Menulis catatan ini di hari pertama 2022. Jika tahun 2021 diawali dengan mimpi yang begitu indah, berbeda dengan 2022. Mimpi yang tidak bisa disebut indah, dan celakanya aku lupa apa mimpiku tadi. Wong kok lalian.
Semalam siaran bareng Andre, aku
di rumah Andre di studio alias kami terhubung via telpon. Chit-chat soal
kegiatan di malam tahun baru dan Andre juga bertanya apa resolusi untuk tahun
2022.
Semalam menghabiskan malam tahun
baru dengan goreng pisang, dengerin Andre siaran dan ngobrol bareng ibu di
dapur. Enggak lama karena setelah itu aku beranjak ke kamar, nonton Running Man
dan kemudian tertidur.
Tidak menyiapkan resolusi apa-apa
untuk tahun 2022. Paling-paling mengusahakan agar keinginan-keinginan sederhana
di bulan Januari dapat terwujud. Seperti yang terdekat adalah peringatan ulang
tahun Ai. Sudah masuk ke agenda untuk membawa seluruh keluarga makan malam di
luar. Keingingan ini yang terus aku semogakan agar terlaksana dengan lancar,
tidak ada halangan ketika hari H dan tentu saja bekerja lebih giat lagi.
Selebihnya, berdoa pada Tuhan
seperti yang sudah-sudah. Diberi kesehatan untuk seluruh anggota keluarga. Tahun
ini semoga enggak ada lagi operasi-operasi yang mengharuskanku menginap di
rumah sakit, atau operasi-operasi yang melibatkan anggota keluargaku yang lain.
Semoga tahun ini kami menjadi
pribadi yang lebih baik lagi, menjadi pribadi yang lebih bijaksana, lebih mawas
diri, lebih berhati-hati. Segala kesedihan di tahun 2021, bisa tergantikan
dengan kebahagiaan di tahun 2022. Segala kegagalan di tahun 2021, bisa
tergantikan dengan keberhasilan di tahun 2022.
Oh, ya. Semoga 2022 makin rajin ngisi blog. Amiiiiiin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar