Senin, 16 Oktober 2023

#BukuBagus: TAK DI KA’BAH, DI VATIKAN, ATAU DI TEMBOK RATAPAN, TUHAN ADA DI HATIMU

Pernah enggak kalian merasa sayang menyelesaikan sebuah tontonan karena isinya bagus banget atau lucu banget dan berharap enggak buru-buru tamat? Ada beberapa konten yang membuatku merasakan hal itu tapi ya mau enggak mau kontennya harus selesai.

Enggak hanya tontonan, buku pun demikian. Sejak membaca prolognya saja aku sudah senang karena akan mendapat banyak ilmu dan pengetahuan. Ini juga merupakan buku yang sudah lama aku incar. Tak di Ka’bah, di Vatikan, atau di Tembok Ratapan, Tuhan ada di Hatimu. Sebuah buku karya Habib Ja’far Al-Hadar.

Aku mengenal (si kenal), mengetahui beliau sejak menonton channelnya, Jeda Nulis. Konten-konten Islam ramah yang waktu itu beliau bawakan sungguh mencerahkan. Tentu saja saat itu beliau masih begitu polos, tidak menyelipkan humor-humor dan nampak tegang meskipun pembawaannya santai karena belum menjadi habib industri. Pokoknya mah dulu beliau tidak idol-able sekali, wkwkwk.

Buku bagus ini terdiri dari lima bab dengan materi per sub-bab isinya daging semua kalau istilah zaman sekarang. Pembahasannya mulai dari Hijrah; Islam Bijak Bukan Bajak; Akhlak Islam; Nada, Canda dan Beda; Ateis, Tapi Cuek sama Tuhan.

Habib Ja’far pandai membangun dialog yang mudah dipahami oleh pembaca. Bahasa yang beliau gunakan sangat membumi. Hal lain yang aku suka adalah beliau mampu menyajikan kisah-kisah lampau dari zaman nabi untuk kemudian diambil hikmahnya, diambil pelajarannya tapi juga tidak serta merta daplikasikan di zaman ini.

Begitu juga dengan selipan ayat Al-Qur’an. Beliau mampu menjelaskan korelasi ayat dengan situasi. Bagaimana ayat tersebut menjadi jawaban, solusi dan pegangan karena dijelaskan dengan sangat terstruktur. Itu tadi, karena beliau pandai membangun dialog, pandai memakai diksi.

Sepanjang membaca buku ini rasanya seperti mendengarkan ceramah. Ceramah yang ramah, powerful, tepat sasaran, sehingga menancap sempurna ke hati kita. Buku ini paket komplit. Membahas konsep hijrah secara detail sehingga kita paham makna hijrah seperti apa.

Membahas juga bagaimana Islam melihat sebuah kesenian. Musik, komedi, film, semua dibahas. Pun soal perbedaan pendapat. Zaman sekarang berapa banyak kita lihat manusia saling bermusuhan perkara beda pendapat. Berapa banyak manusia saling mencaci maki karena merasa pendapatnya paling benar? Para Nabi saja woles kalau beda pendapat, kenapa kita heboh?

Betul kata Habib Ja’far, pengetahuan kita soal Islam itu jauuuuuuuh. Tidak sekafah pengetahuan para sahabat Nabi Muhammad yang merupakan generasi terbaik atau masa-masa setelahnya, yaitu para imam. Mereka ini yang melihat langsung praktik Islam dari Nabi atau yang hidup tidak jauh dari masa Nabi. Lha kita? Jauuuuuh bestie. Butiran debu saja kita ini.

Beberapa part juga berhasil membuatku cryyy a river, nangis sekebooon. Betapa sayangnya Nabi Muhammad pada kita. Betapa Nabi Muhammad sangat peduli pada umatnya yang akhlaknya enggak seberapa ini. Kisah-kisah keteladanan Nabi banyak dibahas oleh Habib Ja’far di buku ini.

Demikianlah #BukuBagus yang aku rekomendasikan, teman-teman. Kalian bisa dapatkan bukunya di sini. Selamat membaca, selamat belajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar