Hari
ini aku mengunjungi dua adik sepupuku yang baru saja terkena musibah.
Pertama,
Maulana yang kemarin jatuh dari tempat tidur.
Duh,
padahal dia masih 5 bulan. Kebayang gimana rasanya, Maulana sih mungkin belum
bisa sambat. Tapi kita-kita yang
sudah gede ini pasti yang bingung.
Kedua,
Lintang yang jatuh dari sepeda kayuh.
Padahal
Sabtu kemarin aku baru saja mengunjunginya, kok ndilalah ndak sampai seminggu aku ke Lateng lagi -___-
Setelah
semua urusan menjenguk selesai, aku mampir ke bazar buku Gedung Korpri.
Memang
sudah masuk dalam list, bahwa hari
Kamis agenda kita adalah ke Lateng lalu ke bazar buku.
Sampai
di Korpri aku agak bego melihat
suasana gedung yang lengang.
Ini
pameran buku apa pameran kenangan mantan, kok suepi banget.
Ah,
mungkin karena masih siang jadi belum terlalu ramai, pikirku.
Setelah
menyelesaikan urusan dengan mas-mas parkir, aku segera melangkah masuk ke
gedung.
Seperti
biasa, alwayas excited.
Bau
buku sudah tercium sejak dari pintu masuk.
Ini
pertama kalinya aku mengajak Fahri ke pameran buku.
Ternyata
dia juga tidak kalah excited dari
kakaknya.
Mungkin
dia juga bingung melihat begitu banyak tumpukan buku dengan gambar-gambar
menarik.
Bu
Is pun sama, belio sempat menawariku
sebuah buku yang berjudul “Ajak Aku ke Penghulu”, kalau tidak salah.
Aku
sempat mengambil buku tersebut dan membaca bagian belakangnya.
Bagus,
sih. Ada beberapa ulasan mengenai urusan perasaan.
Ya
jelas, wong judulnya aja sudah begitu, ya masa isinya tentang tata cara
memelihara tuyul, kan jaka sembung naik ojek akhirnya.
Sebentar,
Ibuku menunjukkan buku itu padaku bukan karena #kodekeras yang hendak belio siratkan.
Tapi
karena cover bukunya yang lucu,
pasangan kartun yang pakai baju adat jawa sedang naik ontel berdua *romantis pokonya, dunia serasa milik berdua, yang
lain nge-kost
Jadi
bukan karena ngode anak gadisnya ini,
gaes …
Buku
seharga lima belas ribu rupiah itu sempat akan aku bawa ke mas-mas kasir.
Hingga
tiba-tiba Bu Is menyodorkan satu buku yang membuatku speechless.
Laskar
Pelangi Song Book!!!
Hiyaaaa,
aku segera melirik ke arah tempat buku tersebut.
Dan,
sepertinya tinggal satu ini.
Tanpa
a b c d, aku segera memeluk erat buku karya Pak Cik itu.
Satu
lagi koleksi buku Pak Cik yang aku punya.
Bahagianyaaaa
^_^
Kebahagiaan
tidak berhenti sampai disitu.
Aku
baru sadar jika di dalam buku itu terdapat bonus CD yang berisi lagu-lagu karya
Pak Cik sendiri.
Ada
total tujuh lagu yang direkam di Compact
Disk tersebut.
Duh,
bahagia di hari Kamis yang manis ini jadi berlapis-lapis.
Aku
pulang dengan wajah yang sumringah.
Macam
perempuan yang baru saja di khitbah #eaaaaa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar