Rabu, 04 Mei 2022

#NULISFILM: GARA-GARA WARISAN

 Kemarin siang aku dan ibu pergi ke Kepundungan, ke rumah mbah dan beberapa saudara yang ada di sana. Pulangnya, di atas motor, aku bilang ke ibu:

A: Ini nanti ibuk e kakak e drop ke rumah mak e, terus kakak langsung keluar lagi ya.

I: Oke, kemana?

A: Mmm, me time. Mau nonton film. Hehehe

I: Wiliiih, gaya. Iya, wes. Sama?

A: Sendirian ajaaa

I: Ngajak o temen ta kak

A: Duh, enggak. Pingin sendirian

Untuk urusan menyenangkan diri sendiri setelah bekerja keras ibuku selalu menjadi pendukung nomor satu. Beliau akan membiarkan aku melakukan hal-hal yang memang aku inginkan.

Akhirnya kemarin aku nonton Gara-gara Warisan. Sebenarnya niat awal nonton hari ini (4/5), tapi diri ini sungguh sangat tidak sabaran karena testimoni netizen sudah seliweran di twitter. Dan juga, hari ini cuti terakhir, enggak pingin pergi kemana-mana. Dan juga (lagi), takut Gara-gara Warisan keburu turun layar kegeser film horor yang lagi viral.

Ya udah, karena pas lagi bisa akhirnya langsung meluncur ke NSC Banyuwangi. Aku nonton yang jam 17.30 dan seperti biasa memilih seat C9 sebagai seat favorit sepanjang masa. Awalnya sempat jiper karena melihat tulisan “maaf, tiket hari ini habis” di ticket conter. Dalam hati udah kasak-kusuk, ini yang habis untuk semua tiket atau gimana?

Ternyata enggak, yang habis cuma tiket untuk film KKN, film lainnya aman sejahtera sehat sentosa. Menunggu dengan tidak sabar dan enggak tahu ya, perasaan udah excited sedari awal berangkat. Happy mulu bawaannya sepanjang jalan meski siangnya ada insiden yang bikin emosi.

Nonton sendirian ini udah bukan hal aneh lagi karena memang bukan pertama kalinya. Lima menit sebelum masuk studio satu aku segera menukar tiket f&b yang memang sepaket dengan tiket nonton. Studio satu dibuka, kami para penonton pun masuk. Kalau dihitung sih penontonnya enggak lebih dari dua puluh orang. Itu juga kalau enggak salah.

Film dimulai dengan adegan satu keluarga yang sangat manis. Pak Dahlan, Ibu Salma dan anak-anaknya. Adegan makan martabak bareng di meja makan aja aku udah menangyyys. Melihat Adam yang sudah selalu mengalah sejak masih anak-anak. Adegan-adegan berikutnya mengalir dengan sangat indah.

Film ini, sesuai dengan judulnya, berkisah soal Pak Dahlan yang mati-matian mempertahankan guest house agar bisa memberikan warisan untuk istri dan anak-anaknya. Dalam perjalanan pembagiannya tentu saja tidak berjalan mulus. Ada konflik-konflik dalam keluarga yang rasa-rasanya relate dengan kebanyakan rumah tangga. Konflik bapak dengan anak, konflik ibu tiri dengan anak, bahkan konflik antar saudara.

Perjalanan yang panjang itu membuat semuanya tersadar bahwa warisan yang jauh lebih berarti bukan harta benda, melainkan hutang, eh bukan, melainkan eksistensi keluarga. Keluarga yang rukun, keluarga yang saling menyayangi, keluarga yang saling menjaga. Hal itu jauh lebih berharga daripada apapun. Itu dah kenapa ada lagu harta yang paling berharga adalaaaah....... yak betul, duit satu triliyun, enggak dooong, keluarga.

This movie is a good roller coaster. Ya ketawa ngakak, ya nangis sesenggukan. Aku masih bisa merasakan vibe satu studio ketawa pecah pas ada jokes-jokes yang emang lucu banget. Dan kami semua hening pas adegan-adegan sedih dan menguras emosi. Chemistry the whole cast ya Allah ya Rabbi ya Karim so damn good! Pas Adam dan Laras marah-marah serem banget, akting mereka juara.

Btw, film ini karya perdana salah satu komika favoritku, Muhadkly Acho. Dia juga menjadi penulis dan sutradara di film ini. Kalau sudah berurusan dengan Acho bisa dipastikan kita mendapat komedi yang fresh, jaminan mutu pokoknya. Gara-gara Warisan is a must see, aku kasih 10/10. Masa 10/10? Buatku, sih, iya. Karena ya memang aku anaknya mudah senang.

Btw, jangan kaget kalau nanti ada adegan Neng Dicky tiba-tiba nyium kening Lolox. Itu adegan emang bener-bener unpredictable, wkwkwk.

Btw (lagi), tadi pas ngantri tiket, ada yang nyolek bahuku dari belakang. Ada mbak-mbak yang tanya apakah aku mau beli tiket atau sudah reservasi dulu? Aku bisa lihat perasaan was-was mbaknya akibat tulisan “maaf, tiket hari ini habis”.

Benar saja, mbaknya jauh-jauh datang ke NSC Banyuwangi buat nonton KKN di Desa Penari. Tadi harusnya dia nonton di NSC Genteng, tapi mall-nya masih tutup. Akhirnya sejoli ini nonton Gara-gara Warisan. Daripada jauh-jauh ke bioskop enggak jadi nonton, katanya. Semoga filmnya sepadan dengan jauhnya jarak yang kalian tempuh, ya.

Akhir kata, kuucapkan terima kasih atas karya yang luar biasa ini. Semoga kedepan akan terus kita saksikan film-film indah yang berkualitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar