Aku memulai lagi aktivitas menonton beragam jenis film. Setelah awal-awal covid-19 dulu aku menamatkan beberapa film lama seperti The Hidden Figures, The Help, Queen of Katwe, dan lain sebagainya aku sempat hiatus dari aktivitas nonton film beberapa bulan. Selain karena aktivitas yang lumayan juga karena faktor M alias ya males aja kudu online berjam-jam buat nonton film.
Nah,
dulu pas barter film sama Mbak Yiyi, aku diberi beberapa film yang belum
semuanya aku tonton. Salah satunya adalah Gone Girl. Film tahun 2014 yang
dibintangi sama aduh siapa ya aku lupa (padahal bisa browsing dulu) ini
menceritakan tentang seorang istri yang pergi dari rumah saat hari jadi
pernikahan mereka yang kelima.
Kebayang
gak sih nggak ada angin apalagi hujan terus tiba-tiba istri kita ngilang gitu
aja dari rumah pas anniversary. Dan hilangnya juga meninggalkan clue-clue udah
kayak lagi main detektif-detektifan.
Aku
mengakui bahwa terlambat banget menyadari ada film sekeren ini dan baru nonton
di tahun 2020. It was really such an
amazing movie! Sepanjang film aku nggak bisa untuk nggak bertanya-tanya dan
mikir “wah gila ini perempuan piskopat tapi keren banget”.
Empat
kata aneh yang harus aku keluarkan, psikopat tapi keren banget. Kan aneh, ya.
Psikopat, tapi keren, keren banget malah.
Kalau
kalian ketik di google dengan keyword rekomendasi film bertema psikopat maka
kalian akan menemukan Gone Girl diantara sekian banyak film yang
direkomendasikan.
Worth to watch, nggak? Worth
banget menurutku. Tapi sekali lagi ada juga orang-orang yang nggak bisa nonton
film dengan genre seperti ini, apalagi di Gone Girl juga ada beberapa adegan
yang bikin kita nggak nyaman.
Dah
ya, gaes. Kalau belum nonton sila ditonton. Bagus, dan ya meski nanti bakal
bertanya-tanya sama endingnya kok bisa begitu nggak mau ada sekuelnya, nih?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar