Selasa, 19 Februari 2019

KEBAIKAN KECIL

Malam ini jatah ngaji saya harus tersita oleh rapat bersama rekan-rekan NU Online Banyuwangi di aula bawah PCNU. Agendanya adalah membahas tentang raker yang akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Sungguh saya rindu siaran lagi. Semoga setelah raker dan merevitalisasi beberapa bagian, radio NU Online kesayangan kita semua dapat kembali mengudara. Mari kita aamiin-kan, teman-teman.

Selesai rapat saya berniat ke musala untuk mengikuti sisa pengajian, tapi saya papasan dengan Prifa yang sudah turun dan hendak pulang. Ternyata pengajian t’lah usai. Baiklah, saya akhirnya juga memutuskan untuk pulang. Sebelum pulang saya mampir ke BCA untuk setor tunai rezeki hari ini.

Keluar dari BCA semua baik-baik saja, hingga saya melewati Vionata. Motor yang saya kendarai tiba-tiba berbunyi “pletak!” nggak gitu juga, sih, bunyinya kek bunyi rantai putus. Pokoknya tiba-tiba gas motor udah nggak berfungsi lagi. Untung insiden itu pas saya jalan agak minggir, nggak kebayang kalau saya pas di tengah-tengah jalan raya. Saya shock campur kaget campur panik. Akhirnya saya berhenti tepat di depan dispar. Saya turun dari motor dan melihat bagian rantai. Saya bersyukur karena rantainya hanya lepas, nggak kebayang kalau putus beneran. Bisa jomblooooo

Saya ndodok dan mulai membetulkan rantai. Nggak mudah, saya harus majuin motor beberapa kali. Saat ndodok itulah ada bapak-bapak tukang becak lewat. Beliau sempat bertanya “Opo o mbak, copot?” saya mengiyakan. Saya kira bapak hanya bertanya saja, tapi ternyata beliau berhenti dan ikut membantu saya. “Sampean mundurno, mbak, ojo maju.”

Oh iya, ya, kenapa malah saya majuin terus ini motor. Pantes dari tadi nggak betul-betul ini rantai. Si bapak menyarankan untuk njaglang dua motornya. Ya klean tahu sendiri, lah, gaes, saya nggak kuat kalau harus njaglang dua motor yang beratnya lebih dari berat badan saya ini. Dengan dibantu bapak, kami berhasil membuat motor berdiri dengan dua kaki. Dan saya mulai memutar ke belakang ban motor dengan terus membetulkan rantai. Voilaaa! Rantai kembali ke jalan yang benar.

Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak tukang becak baik hati yang mau berhenti dan membantu saya malam ini. Sepele, sih, tapi saya merasa luar biasa. Dunia masih dipenuhi orang-orang baik. Dunia masih ramah pada kita.

Kebaikan-kebaikan kecil ini akan selalu kembali pada orangnya. Saya yakin itu. Semoga si bapak selalu sehat. Dipenuhi hidupnya dengan berkah.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar