Benar-benar
malam yang berat.
Tengah
malam aku baru berani menceritakan segala unek-unek
selama ini.
Aku
membenarkan maksud blog yang ditulis
oleh sahabat kami.
Dan
reaksinya benar-benar membuatku heran.
Dia
tidak kaget sama sekali.
Akhirnya
malam ini menjadi ajang buka-bukaan bagi kami.
Tak
lagi mempedulikan waktu yang terus beranjak.
Dia
meluapkan segala perasaannya.
Aku
pun sama, aku juga meluapkan perasaanku hingga susah untuk mengontrol emosi.
Aku
bilang padanya bagaimana susahnya aku menjaga rahasia yang akhirnya dia
ketahui.
Bagaimana
aku merasa bersalah setiap aku melihat wajahnya, karena aku tak menceritakan
dari awal.
Bagaimana
aku tersiksa ingin cerita semuanya, tapi belum siap.
Aku
takut ketika nanti aku menceritakan yang sebenarnya, hubungan kami jadi
berubah.
Ketika
segalanya sudah jelas seperti ini, aku mendapati kenyataan yang sungguh
melegakan.
Dia,
sahabatku ini, menunjukkan sikap dewasanya yang membuatku kagum.
Hari
ini aku jadi sadar, hubungan kami bertiga tidak akan berubah karena salah satu
diantara kami memiliki perasaan lebih.
Aku
sadar, hubungan kami bertiga bukan sekedar pertemanan abege kemarin sore.
Kami
bertiga meskipun kadang childish, selfish
or anything else, tapi kami mampu menyelesaikan dengan baik masalah ini.
Aku
juga jadi sadar bahwa mereka berdua adalah sahabat-sahabat baik yang tidak
sekedar jadi teman senang, susah pun mereka ada.
Dan
masalah yang melibatkan perasaan kami bertiga, tuntas dengan happy ending.
Thank you my doughnut …
Kadang-kadang
kita bisa jadi gila, aneh, kekanakan, egois, tapi kita juga mampu membuat
masing-masing di antara kita menjadi pribadi yang lebih bijak, pribadi yang
lebih baik, pribadi yang lebih dewasa.
Terimakasih
karena selalu menjadi pendengar yang anteng,
hehehehe ….

Tidak ada komentar:
Posting Komentar