Jarak
dari hari Minggu ke Senin terasa sangat jauh.
Ini
masih Kamis dan aku sudah merindukan dia lagi.
Bagaimana
bisa aku sudah kangen bahkan saat aku belum meninggalkan pekarangan rumahnya?
Hari
minggu lalu saat aku pamitan dia bilang, “Gak
usah kangen lho?”
Bahkan
saat dia bicara seperti itu aku sudah mulai merindukannya.
Aku
sadar hidup ini tidak selalu seperti yang kita inginkan.
Jika
hidup berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan tentu aku sudah berada di
ruang siaran sebuah radio, seperti yang aku cita-citakan.
Jika
hidup berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan tentu aku sudah keluyuran
hingga pelosok Banyuwangi tanpa harus khawatir tak di acc oleh Abah.
Jika
hidup berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan pastilah aku sudah
menginjak tanah Istanbul sejak dulu.
Jika
hidup berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan tentu hari ini aku tidak
kehilangan kamu … *krik krik krik …………..
Aku
tidak tahu bagaimana hubungan kami esok hari.
Aku
tidak tahu bagaimana hubungan kami esok lusa.
Karena
kembali aku sadar tidak ada yang selamanya di dunia ini.
Tidak
ada yang abadi, begitu kalau kata Mas Ariel dan band-nya.
Aku
tidak tahu apakah karena akhir-akhir ini kami sering menghabiskan malam bersama
*pikirannya, jangan kemana-mana yaa …
Dia
sering menginap di tempatku, dan saat itulah kami selalu bercerita apapun.
Dia
tahu sepak terjang kisah asmaraku, aku pun sama.
Intinya,
kami tahu bagaimana karakter satu sama lain.
Entah
saking dekatnya atau bagaimana, aku sering membayangkan kami berdua bekerja di
tempat yang sama kelak.
Membayangkan
kami akan jalan-jalan bersama melihat dunia.
Aku
sering membanyangkan hal-hal tidak masuk akal yang selalu membuatnya berkata “Opo sih???” hahaha ….
Belakangan
ini aku tahu dia sedang terganggu dengan sesuatu di masa lalu.
Sesuatu
yang hilang di masa lalu dan hari ini sesuatu itu mencoba untuk menyapanya
kembali.
Tidak
banyak yang bisa aku lakukan selain menyediakan tempat curhat yang nyaman
untuknya.
Aku
berusaha sebaik mungkin untuknya, untuk persahabatan kita.
Kami
sadar, semakin dewasa yang kita butuhkan adalah teman.
Mungkin
dulu saat kami masih sekolah ada begitu banyak teman yang kita miliki.
Namun,
saat kita dewasa nanti kita hanya akan membutuhkan beberapa yang benar-benar
mengerti dan mengisi kita.
Aku
teringat sebuah postingan di fanspagenya
Bang Tere …
Sahabat terbaik itu tidak selalu
dibutuhkan untuk memberikan nasihat, mengingatkan, apalagi menceramahi kita.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar