkan ibu, menuding ibu sudah mengatakan yang enggak-enggak ke tukang cukurnya, “Ibuk e bilang apa se ke tukange?” kata ibu menirukan ucapan Ai.

Insecurenya parah banget sampai dia terus-terusan narik rambut bagian depannya. Mungkin dia kira itu rambut bakal langsung tumbuh panjang kali pas ditarik-tarik begitu. Dia juga bilang nggak mau keluar rumah, nggak mau kemana-mana, nggak mau ke rumah mak e, pokoknya mau di rumah aja. Ya bagus, kan emang lagi corona, mending di ruma aja, batinku.

Sampai ada suara pagar rumah bunyi dikit aja dia langsung ngumpet, dia pikir yang datang adalah teman-temannya mau ngajak main. Pokoknya sampai tadi pagi dia masih belum bisa menerima kenyataan bahwa rambutnya jadi cepak begitu. Seakan-akan rambut cepak adalah aib keluarga yang harus ditutupi. Kalau aku dan ibu sih senang aja dengan gaya rambutnya yang baru.

Nah, pertemuanku dengan Ai baru terjadi tadi pagi saat aku pulang siaran. Dan, ya, moodnya masih berantakan. Akhirnya aku singgung juga cukurannya yang ciamik itu. Dia mulai lagi, hampir menolak kenyataan dengan mulai mimbik-mimbik.

Aku bilang kalau dia mirip artis Korea. Tentu saja dia tidak percaya. Sampai akhirnya aku tunjukkan foto Park Saeroyi yang aku dapat dari google. “Kok kan mirip artis Korea.”

“Ini cukurannya Park Saeroyi lagi ngetrend.” Kok ternyata ada artikel yang mengulas tentang gaya rambut Park Saeroyi di Itaewon Class. Ya udah sekalian aja aku tunjukkan ke Ai. Dia udah bisa baca ini.

Akhirnya dia mulai senyam senyum lagi. Mulai cerah ceria lagi. Malah kerjaannya dikit-dikit ngaca sambil bilang “park saeroyi”. Terus juga random banget lari-larian sambil teriak “park saeroyi”. Sesekali dia juga mulai pede dengan bilang “aku tampan lagi”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar