Selasa, 16 Desember 2014

Pagelaran Banyuwangi Festival

Saat ini Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sedang giat memperkenalkan Banyuwangi ke dunia. Berbagai festival yang dikemas dalam Pagelaran bertajuk Banyuwangi Festival adalah salah satunya. Banyuwangi Festival atau bisa disingkat dengan B-Fest adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pada rentang waktu Oktober hingga Desember setiap tahunnya. Acara ini diselenggarakan untuk memperingati hari jadi Kabupaten Banyuwangi yang jatuh pada tanggal 18 Desember. Acara ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2012 pada masa pemerintahan Bupati Abdullah Azwar Anas.

Hal ini menunjukkan keseriusan Bupati kita untuk mengembangkan potensi Banyuwangi. Lewat cara ini secara perlahan Banyuwangi semakin melebarkan sayapnya. Banyuwangi semakin dikenal oleh masyarakat luas. Image negatif yang dulu sempat melekat mulai hilang secara perlahan.

Banyuwangi Festival juga diproyeksikan sebagai sarana publikasi dan memperkenalkan Kabupaten Banyuwangi di kancah Nasional, Regional hingga Internasional. Sebagian besar kegiatan B-Fest pun melibatkan potensi budaya yang ada di masyarakat lokal, sekaligus sebagai upaya menjaga dan menumbuhkan budaya asli Suku Using.

Mantan Presiden RI Megawato Soekarnoputri saja memberikan apresiasi tinggi pada Pemkab Banyuwangi yang berani mengangkat potensi budaya lokal untuk menjadi daya tarik wisata.

Kini, pada bulan-bulan dimana diadakan pagelaran B-Fest banyak masyarakat dari luar kota yang berbondong-bondong datang ke Banyuwangi. Hotel-hotel dan tempat penginapan menjadi penuh oleh wisatawan lokal dan asing. Depot, warung-warung dan rumah makan juga tak kalah kebanjiran pengunjung.

Dalam kesempatan ini kita juga bisa melihat banyaknya pelaku industri kreatif yang juga mengambil kesempatan besar, mereka bisa mengenalkan produk-produk mereka pada wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi. Dengan cara ini tentu pelaku industri kreatif akan bersemangat untuk terus memperbaiki kualitas produk yang mereka jual.

Apalagi jika rangkaian B-Fest ini sudah ditetapkan bulannya oleh Pemerintah. Jadi wisatawan asing maupun domestik sudah tahu kapan jadwal mereka akan berkunjung ke Banyuwangi.

Seperti mengutip kata-kata Presiden Asosiasi Selancar Indonesia Jero Made Supatra Karang saat berkunjung ke Pulau Merah, “Saya sudah berkeliling dunia dan melihat pantai di banyak negara, tetapi belum pernah melihat pantai yang seindah Pulau Merah. Pertama kali berkunjung ke sini, saya langsung takjub. Keindahannya tidak kalah dari pantai yang ada di Brazil,”

Yang kita perlukan saat ini adalah konsistensi untuk menjadikan potensi alam sebagai kawasan wisata andalan sekaligus penopang ekonomi daerah. Tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan, semua itu memerlukan waktu yang cukup panjang dan dukungan kita sebagai masyarakat Banyuwangi.

Sudah sepatutnya kita sebagai masyarakat Banyuwangi mendukung gerakan Pemkab untuk mewujudkan Banyuwangi yang mendunia. Kritis harus, tapi tetap dengan tidak menjegal langkah-langkah baik yang sedang dijalankan. Kritis namun juga solutif, itu yang harus kita lakukan. Jangan hanya terus mencela tapi kita tidak berbuat apa-apa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar