"Sayang, kamu kenapa, sih? Marah-marah mulu. Lagi PMS?"
"Emang kamu tahu PMS itu apa?"
"Haid, kan?"
Kalau pacar kalian begitu lempar aja ke kandang Buaya, ya, girls~
Nggak, ding. Kalau pacar kalian masih mengira PMS itu adalah haid, kasih tahu bahwa itu salah. PMS bukan haid seperti yang mereka pikir selama ini. Premenstrual Syndrome (PMS) adalah kombinasi dari gejala fisik dan emosi yang dirasakan oleh wanita seminggu atau dua minggu sebelum haid.
Dari yang aku baca di alodokter.com munculnya gejala yang melanda fisik dan mental ini belum bisa dipastikan apa penyebabnya. Tapi, diperkirakan karena adanya perubahan hormon selama masa menstruasi, yaitu estrogen dan progesteron.
Gejalanya apa aja? Banyak, gaes. Mulai dari sakit kepala, tumbuh jerawat, kram perut, nyeri otot, sedih tanpa alasan yang jelas, cemas, mudah tersinggung. Biasanya tiap perempuan berbeda-beda gejalanya. No worries, karena gejala-gejala itu tadi akan hilang begitu haid tiba atau selesai.
Nah, kemarin (20/06) aku pergi takziah ke Sempu bareng kru Mandala. Menghindari mabuk darat dan serangan stroke lagi, aku motoran dengan Mega dan Pak Kuncoro. Nyetir jauh sudah bukan hal baru, jadi ya oke saja.
Seharian keliling. Mampir ke tiga tempat, dan di tiga tempat itu kami selalu makan. Sungguh weteng karet. Benar-benar pulang ke rumah sekitar jam empat sore, dengan sisa energi yang tidak banyak. Setelah sampai rumah itulah aku merasa capek luar biasa.
Dan, satu yang aku pelajari saat tubuh kita lelah adalah kita jadi mudah marah-marah. Diajak ngobrol nggak mood, ngobrol tapi yang diajak ngobrol jawab "ha?", marah. Pokoknya semua serba salah dan bikin kita jadi marah-marah.
Nah, saat sedang bludrek itulah aku ingat empat hari lagi haid (kalau tidak meleset). Berarti ini masuk masa pra haid. Aku menyadari satu hal, bahwa kombinasi capek dan PMS adalah kombinasi yang sungguh berbahaya.
Sekarang aku deg-degan menunggu haid tiba. Karena biasanya akan disertai dengan sakit-sakit seluruh badan yang luar biasa. Semoga gejala-gejala PMS ini juga selesai saat haid tiba. Karena kalau berlangsung sampai haid aku nggak tahu akan berapa banyak orang lagi yang aku jutekin atau aku semprot karena mereka nggak ngapa-ngapain aja tetap salah di mataku.
Dari yang aku baca di alodokter.com munculnya gejala yang melanda fisik dan mental ini belum bisa dipastikan apa penyebabnya. Tapi, diperkirakan karena adanya perubahan hormon selama masa menstruasi, yaitu estrogen dan progesteron.
Gejalanya apa aja? Banyak, gaes. Mulai dari sakit kepala, tumbuh jerawat, kram perut, nyeri otot, sedih tanpa alasan yang jelas, cemas, mudah tersinggung. Biasanya tiap perempuan berbeda-beda gejalanya. No worries, karena gejala-gejala itu tadi akan hilang begitu haid tiba atau selesai.
Nah, kemarin (20/06) aku pergi takziah ke Sempu bareng kru Mandala. Menghindari mabuk darat dan serangan stroke lagi, aku motoran dengan Mega dan Pak Kuncoro. Nyetir jauh sudah bukan hal baru, jadi ya oke saja.
Seharian keliling. Mampir ke tiga tempat, dan di tiga tempat itu kami selalu makan. Sungguh weteng karet. Benar-benar pulang ke rumah sekitar jam empat sore, dengan sisa energi yang tidak banyak. Setelah sampai rumah itulah aku merasa capek luar biasa.
Dan, satu yang aku pelajari saat tubuh kita lelah adalah kita jadi mudah marah-marah. Diajak ngobrol nggak mood, ngobrol tapi yang diajak ngobrol jawab "ha?", marah. Pokoknya semua serba salah dan bikin kita jadi marah-marah.
Nah, saat sedang bludrek itulah aku ingat empat hari lagi haid (kalau tidak meleset). Berarti ini masuk masa pra haid. Aku menyadari satu hal, bahwa kombinasi capek dan PMS adalah kombinasi yang sungguh berbahaya.
Sekarang aku deg-degan menunggu haid tiba. Karena biasanya akan disertai dengan sakit-sakit seluruh badan yang luar biasa. Semoga gejala-gejala PMS ini juga selesai saat haid tiba. Karena kalau berlangsung sampai haid aku nggak tahu akan berapa banyak orang lagi yang aku jutekin atau aku semprot karena mereka nggak ngapa-ngapain aja tetap salah di mataku.
![]() |
| Gambarnya kiyowo, ya. Ngedit sendiri di Canva :) |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar