Habis gelap terbitlah terang. Badai pasti berlalu.
Tapi, siapa yang bakal menjamin
kalau kita tetap hidup saat badai sudah berlalu atau saat gelap sudah berubah
terang. Bisa jadi kita mati saat badai terjadi atau saat terperangkap gelap.
Maka, hiduplah dengan
sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya. Jangan jahat sama orang lain kalau nggak
mau dijahatin orang. Nggak usah hidup muluk-muluk kalau hanya membuat kita
terseok-seok mencukupi segala hal. Baik sama orang meski balasannya nggak
selalu sama seperti yang kita berikan.
Nggak usah mikirin apa kata orang
biar nggak capek mikirin perasaan orang lain. Apa yang baik menurut kita belum
tentu baik menurut orang lain, itu sudah jelas. Tugas kita cuma harus
mengendalikan hal-hal yang bisa kita kendalikan biar hidup lebih ringan.
Misal, memilih apa yang mau kita
baca, memilih apa yang mau kita ikuti di sosial media, memilih apa yang mau
kita jadikan tontonan, mengendalikan pikiran positif kita, banyak lagi.
Nggak perlu berandai-andai apa
yang akan terjadi di masa depan atau memikirkan kenapa ada orang yang jahat
sama orang lain, karena itu adalah hal-hal yang nggak bisa kita kendalikan.
Ngomong mah gampang, ngejalaninnya susah. Nggak susah kalau kita serius mau coba. Nggak susah kalau kita serius mau berubah jadi lebih baik. Berubah jadi lebih baik bukan buat orang lain, tapi buat diri kita sendiri.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar