Memang,
orang bilang mimpi itu hanya bunga tidur.
Tapi
nggak sedikit mimpi yang membuatku bangun dengan keadaan mood jelek.
Intinya,
beberapa mimpi yang aku alami mempengaruhi mood-ku
seharian.
Mungkin
karena kemarin aku seharian berada di rumah Mbah di Krasak, jadi latar tempat
mimpi kali ini adalah rumah Krasak.
Nah,
gaes, kalian tahu apa mimpiku kali
ini?
Mimpi
tentang orang-orang PKI.
Sebenarnya
mimpi ini bukan kategori mimpi buruk, tapi suasana yang terjadi dalam mimpiku
itu benar-benar mencekam, mirip film-filmnya Tante Suzanna.
Jadi
gini, waktu itu di dalam rumah Krasak ada aku, Abah, Ibu dan kenangan Nia,
yang nongol di mimpi cuma empat orang itu aja.
Kami
sedang membereskan berbagai buku ketika tiba-tiba ada siaran di Masjid Nurullah
bahwa sebentar lagi akan ada orang-orang PKI yang melakukan sweeping.
Saat
siaran berlangsung aku sedang membaca majalah “Bobo” entah edisi berapa.
Embuh lah, namanya juga mimpi, apa aja bisa kejadian.
Anehnya,
saat itu majalah anak-anak macam Bobo juga menjadi salah satu incaran bagi
mereka.
Agak
aneh sih *bukan agak aneh lagi, tapi memang bener-bener aneh.
Nah
setelah menyembunyikan bermacam-macam buku dengan rapi, kami pun melakukan
aktivitas masing-masing seperti semula.
Di
mimpi itu aku jadi perempuan yang setengah-setengah *mm maksudnya takut enggak,
berani juga enggak.
Jadi
di ruang tamu secara terang-terangan aku membaca sebuah buku.
Tadinya
sih baca majalah “Bobo” yang kalau ketahuan orang PKI pasti bakal di bumihanguskan
dari peredaran.
Tapi
karena terlalu takut akhirnya aku mengganti bacaanku dengan katalog mobilnya
Hani.
Wkwkwkwkw,
duh kan, embuh sekali pokoknya mimpi
bulan ini.
Iya,
secara Hani kerja di Nissan, jadi ada beberapa katalog dan majalah otomotif
yang berkeliaran di meja ruang tamu.
Setelah
pengumuman yang membuat bulukuduk dangdutan itu terdengar, tiba-tiba suasana di
sekitar rumah jadi serem.
Aku
melihat beberapa orang berseragam coklat sedang mondar-mandir.
Wajah
mereka ditutup dengan topeng dari besi *dualah,
mosok ini efek kebanyakan nonton Super Dede???
Pokonya
jadi semacam prajurit-prajurit kerajaan yang memakai pakaian besi.
Aku
tetap duduk manis di ruang tamu yang menghadap ke jendela dan juga tetap
melanjutkan kegiatan membaca.
Aku
melihat satu orang mendekati rumah dan melirik ke dalam, sebagai perempuan yang
takut enggak berani juga enggak aku pun ikut-ikutan melirik ke arah orang
tersebut.
Dan
…. Deg ….
Tatapan
kami bertemu *berhubung ini konteksnya serem, jadi nggak ada backsongnya.
Ya
kali romantis-romantisan sama orang PKI?
Secepat
kilat aku segera menundukkan pandangan *sebagai muslimah juga harus begitu,
kan? wkwkwkwk
Tapi
naas, orang tersebut segera masuk ke halaman dan mendobrak pintu rumah.
Belionya segera merampas paksa sesuatu yang sedang aku
baca.
Ngerampasnya
nggak pakai tangan, tapi pakai arit *hmmm, rempong kan?
Seingatku
orang itu nggak menggeledah rumah, dia langsung pergi setelah merampas katalog
mobil yang sedang kubaca *ya bisa jadi mau ikut ngredit mobil, kan mau lebaran,
biar mudiknya enak hehehehe …
Tidak
berhenti sampai di situ saudara-saudara.
Setelah
kepergian orang pertama, datanglah orang kedua.
Yang
kedua ini serem enggak, nggak serem juga enggak.
Awalnya
dia berdiri di depan pintu, kemudian menanyakan keberadaan kepala rumah tangga.
Sebagai
anak masa kini yang berbakti, aku menawarkan diri untuk menemuinya.
“Diwakilkan
saya saja, boleh?”
Mas-mas
PKI itu mengangguk.
Akhirnya
aku keluar menemui mas-mas itu. Ini demi keselamatan Abah, karena Abah
kadang-kadang suka nggak bener jawab pertanyaan serius.
Aku
baru sadar bahwa kostum para orang-orang PKI ini ternyata seragam Pramuka, gaes.
Seragam
Pramuka lengkap pula. Yang beda cuma pisaunya. Biasanya kan yang dipakai itu
pisau, nah kali ini bukan pisau tapi arit.
Gitu
lah pokoknya …
Awalnya
serem, tapi potongannya yang mirip anak STM lagi persami, seremnya buyar :D
Di
teras rumah mas-mas tadi menanyakan perihal logo BNN yang terpasang di dinding
teras.
Aku
pun heran, sejak kapan rumah ini terpasang logo BNN???
Namanya
juga mimpi, apa aja bisa kejadian.
Dan
yang anehnya lagi, salah satu logo BNN itu terdapat Kunyit.
Mas
PKI tadi lantas bertanya “Kenapa ada Kunyit di logo BNN itu?”
Oalah mas, mas … Sampeyan aja
tanya, apalagi saya?
Akhirnya
dengan nggak jelasnya aku
menjelaskan.
Dan
mas-mas ini agak geser kali, ya.
Bukannya
menyimak dengan baik jawabanku, dia malah senyam-senyum melihatku.
Ngeri ndo, wong PKI lho iki …
Dan
setelah insiden tanya jawab yang nggak jelas itu, aku terbangun.
Kadang
mimpi se-absurd ini.
Sumber : Google


Tidak ada komentar:
Posting Komentar