Sabtu, 12 Maret 2016

Selamat Menetas, Ketua ...

Selamat menetas :D
Segala doa yang baik semoga tercurah padamu.

Pertama kali kita bertemu di awal perkuliahan.
Kamu yang kecil cabe-cabean cabe rawit sukses mencuri perhatian banyak orang.
Dan, ketika pertama kali kamu berbicara, aku langsung tahu …
“Eaaa orang Madura ternyata”
Hahaha … logat Maduramu kental sekali.

Di hari lahirmu yang kesekian ini aku menghadiahkan ini untukmu.
Anggap saja sebagai ungkapan rasa terima kasihku.
Tapi maafkan jika di dalam tulisan ini lebih banyak penghinaan daripada rasa terimakasih wkkk …

Masih ingat bagaimana kamu ditunjuk sebagai sekretaris kelas pertama kali?
Ya, dari sana aku tahu bahwa kelak kamu akan jadi orang yang tidak biasa-biasa saja.
Karir berorganisasimu dimulai dari lingkup kecil ini.
Dengan menjadi sekretaris kelas.

Aku juga masih ingat bagaimana Melinda memanggilmu Sekda, hanya karena dia belum mengenalmu waktu itu.
Jadilah akhirnya teman-teman ikut memanggilmu Sekda *kecuali isun hahahaa …
Dan kamu harus bersyukur, bisa saja sebutan itu akan menjadi nyata dikemudian hari.
Who knows, kan?
Say aamiin, please …

Sejak itu entah bagaimana ceritanya kita akhirnya mulai mengenal.
Aku yang selama ini berkawan dengan satu macam jenis kelamin *alias wedok kabeh* agak canggung ketika memiliki teman baru yang berjenis kelamin beda. *Duh Mey, bahasamu kok kelamin-kelamin ngene -__-
Yaa pokoknya you should know what I mean, Yan.
Saking seringnya keman-mana berdua kita sering dikira pacaran.
Wes biyasaaa begitu. Aku wis nggak kaget lagi.

Awal perkenalan kamu mengira aku pernah nyantri di pondok.
FYI. Sudah banyak orang mengira aku anak pesantren. *ngoco sek, opone ndane seng koyok arek pondok? :D
Aku justru agak kaget ketika tahu bahwa kamu adalah santri.
Kamu pernah bercerita bagaimana proses yang kamu lalui hingga kamu masuk ke penjara suci itu.
Agak lucu ketika cerita di bagian yang menangis di pelukan Ibu, karena nggak mau mondok.
Lanang kok nangis i loh, wkwkwk … *eh …
Lalu cerita bagaimana kehidupan pondok yang tak akan terlupakan *hingga akhirnya membuat saya juga pingin mondok, hiks -__-
Dan juga pernyataanmu bahwa mondok hanya tiga tahun itu ibarate durung oleh opo-opo, kurang.

Ingat saat kita sok sibuk ngurus acara fakultas?
Aku, kamu dan teman-teman.
Aku yang selalu banyak mengeluh, selalu pasang wajah jutek, judes binti megeli.
Setidaknya kamu selalu hadir dan bilang “Jika kita melakukannya ikhlas, insyaallah ringan.”
Hmmm, kamu nggak tahu betapa bangkelnya aku saat kamu ceramah didepan kami yang sudah kelelahan ini.
Aku tahu kamu lebih lelah dan lebih terbebani, tapi kamu masih berusaha memberi kami semangat dan tidak menunjukkan rasa lelahmu.
Warbiyasaa …

Begitu banyak kenangan yang sudah kita hadapi bersama.
Susah, senang, sedih, bahagia, tangis, tawa.
Menghadapi berbagai macam jenis watak teman-teman kelas kita.
Dua tahun berteman aku hampir tidak pernah melihatmu marah.
Justru aku yang selalu marah-marah mirip Ibu kost yang PMS lagi nagih uang bulanan
Dan kamu akan mengeluarkan kalimat andalanmu “Mosok oleh neng arek lanang ngono iku Mey, duso.”
Duh, hellooooo it’s me, I was wondering if after all these years you’d like to meet …. -____-
Aku marah juga ada sebabnya.
Pernah aku marah tanpa sebab? *Mageh takon? Sering Mey -_____-
Sebab pertama, lek wes di ajak ngomong terus njawab “Ha?”
Aku paling males ngulang pertanyaan dua kali Yan -__-
Sebab kedua, pas ngobrol aku lagi PMS, jadi wajar jika marah-marah tanpa sebab *gak usah protes …
Sebab ketiga, hmm aku nggak yakin iki alasan marah yang benar atau tidak. Sebab ketiga adalah, pingin ngamuk-ngamuk ae :D

Tapi diluar itu semua aku menghargaimu sebagai teman sekaligus sahabat yang baik.
Masiyo tah jare isun iki senengane muring-muring sing jelas …
Aku berusaha menjadi partner berorganisasi yang baik.
Di kelas maupun di BEM.
Kamu memberiku banyak pelajaran. Kamu mengajariku banyak hal.
Sabar, ikhlas, dan yang selalu dan tak pernah lupa, selalu menyemangati dalam hal apapun dan situasi apapun.

Masih ingat saat aku menangis didepanmu?
Kamu teman laki-laki pertama yang melihat aku menangis gara-gara urusan perasaan.
How childish I am. Urusan perasaan yang iyuuuuuh -___-
Aku sadar bahwa semua yang datang pasti akan pergi, entah itu untuk kembali atau tidak sama sekali.
Waktu itu hanya kamu dan Ibuku yang aku rasa paling mengerti kondisiku.

Terimakasih telah menjadi kawan yang absurd.
Kawan yang tidak pernah bisa di tebak apa maunya.
Kamu adalah spesies tak masuk akal yang tercipta di muka bumi ini.
Selalu membuat hal-hal tanpa rencana, unpredictable -___-
Jika bukan karena dirimu, aku dan Donat tidak mungkin terdampar ke air terjun Selogiri yang sama sekali tidak masuk agenda jalan-jalan waktu itu.
Jika bukan karena dirimu, aku dan Donat tidak mungkin menyelesaikan gumuk Wedi Ireng yang tanjakannya na’udzubillah itu.
Jika bukan karena dirimu, aku dan Donat tidak mungkin berkeliaran malam hari dan terdampar di Watu Dodol.
Jika sudah begitu kamu selalu bilang, “Kapan maneh koyok ngene rek.”
Andalanmu selalu itu -____-

Terimakasih juga sudah selalu menjadi P3K *bukan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
Pertolongan Pertama Pada Keterlambatan.
Hahaha …. Ingat pas inagurasi opspek?
Aku wis gelisah because there’s no one can take me home.
Padahaaal wis meh jam sepuluh.
Dan, ente bak pahlawan super dimalam hari bersedia mengantar Cinderella Pakis ini pulang.
Duh Yan, wes pokok thanks for kabeh.

Terimakasih sudah menjadi ketua kelas dan ketua BEM yang amanah, InsyaAllah …
Thanks for everything, Yan. Thanks for being the best, thanks for your patience.
Thanks for being my great partner.
Dan juga terima kasih banyak sudah menjadi pendengar yang baik.
Wis pokok e kesuwun hang akeh kanggo kabeh.

Aku teringat saat kamu, aku dan Erni selesai menghadiri seminar Fakultas Hukum.
Sepanjang seminar kamu hanya berdebat denganku dan Erni.
Saat kita keluar dari aula kamu bilang “Ngene ae yo rek, ojok tukaran.”
Aku tahu, ada sebuah pengharapan yang besar dibalik kalimat itu.
InsyaAllah Pak Ketua, semoga nggak ada drama-drama tai kucing yang menyebabkan persahabatan kita berantakan yess?

Selamat hari lahir …
Keep healthy, long life. May Allah bless you happiness and great success.
Sukses jualannya. Naluri pedagang sih ya, repot. Apa-apa dijual.
Semoga kamu nggak ngejual teman-temanmu yang koplak dan sangklek ini.
Wkwkwkwk …

Oh ya, sejak kamu berpisah dengannya, kamu belum pernah cerita perihal asmara kembali.
Padahal aku tahu bahwa ada gadis yang diam-diam sedang kau sebut dalam doamu.
Sopo Yan? Aleman gak cerito -__-
Hahahaha, duh aku kepo :D




Tidak ada komentar:

Posting Komentar