Jumat, 05 Desember 2014

Yudisium FISIP 2014

Selasa, 02 Desember 2014.

Hari ini Yudisium FISIP angkatan 2010/2011.
Kami (Aku, Suryanto, Dwi, Melinda) dimintai tolong oleh fakultas untuk menjadi panitia.

Hhh, senang rasanya melihat wajah-wajah bahagia itu.
Senang rasanya melihat keluarga mereka berkumpul melihat anak, suami/istri mereka berhasil menyandang gelar Sarjana.
Senang rasanya aku berada diantara mereka yang berbahagia.
Ada perasaan haru ketika salah satu wakil Yudisiawan memberikan sambutan terakhirnya.
Sambutan yang berisi rasa terimakasih pada Universitas, pada Dekan, Dosen dan seluruh civitas akademik Untag Banyuwangi.
Atau mungkin aku saja yang terharu?
Ah sudahlah.

Ada satu pemandangan lain yang menarik perhatianku.
Aku melihat dia seorang diri.
Dia yang selalu menjadi panutanku.
Dia yang malam ini tampil berbeda.
Dia yang mengenakan setelan jas hitam.

Dia. Seorang aktivis sejati.

Sejak geladi resik Yudisium Senin lalu, dia sudah bilang bahwa keluarganya tidak di Banyuwangi.
Dia berkelakar, meminta aku dan Suryanto saja yang menjadi wakil keluarganya.
Kami pun tertawa. Ada-ada saja.

Kau tahu teman, aku semakin salut padanya setiap hari.
Dia, terutama ketika malam Yudisium itu telah mengingatkan aku pada seseorang.
Setelan jas yang dia pakai.
Sangat mirip dengannya.

Dia mengingatkanku pada almarhum kakung.
Perawakannya sangat mirip.
Tingginya, kurusnya, kulit hitamnya.

Aku jadi sangat merindukan beliau.
Merindukan pelukannya.
Merindukan tawanya.

Hari ini, kekagumanku bertambah.
Didekatnya, aku merasa menjadi seorang adik yang sangat dia lindungi.
Terlebih dia juga memiliki adik perempuan yang seumuran denganku.
Aku hanya seperti menemukan oase di tengah gurun pasir.
Aku memiliki senior, kakak, teman, sehebat dia.
Dan kini, aku menjadi saksi hidup dia di Yudisium.

Selamat dan sukses.
Semoga apa yang telah kau raih selama ini adalah hadiah termanis untuk setiap pengorbananmu.
Semoga gelar yang sudah kau sandang itu bermanfaat tidak hanya untuk dirimu tapi juga untuk sekitarmu.
Sekali lagi selamat.
Terima kasih sudah menjadi senior yang memotivasi.
Terima kasih sudah menjadi kakak yang baik.
Terima kasih atas pertemanan kita selama ini.

Selamat melanjutkan perjalanan. Banggakan orang tua. Raih cita-cita.
Jangan lupakan kami, adik-adikmu ...






Jokowi dan Ahok :D




Tidak ada komentar:

Posting Komentar