Wanita periang yang jika tersenyum matanya selalu habis :D Sipit nian dirimu Mel, hehehe ...
Ternyata Melinda tipe orang yang jika disentil sedikit saja sudah akan meluber kemana-mana.
Ah, Melinda.
Iseng saja, aku bertanya tentang jumlah mantannya.
Sebenarnya hanya itu pertanyaanku, tapi memang dasar wanita, ditanya sesendok jawabnya seember.
"Me, sebenere aku itu dulu males pacaran. Lek nggak dipaksa temen-temen aku nggak kira pacaran. Awal pacaran itu aku sek SMP sama pas smea. Dua itu tok wes mantanku."
Aku hanya mendengarkan dia dengan seksama dan sesingkat-singkatnya.
"Gini aja wes Me, lek aku orange mah santai. Dia kembali baik, enggak juga nggak papa, aku sekarang nggak mau pusing masalah ginian. Aku nyadarai umur segini, bukan anak sekolah lagi, nggak waktunya buat guyonan, wes duduk waktune gae pacaran wes, mending aku fokus sama kuliah, kerjaan, sama hobi-hobiku."
Sip Mel, aku sepakat sama yang terakhir. Bukan waktunya untuk main-main.
Oke Mel, lanjutkan ceritanya ...
"Terus lek kamu Me?"
Ha?
Balik nanya nih ceritanya?
Aku hanya menggeleng.
Melinda. Dia sebenarnya sudah tahu aku manusia yang seperti apa.
"Opo'o Me kok nggak pacaran?"
Oke, ini mulai serius.
Aku membenarkan posisi dudukku.
Aku menceritakan apa yang Melinda tanyakan.
Dia juga mendengarkan aku dengan seksama.
"Sekarang yang penting kita dulu Mel memantaskan diri. Siapkan sebaik-baiknya kita untuk orang yang besok berani dengan gentle datang kerumahmu dan melamarmu."
Aku mengakhiri celotehanku dengan kalimat itu.
Melinda tersenyum, aku juga.
Melinda. Semoga kelak akan datang padamu laki-laki hebat yang siap menerima apa adanya kamu. Laki-laki pemberani yang siap melindungi kamu dari apapun. Laki-laki kuat yang jika kau sandari dia tidak ikut roboh karenamu. Laki-laki bertanggung jawab yang siap menjadi ayah untuk anak-anakmu.
Dengan itu, semoga almarhum ayahmu akan senang dengan menantunya. Dia akan tersenyum ketika kau mendapatkan laki-laki yang tepat.
Aamiin ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar