Hari ini aku melunasi hutang pada Ai. Beberapa bulan yang lalu aku bilang kalau akan mengajak dia nonton Petualangan Sherina 2. Dia excited menunggu sampai akhirnya tiba waktunya. Sebetulnya aku juga janjian dengan Rani dan Zahro, tapi apa daya akhirnya kami hanya berdua. Rani jam 5 sore masih ada di kantor, sedangkan Zahro juga masih harus urus ini dan itu. Film mulai pukul 17.30, sudah tentu Rani tidak bisa menyusul. Kalaupun menyusul pasti akan sangat tertinggal jauh.
Setelah membaca pengalaman
menyenangkan warganet setelah nonton Petualangan Sherina 2 aku jadi tidak
sabar. Sebetulnya aku ini tidak menonton Petualangan Sherina yang pertama. Nonton
ketika sudah dewasa dan itupun tidak sampai selesai. Tapi ya film Petualangan
Sherina yang pertama itu berhasil dibicarakan dimana-mana sehingga yang tidak
nonton pun merasa seperti ikut nonton.
Fahri juga begitu. Dia nonton
Petualangan Sherina yang pertama dan suka. Jadi ketika aku bilang kalau ada
Petualangan Sherina 2, dia senang bukan main. Film dibuka dengan adegan Sherina
beraktivitas sebelum berangkat kerja. Sedari awal saja aku sudah terus tersenyum.
Buat mereka yang tumbuh dengan kenangan bersama Petualangan Sherina jelas
sekuel ini jadi obat kangen.
Film musikal yang sudah jelas ada
banyak scene bernyanyi. Dan celakanya semua lagu-lagu di film PS 2 amat sangat
indah. Sherina is the master! Film ini juga akan membuat pengetahuan kita
bertambah soal Orang Utan.
Sepanjang nonton aku melihat Ai
menikati layar lebar di depannya. Dia masih terjaga sampai di hampir durasi
akhir aku melihat matanya mulai tidak awas alias ngantuk. Memang di hampir
akhir aku merasakan pace-nya lambat, tidak sat set.
Kemudian yang jadi catatanku adalah momen ketika pertama kali Sherina dan Sadam bertemu lagi. Buatku kurang dramatis. Sherina harusnya menutup mulutnya sambil melotot kaget dan menepuk-nepuk lengan Sadam sambil bilang “He ya Allah Sadaaaaam, sek urip koen?????”


Tidak ada komentar:
Posting Komentar