Saat ini Pemerintah Kabupaten Banyuwangi
sedang giat memperkenalkan Banyuwangi ke dunia. Berbagai festival yang dikemas
dalam Pagelaran bertajuk Banyuwangi Festival adalah salah satunya. Banyuwangi Festival
atau bisa disingkat dengan B-Fest adalah acara tahunan yang diselenggarakan
oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pada rentang waktu Oktober hingga Desember
setiap tahunnya. Acara ini diselenggarakan untuk memperingati hari jadi Kabupaten
Banyuwangi yang jatuh pada tanggal 18 Desember. Acara ini pertama kali
diselenggarakan pada tahun 2012 pada masa pemerintahan Bupati Abdullah Azwar
Anas.
Hal ini menunjukkan keseriusan Bupati kita
untuk mengembangkan potensi Banyuwangi. Lewat cara ini secara perlahan
Banyuwangi semakin melebarkan sayapnya. Banyuwangi semakin dikenal oleh
masyarakat luas. Image negatif yang dulu sempat melekat mulai hilang secara
perlahan.
Banyuwangi Festival juga diproyeksikan
sebagai sarana publikasi dan memperkenalkan Kabupaten Banyuwangi di kancah
Nasional, Regional hingga Internasional. Sebagian besar kegiatan B-Fest pun
melibatkan potensi budaya yang ada di masyarakat lokal, sekaligus sebagai upaya
menjaga dan menumbuhkan budaya asli Suku Using.
Mantan Presiden RI Megawato Soekarnoputri
saja memberikan apresiasi tinggi pada Pemkab Banyuwangi yang berani mengangkat
potensi budaya lokal untuk menjadi daya tarik wisata.
Kini, pada bulan-bulan dimana diadakan
pagelaran B-Fest banyak masyarakat dari luar kota yang berbondong-bondong
datang ke Banyuwangi. Hotel-hotel dan tempat penginapan menjadi penuh oleh
wisatawan lokal dan asing. Depot, warung-warung dan rumah makan juga tak kalah
kebanjiran pengunjung.
Dalam kesempatan ini kita juga bisa melihat
banyaknya pelaku industri kreatif yang juga mengambil kesempatan besar, mereka
bisa mengenalkan produk-produk mereka pada wisatawan yang berkunjung ke
Banyuwangi. Dengan cara ini tentu pelaku industri kreatif akan bersemangat
untuk terus memperbaiki kualitas produk yang mereka jual.
Apalagi jika rangkaian B-Fest ini sudah
ditetapkan bulannya oleh Pemerintah. Jadi wisatawan asing maupun domestik sudah
tahu kapan jadwal mereka akan berkunjung ke Banyuwangi.
Seperti mengutip kata-kata Presiden Asosiasi
Selancar Indonesia Jero Made Supatra Karang saat berkunjung ke Pulau Merah, “Saya
sudah berkeliling dunia dan melihat pantai di banyak negara, tetapi belum
pernah melihat pantai yang seindah Pulau Merah. Pertama kali berkunjung ke
sini, saya langsung takjub. Keindahannya tidak kalah dari pantai yang ada di
Brazil,”
Yang kita perlukan saat ini adalah
konsistensi untuk menjadikan potensi alam sebagai kawasan wisata andalan sekaligus
penopang ekonomi daerah. Tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan, semua
itu memerlukan waktu yang cukup panjang dan dukungan kita sebagai masyarakat
Banyuwangi.
Sudah sepatutnya kita sebagai masyarakat
Banyuwangi mendukung gerakan Pemkab untuk mewujudkan Banyuwangi yang mendunia. Kritis
harus, tapi tetap dengan tidak menjegal langkah-langkah baik yang sedang
dijalankan. Kritis namun juga solutif, itu yang harus kita lakukan. Jangan hanya
terus mencela tapi kita tidak berbuat apa-apa.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar