Selamat
menetas :D
Segala
doa yang baik semoga tercurah padamu.
Pertama
kali kita bertemu di awal perkuliahan.
Kamu
yang kecil cabe-cabean cabe rawit sukses mencuri perhatian banyak orang.
Dan,
ketika pertama kali kamu berbicara, aku langsung tahu …
“Eaaa
orang Madura ternyata”
Hahaha
… logat Maduramu kental sekali.
Di
hari lahirmu yang kesekian ini aku menghadiahkan ini untukmu.
Anggap
saja sebagai ungkapan rasa terima kasihku.
Tapi
maafkan jika di dalam tulisan ini lebih banyak penghinaan daripada rasa
terimakasih wkkk …
Masih
ingat bagaimana kamu ditunjuk sebagai sekretaris kelas pertama kali?
Ya,
dari sana aku tahu bahwa kelak kamu akan jadi orang yang tidak biasa-biasa
saja.
Karir
berorganisasimu dimulai dari lingkup kecil ini.
Dengan
menjadi sekretaris kelas.
Aku
juga masih ingat bagaimana Melinda memanggilmu Sekda, hanya karena dia belum
mengenalmu waktu itu.
Jadilah
akhirnya teman-teman ikut memanggilmu Sekda *kecuali isun hahahaa …
Dan
kamu harus bersyukur, bisa saja sebutan itu akan menjadi nyata dikemudian hari.
Who knows,
kan?
Say
aamiin, please …
Sejak
itu entah bagaimana ceritanya kita akhirnya mulai mengenal.
Aku
yang selama ini berkawan dengan satu macam jenis kelamin *alias wedok kabeh* agak canggung ketika memiliki teman baru yang
berjenis kelamin beda. *Duh Mey, bahasamu
kok kelamin-kelamin ngene -__-
Yaa
pokoknya you should know what I mean,
Yan.
Saking
seringnya keman-mana berdua kita sering dikira pacaran.
Wes biyasaaa
begitu. Aku wis nggak kaget lagi.
Awal
perkenalan kamu mengira aku pernah nyantri di pondok.
FYI.
Sudah banyak orang mengira aku anak pesantren. *ngoco sek, opone ndane seng koyok arek pondok? :D
Aku
justru agak kaget ketika tahu bahwa kamu adalah santri.
Kamu
pernah bercerita bagaimana proses yang kamu lalui hingga kamu masuk ke penjara
suci itu.
Agak
lucu ketika cerita di bagian yang menangis di pelukan Ibu, karena nggak mau mondok.
Lanang kok nangis i loh, wkwkwk …
*eh …
Lalu
cerita bagaimana kehidupan pondok yang tak akan terlupakan *hingga akhirnya
membuat saya juga pingin mondok, hiks -__-
Dan
juga pernyataanmu bahwa mondok hanya tiga tahun itu ibarate durung oleh opo-opo, kurang.
Ingat
saat kita sok sibuk ngurus acara fakultas?
Aku,
kamu dan teman-teman.
Aku
yang selalu banyak mengeluh, selalu pasang wajah jutek, judes binti megeli.
Setidaknya
kamu selalu hadir dan bilang “Jika kita melakukannya ikhlas, insyaallah
ringan.”
Hmmm,
kamu nggak tahu betapa bangkelnya aku
saat kamu ceramah didepan kami yang sudah kelelahan ini.
Aku
tahu kamu lebih lelah dan lebih terbebani, tapi kamu masih berusaha memberi
kami semangat dan tidak menunjukkan rasa lelahmu.
Warbiyasaa …
Begitu
banyak kenangan yang sudah kita hadapi bersama.
Susah,
senang, sedih, bahagia, tangis, tawa.
Menghadapi
berbagai macam jenis watak teman-teman kelas kita.
Dua
tahun berteman aku hampir tidak pernah melihatmu marah.
Justru
aku yang selalu marah-marah mirip Ibu kost yang PMS lagi nagih uang bulanan
Dan
kamu akan mengeluarkan kalimat andalanmu “Mosok
oleh neng arek lanang ngono iku Mey, duso.”
Duh,
hellooooo it’s me, I was wondering if
after all these years you’d like to meet …. -____-
Aku
marah juga ada sebabnya.
Pernah
aku marah tanpa sebab? *Mageh takon?
Sering Mey -_____-
Sebab
pertama, lek wes di ajak ngomong terus
njawab “Ha?”
Aku
paling males ngulang pertanyaan dua kali Yan -__-
Sebab
kedua, pas ngobrol aku lagi PMS, jadi wajar jika marah-marah tanpa sebab *gak
usah protes …
Sebab
ketiga, hmm aku nggak yakin iki alasan marah yang benar atau tidak. Sebab
ketiga adalah, pingin ngamuk-ngamuk ae :D
Tapi
diluar itu semua aku menghargaimu sebagai teman sekaligus sahabat yang baik.
Masiyo tah jare isun iki
senengane muring-muring sing jelas …
Aku
berusaha menjadi partner berorganisasi yang baik.
Di
kelas maupun di BEM.
Kamu
memberiku banyak pelajaran. Kamu mengajariku banyak hal.
Sabar,
ikhlas, dan yang selalu dan tak pernah lupa, selalu menyemangati dalam hal
apapun dan situasi apapun.
Masih
ingat saat aku menangis didepanmu?
Kamu
teman laki-laki pertama yang melihat aku menangis gara-gara urusan perasaan.
How childish I am. Urusan
perasaan yang iyuuuuuh -___-
Aku
sadar bahwa semua yang datang pasti akan pergi, entah itu untuk kembali atau
tidak sama sekali.
Waktu
itu hanya kamu dan Ibuku yang aku rasa paling mengerti kondisiku.
Terimakasih
telah menjadi kawan yang absurd.
Kawan
yang tidak pernah bisa di tebak apa maunya.
Kamu
adalah spesies tak masuk akal yang tercipta di muka bumi ini.
Selalu
membuat hal-hal tanpa rencana, unpredictable
-___-
Jika
bukan karena dirimu, aku dan Donat tidak mungkin terdampar ke air terjun
Selogiri yang sama sekali tidak masuk agenda jalan-jalan waktu itu.
Jika
bukan karena dirimu, aku dan Donat tidak mungkin menyelesaikan gumuk Wedi Ireng yang tanjakannya na’udzubillah itu.
Jika
bukan karena dirimu, aku dan Donat tidak mungkin berkeliaran malam hari dan terdampar
di Watu Dodol.
Jika
sudah begitu kamu selalu bilang, “Kapan
maneh koyok ngene rek.”
Andalanmu
selalu itu -____-
Terimakasih
juga sudah selalu menjadi P3K *bukan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
Pertolongan
Pertama Pada Keterlambatan.
Hahaha
…. Ingat pas inagurasi opspek?
Aku
wis gelisah because there’s no one can take me home.
Padahaaal
wis meh jam sepuluh.
Dan,
ente bak pahlawan super dimalam hari
bersedia mengantar Cinderella Pakis ini pulang.
Duh
Yan, wes pokok thanks for kabeh.
Terimakasih
sudah menjadi ketua kelas dan ketua BEM yang amanah, InsyaAllah …
Thanks for everything, Yan. Thanks for being the best, thanks for your
patience.
Thanks for being my great
partner.
Dan
juga terima kasih banyak sudah menjadi pendengar yang baik.
Wis pokok e kesuwun hang akeh
kanggo kabeh.
Aku
teringat saat kamu, aku dan Erni selesai menghadiri seminar Fakultas Hukum.
Sepanjang
seminar kamu hanya berdebat denganku dan Erni.
Saat
kita keluar dari aula kamu bilang “Ngene
ae yo rek, ojok tukaran.”
Aku
tahu, ada sebuah pengharapan yang besar dibalik kalimat itu.
InsyaAllah
Pak Ketua, semoga nggak ada drama-drama tai kucing yang menyebabkan
persahabatan kita berantakan yess?
Selamat
hari lahir …
Keep healthy, long life. May
Allah bless you happiness and great success.
Sukses
jualannya. Naluri pedagang sih ya, repot. Apa-apa dijual.
Semoga
kamu nggak ngejual teman-temanmu yang
koplak dan sangklek ini.
Wkwkwkwk
…
Oh
ya, sejak kamu berpisah dengannya, kamu belum pernah cerita perihal asmara
kembali.
Padahal
aku tahu bahwa ada gadis yang diam-diam sedang kau sebut dalam doamu.
Sopo Yan? Aleman gak cerito -__-
Hahahaha, duh aku kepo :D


Tidak ada komentar:
Posting Komentar