Senin, 18 September 2023

SECOND CHOICE

Twitter benar-benar menjadi platform yang memberikan banyak topik untuk dibahas. Belum selesai satu topik, sudah muncul topik yang lain. Seperti pagi tadi saya menemukan satu convo terkait second choice. Tentu second choice yang dimaksud sender adalah hubungan asmara. Tapi, ketika membaca itu pertama kali yang langsung terlintas di pikiran saya adalah kejadian beberapa tahun yang lalu, kejadian yang jauh dari urusan asmara.

Dulu sekali, saya pernah menghubungi salah satu pembicara handal yang ada di Banyuwangi. Berniat meminta bantuan mengisi ilmu public speaking untuk IPNU IPPNU. Sebetulnya waktu itu pengisi acaranya memang bukan beliau, ada satu orang lain yang sudah deal.

Karena satu dan lain hal, orang yang sudah deal ini memberi kabar kalau berhalangan mengisi. Waktu itu sudah mepet sekali dengan hari H. Jadilah saya menggunakan plan B, menghubungi pembicara yang saya sebut di atas. Saya jelaskan situasinya dan juga meminta maaf meminta bantuan secara mendadak karena pengisi acara yang pertama tiba-tiba berhalangan.

Saya betul-betul tidak berpikir apapun sampai akhirnya beliau bilang “Oh, saya pilihan kedua, ya?” Membaca balasan itu saya hanya bengong. I was like… ha? Bingung menjawab waktu itu, karena saya masih remaja yang belum fasih merespon jawaban-jawaban seperti itu.

Mungkin kalau itu terjadi hari ini saya akan balas “Iya, pilihan kedua. Karena anda tidak melulu jadi yang pertama.” Tapi, berchyandaaaa…. berchyandaaa…

Sejak itu sampai hari ini saya melihat beliau sudah tidak sama lagi, sudah tidak sekagum dulu lagi. Boleh lah dibilang patah hati. Dan ternyata hal-hal sederhana bisa menjadikan kita patah hati itu memang betul ada. Oh, Mey, mungkin kamu terlalu tinggi menaruh ekspektasi pada orang? Tidak juga. Patah hati yang saya rasakan lebih kepada “Oh iya, ya. Tidak semua orang bisa bijak dalam menilai bahwa dunia ini tidak selalu berporos pada dia. Bahwa dia tidak selalu jadi yang pertama.”

Tapi, saya juga bersyukur pernah terlibat dalam situasi demikian. Guru kehidupan benar-benar datang darimana saja. Berkat obrolan dengan pembicara itu, saya mempelajari hal baru. Jangan pernah merasa paling hebat sehingga kita layak untuk selalu menjadi satu-satunya. Semua orang ada masanya.

made with Cava

Tidak ada komentar:

Posting Komentar