Kamis, 19 Mei 2016

Laskar Pelangi Song Book

Siang ini setelah Mbak Desi selesai mengerjakan statistik dirumah, aku segera pergi ke Lateng bersama Fahri dan Bu Is.
Hari ini aku mengunjungi dua adik sepupuku yang baru saja terkena musibah.
Pertama, Maulana yang kemarin jatuh dari tempat tidur.
Duh, padahal dia masih 5 bulan. Kebayang gimana rasanya, Maulana sih mungkin belum bisa sambat. Tapi kita-kita yang sudah gede ini pasti yang bingung.
Kedua, Lintang yang jatuh dari sepeda kayuh.
Padahal Sabtu kemarin aku baru saja mengunjunginya, kok ndilalah ndak sampai seminggu aku ke Lateng lagi -___-

Setelah semua urusan menjenguk selesai, aku mampir ke bazar buku Gedung Korpri.
Memang sudah masuk dalam list, bahwa hari Kamis agenda kita adalah ke Lateng lalu ke bazar buku.
Sampai di Korpri aku agak bego melihat suasana gedung yang lengang.
Ini pameran buku apa pameran kenangan mantan, kok suepi banget.
Ah, mungkin karena masih siang jadi belum terlalu ramai, pikirku.

Setelah menyelesaikan urusan dengan mas-mas parkir, aku segera melangkah masuk ke gedung.
Seperti biasa, alwayas excited.
Bau buku sudah tercium sejak dari pintu masuk.
Ini pertama kalinya aku mengajak Fahri ke pameran buku.
Ternyata dia juga tidak kalah excited dari kakaknya.
Mungkin dia juga bingung melihat begitu banyak tumpukan buku dengan gambar-gambar menarik.
Bu Is pun sama, belio sempat menawariku sebuah buku yang berjudul “Ajak Aku ke Penghulu”, kalau tidak salah.
Aku sempat mengambil buku tersebut dan membaca bagian belakangnya.
Bagus, sih. Ada beberapa ulasan mengenai urusan perasaan.
Ya jelas, wong judulnya aja sudah begitu, ya masa isinya tentang tata cara memelihara tuyul, kan jaka sembung naik ojek akhirnya.
Sebentar, Ibuku menunjukkan buku itu padaku bukan karena #kodekeras yang hendak belio siratkan.
Tapi karena cover bukunya yang lucu, pasangan kartun yang pakai baju adat jawa sedang naik ontel berdua *romantis pokonya, dunia serasa milik berdua, yang lain nge-kost
Jadi bukan karena ngode anak gadisnya ini, gaes

Buku seharga lima belas ribu rupiah itu sempat akan aku bawa ke mas-mas kasir.
Hingga tiba-tiba Bu Is menyodorkan satu buku yang membuatku speechless.
Laskar Pelangi Song Book!!!
Hiyaaaa, aku segera melirik ke arah tempat buku tersebut.
Dan, sepertinya tinggal satu ini.
Tanpa a b c d, aku segera memeluk erat buku karya Pak Cik itu.
Satu lagi koleksi buku Pak Cik yang aku punya.
Bahagianyaaaa ^_^

Kebahagiaan tidak berhenti sampai disitu.
Aku baru sadar jika di dalam buku itu terdapat bonus CD yang berisi lagu-lagu karya Pak Cik sendiri.
Ada total tujuh lagu yang direkam di Compact Disk tersebut.
Duh, bahagia di hari Kamis yang manis ini jadi berlapis-lapis.
Aku pulang dengan wajah yang sumringah.
Macam perempuan yang baru saja di khitbah #eaaaaa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar